LampuHijau.co.id - Anggota DPR RI F-Gerindra, Habiburokhman mengatakan, pendaftaran calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) yang dilakukan oleh Pasangan Anis Baswedan-Muhaimin Iskandar serta pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD pada hari ini, Kamis (19/10/2023) ke KPU seperti tidak bergetar dan tidak didukung oleh alam semesta alias biasa-biasa saja.
Menurutnya, hal ini menandakan jika yang dinantikan oleh masyarakat saat ini bukan kedua pasangan tersebut.
"Saya melihat dan merasakan sendiri, baik di media sosial maupun di masyarakat. Pasalnya, tadi sebelum kesini saya juga sempat ngopi di warung kopi di daerah Jakarta Timur. Suasana di jalan pun sepi, tak terasa getaran dari pendaftaran pasangan capres dan cawapres yang dilakukan hari ini. Tidak ada gegap-gempita. Malah, yang ada warga bertanya kapan Pak Prabowo daftar ke KPU," tuturnya dalam diskusi Dialektika Demokrasi 'Pendaftaran Capres-Cawapres, Penanda Mulainya Pilpres 2024' di Media Center, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (19/10/2023).
Baca juga : MK Diminta Stop Campuri Urusan DPR
Habiburokhman pun begitu meyakini, jika saat ini adalah waktunya Pak Prabowo untuk menang dan menjadi Presiden siapapun pendampingnya nanti. Bahkan, kekalahan Pak Prabowo di Pilpres sebelumnya dikatakannya bukanlah kalah, tapi belum saatnya menang.
"Kalau jagoan biasanya munculnya belakangan, jadi gemanya saja berbeda. Kita lihat hari ini kayaknya gak ada getaran, alam semesta gak bergetar, jadi biasa saja. Logikanya seperti ini, ada pasangan yang sudah mendeklarasikan sekitar 3-4 minggu, bahkan lebih.
Logikanya pendaftaran ini sebagai resepsi pernikahan dan resepsi itu tentu mengundang semua, yang tak diundang pun kerabat akan datang. Hari ini gak ada kemacetan berarti Jakarta gara-gara pendaftaran. Saya lewat Menteng pun masih biasa, kecuali ada depan KPU memang ada pengalihan lalu lintas," ungkapnya.
Hal itulah yang membuat dirinya yakin dan tambah optimis jika memang Pak Prabowo akan menjadi Presiden Indonesia mendatang. "Jadi, kita optimis ya, kalau dilihat dari sekarang dan sebaliknya. Saya ke mana-mana yang di nanti itu soal Pak Prabowo. Kawan-kawan baru masuk turun dari mobilnya, seperti tadi enggak sengaja di lampu merah kaca saya terbuka, tukang ojek nyamperin, bang, wapresnya bapak Prabowo siapa bang?
Jadi, ini bukan persoalan wapresnya Pak Prabowo sebetulnya, yang lebih dominan Pak Prabowo kapan daftar. Jadi kalau bapak Prabowo daftar Insyaa Allah alam semesta gegap gempita," tandasnya.
Pada kesempatan yang sama, Pengamat Politik Ujang Komarudin mengatakan, kehadiran tiga pasangan Capres-Cawapres atau tiga poros ini tidak akan menjamin juga kondisi keributan dan gesekan yang terjadi di Pemilu 2014, 2019 tidak kembali terjadi. Namun, yang penting adalah menanamkan konsep perbedaan yang berlandaskan Pancasila.
"Sulit untuk menjamin tidak ada keributan di Pemilu mendatang. Akan tetapi kalau kita ingin membangun sebuah kontruksi Pemilu yang berkeadaban ini yang penting. Nah, disinilah fungsi-fungsi elite politik, saya sebagai akademisi untuk membangun ini semua. Dan, saya punya keyakinan dan optimis, masa sih kita akan berkonflik terus," ujarnya.
Oleh karena itu, Ujang menilai, semua punya kesempatan yang sama. Dan, hanya takdir Tuhan dan hanya rakyat yang menentukan soal siapa nanti yang jadi Presiden. "Yang jelas pesta demokrasinya harus kita kawal. Bahwa ini kita harus bahagia, saya juga dari kampus tetap memantau perjalanan demokrasi ini. Dan saya meyakini elite-elite itu punya komitmen bahwa pemilu sebelumnya dengan pemilu yang akan datang itu akan berbeda," pungkasnya. (Asp)