Anggota DPR Imbau Tetap Berikan Kepercayaan ke KPU, Pengamat: Kita Ingin Pemilu Aman, Legitimasi Kuat

Diskusi Dialektika Demokrasi di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 7 Maret 2024. (Foto: ist)
Kamis, 7 Maret 2024, 18:34 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Anggota DPR RI Fraksi Golkar, Hetifah Sjaifudian mengimbau agar tetap memberikan kepercayaan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menyelesaikan proses penghitungan suara. Jika ada kejanggalan-kejanggalan, pihak-pihak yang merasa dirugikan bisa menempuh jalur yang sudah ditentukan dengan menyertakan bukti yang sah.

"Jadi, saya memercayakan proses penghitungan, jika memang ada kejanggalan-kejanggalan tentunya pihak-pihak yang merasa dirugikan, masih diberikan kesempatan untuk menempuh jalur yang sesuai dengan dengan mengemukakan bukti-bukti sah yang dimilikinya," tuturnya dalam diskusi Dialektika Demokrasi 'Jaga Stabilitas Keamanan Nasional Pasca Pilpres' di Gedung Abdul Muis DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (7/3/2024).

Kemudian menurutnya, aparat keamanan juga memegang peranan penting untuk menjaga situasi kondusif pasca pemilu. "Menurut saya, aparat keamanan juga memiliki peran yang sangat penting, untuk menjaga situasi yang sangat kondusif pasca pemilu. Karena merekalah yang paling bertanggung jawab. Terus terang banyak tindakan-tindakan provokatif yang bisa saja memicu konflik," ungkap Hetifah.

Baca juga : Anggota DPRD Subang Eni Garyani Ajak Masyarakat Wujudkan Pemilu Aman dan Damai

Lebih lanjut ia mencontohkan yang terjadi di komisi X yang diketuainya. Pasalnya, saat dirinya menceritakan ketika Erlangga melakukan simulasi hadir di Kabupaten Tangerang mengenai makan siang gratis (MSG), mulai muncul provokasi seolah-olah dana BOS yang ada akan diundangkan untuk membiayai makan siang gratis.

"Itu menurut saya aneh. Sebagai pimpinan di Komisi X, saya harus meng-clearkan. Jadi, tetapi banyak sekali yang terpengaruh oleh provokasi ini, dari berbagai komunitas, baik dari satuan pendidikan, guru-guru dan orang tua. Orang dana BOS sekarang aja belum bisa memenuhi segala kebutuhan terhadap sarana dan prasarana anak dan kebutuhan lain, tiba-tiba mau dipakai untuk makan siang gratis," tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, pengamat politik Ujang Komarudin mengungkapkan, sebelum pemilu ditemui oleh teman-teman kepolisian, termasuk Ustaz Adi Hidayat. Menurutnya hal itu bagus serta positif. "Narasinya sama bahwa kita ini ingin pemilu ini aman, tertib dan memiliki legitimasi yang kuat," ujarnya.

Baca juga : Kapolsek Kalijati Ajak Pengurus Ponpes Yafata Dukung Pemilu Aman dan Damai

Bahkan, ketika tanggal 14 Februari saat dirinya harus keluar rumah untuk menjadi pembicara di beberapa televisi, pemilu dikatakannya berjalan kondusif dan damai.

"Saat Saya keluar rumah pada tanggal 14 itu, tak ada kawat berduri, sampai malam pun, saya melihat tak ada juga tank baja, alat tempur yang di jalan-jalan. Ini membuktikan bahwa, negara kita ini kita penyelenggara pemilu, termasuk pihak keamanan sukses dalam menyelenggarakan pemilu, dengan segala kekurangan dan kelebihan yang dimiliki," terangnya.

Sementara kalau hari ini berbicara soal pasca pemilu, kita menjalankan transisi demokrasi. Pasalnya menurut Ujang, kita belum jadi negara demokrasi tetapi menjalani transisi menuju demokrasi. Di mana kita butuh yang namanya konsolidasi demokrasi.

Baca juga : Anggota DPR RI F-PDIP: Pertarungan ke Depan Ditentukan oleh Pemilih Muda

"Konsolidasi demokrasi kita seperti apa? dalam konteks perjalanan, membangun koalisi. Kita ini, bangsa ini membutuhkan pemerintahan yang kuat, karena kita butuh stabilitas tadi, baik ekonomi, politik, keamanan. Karena tidak bisa kalau stabilitasnya tidak terjaga, maka kita akan chaos," pungkasnya. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal