LampuHijau.co.id - Tim Kampanye Daerah (TKD) DKI Jakarta Ganjar Pranowo-Mahfud MD memberikan kisi-kisi kepada para pendukungnya dalam menghadapi potensi politik uang (Money Politic), saat Pilpres 2024 mendatang.
Mereka menyarankan, jika para relawan Ganjar-Mahfud mendapat tawaran duit dari rival politik, duitnya dapat diterima, namun pilihannya tetap pada pasangan nomor urut tiga (3).
"Kalau ada yang ngasih duit, ambil duitnya, coblos Ganjar-nya," ujar Ketua TKD Provinsi DKI Jakarta Ganjar-Mahfud, Prasetyo Edi Marsudi, saat acara bertajuk 'Nyok Nyukur Biar Sekeren Ganjar' di Kantor RW 02, Kwitang, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (28/12/2023).
Baca juga : Ganjar - Mahfud Dideklarasikan, Niko Rinaldo: Mohon Doa dan Dukungan Warga Subang
Menurutnya, uang memang sangat diperlukan untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi cuan bukan segalanya. Jangan sampai karena ada iming-iming uang, kata dia, arah dukungan bisa berpaling ke kubu lain.
"Kita bisa berbuat kok, uang bukan segalanya, tapi kita melihat bagaimana pemimpin ke depan mempunyai visi. Ya, dua orang itu yang punya visi dan yang punya kemampuan, Pak Ganjar dan Pak Mahfud. Jangan salah pilih, karena salah pilih meronta lima tahun," ungkapnya.
Prasetyo berpesan kepada para pendukungnya, agar tak jemawa dalam ajang Pilpres pada 14 Februari 2024 mendatang. Ketua DPRD DKI Jakarta ini meminta para kader, relawan, dan masyarakat sekitar tetap solid untuk menyongsong kemenangan Ganjar-Mahfud.
Baca juga : Tak Fokus Tangani Corona, Politisi Gerindra Minta Anies Copot Kadis Kesehatan DKI
Prasetyo sekaligus mengenang peristiwa kemenangan Jokowi-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta pada 2012 silam. Kemenangan mereka karena kekompakan relawan, kader dan masyarakat hingga digawangi oleh Prasetyo juga.
"Ingat, tahun 2012 Pak Jokowi tidak punya apa-apa, dengan Pak Ahok melawan Pak Fauzi Bowo (petahana) kita bisa menang, dan saya salah satu Ketua Tim Pemenangan juga," ucap Caleg DPR RI Dapil 2 ini.
Bagi Prasetyo, jabatan di pemerintahan tak kekal dibawa mati, tetapi hanya titipan dari Allah SWT untuk kepentingan masyarakat. Pada Pileg 2024 nanti, dia tak lagi bertarung di DPRD DKI Jakarta tetapi tingkat nasional yakni DPR RI.
Baca juga : Granat Asap di Monas Bukan Milik Polisi, Trus Punya Siapa?
"Jabatan bukan untuk dibawa mati, jabatan adalah titipan. Jadi saya maju ke depan untuk belajar lebih banyak lagi. Jadi saya minta kepada Bapak-Ibu sebagai kader PDI Perjuangan yang ada di sini ataupun yang pro kepada Ganjar Mahfud jangan sombong," jelasnya.
"Tapi sekali lagi Bu ya, harus semangat, tidak boleh sombong. Kalau yang mau pro Ganjar Mahfud nggak boleh sombong. Orang bilang AHY iya, dikasih duit terima, coblosnya nomor tiga," pungkasnya. (ULI)