LampuHijau.co.id - Wakil ketua TPN, Gatot Edy mengatakan, lima hingga sepuluh tahun ke depan masa krusial bagi Indonesia emas. Kalau kita gagal memilih pemimpin ke sana, maka tidak akan tercapai.
Diprediksi para pakar seperti world bank, lanjutnya, kita akan menjadi negara dengan ekonomi nomer 5 atau 4 di dunia.
"Kita punya bonus demografi yang harus dioptimalkan. Bonus demografi hanya satu kali saja. Jangan apolitik, tahu track record. Ingat personalitinya. Ganjar-Mahfud dari rakyat biasa. Ganjar, anak anggota Brimob biasa, Mahfud, anak pegawai di kecamatan, orang biasa saja. Orang-orang baik kedua orang ini. Lahir dari keluarga harmonis, humble dekat dengan masyarakat. Masalah KKN akan disikat habis," kata Gatot Edy, Jumat (22/12/2023).
Baca juga : Soal Disabilitas, TPN Ganjar-Mahfud: Warga Harus Hilangkan Stigma Negatif
Dikatakan, track record Ganjar legislatif dua periode, gubernur dua kali. Mahfud lengkap.
"Ini modal kita untuk menjelaskan kepada mereka. Beliau sangat tahu masalah yg dihadapi. Sudah diatasi, tapi belum optimal. Lapangan pekerjaan. Ekonomi menjadi perhatian sangat penting bagi pak Ganjar. Apabila terpilih ada 17 lapangan pekerjaan yang akan disiapkan," paparnya saat berkunjung ke posko TPD Ganjar-Mahfud DKI di Jl. Hang Lekir 12/3, Jakarta Selatan.
Masih kata Gatot Edy yang mantan Wakapolri ini, perlu disampaikan agar pemerintah luncurkan kredit mudah.
Baca juga : Tempati Posko Baru, Pras Optimis Ganjar-Mahfud Menang di Jakarta
"Ganjar-Mahfud sangat perhatian kepada masalah harga pangan. Pertanian, perikanan, dikelola baik dengan beliau. Ada KTP sakti, ada KIP, bansos, dijadikan satu, jadi ngga ribet lagi. Pakai KTP saja, ngga usah banyak-banyak. Akan memudahkan kepada masyarakat," paparnya.
Selain itu, lanjut Gatot Edy, 10 juta rumah hunian murah seperti kredit motor. Satu keluarga miskin satu sarjana. Anak TNI-Polri, khususnya pangkat tamtama dan bintara, akan diberikan kemudahan, beasiswa gratis di perguruan tinggi negeri.
"Di sana ada perubahan kelanjutan. Pak Ganjar akan meneruskan Pak Jokowi, yang kurang akan diperbaiki. Makanya disebut Jokowi 3.0, gerakannya sat-set gerak cepat. Nanti programnya akan seperti itu. Cepat dirasakan masyarakat. Kita harus gerak cepat untuk Indonesia unggul. Turun ke lapangan, door to door, dan komunikasi. Lakukan ini dengan teman-teman semuanya. Cara kerja jangan sendiri-sendiri, jangan egois. Kerja bersama-sama," imbuhnya. (ULI)
Baca juga : Ngopi Bareng Millenial, Pras: Ganjar-Mahfud Jamin Kemajuan Ekonomi Kreatif