Wujudkan Pemilu Damai, Anggota DPR: Tidak Menolerir Sekecil Apapun Kecurangan

Diskusi Dialektika Demokrasi di Media Center Senayan, Jakarta. (Foto: ist)
Jumat, 17 Nopember 2023, 18:00 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Masinton Pasaribu mengungkapkan, salah satu syarat penting terciptanya Pemilu damai adalah tidak boleh menolerir sekecil apapun bentuk kecurangan. Selain itu, penyalahgunaan kewenangan juga perlu dikawal dan diawasi ketat agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial dan kebencian antar pendukung.

“Kita semua berkewajiban untuk suksesnya pemilu secara damai. Kita tidak boleh menolerir sekecil apapun potensi-potensi kecurangan maupun penyalahgunaan kewenangan dalam kontestasi Pemilu. Apalagi sampai melawan semangat reformasi dan demokrasi ini. Kita lawan sama-sama!" tegas Masinton dalam diskusi Dialektika Demokrasi ‘Nomor Urut Pasangan Capres Telah Ditetapkan, Saatnya Menuju Kampanye dengan Damai’ di Media Center, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/11/2023) kemarin.

Meskipun diakuinya, kekhawatirannya pada dua persoalan itu sangat besar. Sebab, benih-benih kecurangan sudah tercium saat ini.

Baca juga : Wujudkan Pemilu Aman dan Damai, Kapolsek Pagaden Silaturahmi Kamtibmas dengan Panwaslu Pagaden Barat

Anggota Komisi XI DPR RI ini terang-terangan menyebut, putusan kontroversial Mahkamah Konstitusi (MK) tentang syarat batas usia capres-cawapres menjadi contoh adanya kecurangan yang dilakukan secara sistematis, bahkan menggunakan instrumen lembaga sekelas MK dan mengutak-atik undang-undang sebagai aturan mainnya.

“Kalau konstitusi aja bisa diakali, dibegal untuk kepentingan kontestasi, apalagi dalam pelaksanaannya nanti," ungkap Masinton.

Pada kesempatan yang sama, Anggota DPR RI F-PKB, Jazilul Fawaid mengakui, ada pihak yang berupaya melakukan kecurangan bahkan bermain-main dengan perangkat hukum, bahkan konstitusi.

Baca juga : Pemilu 2024 Diprediksi Sejuk, Anggota DPR: Kalau Pemerintah Berpihak akan Chaos

“Syubhat itu nggak haram, nggak halal, gitu. Jadi, remang-remang. Karena dia dianggap haram nyatanya juga konstitusi membolehkan. Dianggap halal, kok produknya melalui produk di dalam ruang gelap yang tercela,” ujar Jazilul.

Sementara Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Syarief Hasan meminta, agar tahapan yang sudah dilalui dianggap bagian yang terlewati. Oleh karena itu, ia mengimbau, sebaiknya semua pihak fokus pada tahapan selanjutnya yaitu tahapan kampanye dengan mengedepankan kampanye damai.

“Bagi kami, khususnya Partai Demokrat dari Koalisi Indonesia Maju (KIM), yang penting ke depannya itu betul-betul bahwa calon presiden dan wakil presiden adalah benar-benar yang menggambarkan harapan rakyat. Itu yang paling penting,” tandasnya. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal