BPN Tuding Petahana Libatkan Polri ke Kancah Politik

Senin, 1 April 2019, 10:44 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Ferdinand Hutahaean, mengatakan isu indikasi aparat yang melancarkan dukungan ke salah satu paslon di pilpres benar adanya. Menurut kader Partai Demokrat itu, fakta tersebut terlihat dari video yang banyak beredar di media sosial.

“Selain video, kami sendiri yang turun ke bawah, sering mendengar cerita dari kepala desa dari tokoh masyarakat yang diminta untuk memenangkan pasangan 01,” tuding Ferdinand ketika dikonfirmasi, Minggu (31/3/2019).

Ia mengungkapkan, adanya praktik tersebut lantaran ketokohan Jokowi tidak lagi bisa diandalkan di masyarakat. Karena itu, kubu 01 diduga harus menggunakan cara tidak elok tersebut. "Karena sudah tak laku, mereka kemudian harus memperalat tokoh-tokoh lokal seperti kepala desa, tokoh masyarakat, dan lain-lain. Kami saksikan kok di lapangan dan videonya beredar di medsos," ujar Ferdinand.

Baca juga : Begini Penampakan Ussy Sulistiawaty Belum Potong Bulu Ketiak

Di sisi lain, Ferdinand meyakini aparat yang terjun ke dalam politik praktis hanyalah beberapa oknum dari institusi berbaju cokelat tersebut. Anak buah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu percaya masih banyak Polri yang berjiwa kesatria di institusi tersebut.

"Saya menyebutnya oknum ya. Polri tak sepenuhnya salah, karena saya percaya prajurit Polri masih banyak yang berjiwa netral dan berdiri sebagai benteng NKRI. Berjiwa Tribrata, tidak menjadi pecundang dalam politik. Saya percaya itu," ujarnya.

Atas dasar itu, dia menyayangkan Jokowi yang diduga menjadi dalang untuk menarik institusi Polri ke dalam politik di pilpres. Menurutnya, cara ini tidak baik untuk masa depan institusi Polri di Indonesia.

Baca juga : JK Sindir Ada yang Marah-marah di Debat Capres 4, Maksudnya Prabowo?

"Kami tidak menyalahkan polisi, kami justru menduga Jokowi sebagai pemimpin tertinggi bangsa ini yang menyeret-nyeret Kepolisian ke kancah politik. Ini tidak baik. Merusak masa depan Kepolisian kita yang sedang kita bangun profesional, tetapi di zaman Jokowi ini dirusak dan ditarik-tarik ke tengah politik," tuturnya.

Sebelumnya, capres nomor urut 02 Prabowo Subianto menyindir adanya isu sejumlah aparat yang dikerahkan untuk mendukung salah satu paslon di Pemilihan Presiden 2019. Hal seperti ini dinilai akan menurunkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. Secara pribadi, Ketua Umum Partai Gerindra itu percaya bahwa Jokowi punya komitmen menegakkan demokrasi. Akan tetapi, adanya desas-desus itu tentu tak bisa dipandang sebelah mata.

“Dengan sistem sebaik apa pun kalau will untuk menjalankan demokrasi tidak dijalankan dalam pemerintahan, saya khawatir distrust ini bertambah," kata Prabowo dalam debat keempat pilpres di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu (30/3). (DED)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal