LampuHijau.co.id - Politikus Muhammad Iqbal menghadirkan Sekolah Kebangsaan Pemuda Indonesia (SKPI) di Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan sebagai wadah pemuda dalam menyuarakan aspirasi mereka.
Kehadiran SKPI di Pagar Alam ini diisi dengan diskusi bertajuk “Pemuda Pagar Alam, Mau Apa?”
Muhammad Iqbal selaku Co Founder mengatakan, diskusi ini menjadi ruang bagi anak muda dalam menyampaikan aspirasi dan suara mereka.
“Ini adalah proses deliberatif bagi kami anak muda, bersuara, menyampaikan keresahan, yang selama ini mungkin tersumbat karena minimnya ruang diskusi terbuka,” ujar Muhammad Iqbal yang adalah politisi muda dari Partai Golkar ini.
Baca juga : Polres Subang Siapkan Seluruh Polsek Layani Titip Kendaraan Gratis Bagi Pemudik
Menurutnya, ada beberapa permasalahan yang dihadapi anak muda di Kota Pagar Ala mini.
Pertama, minimnya perhatian dari pemerintah kota dan stakeholders setempat dalam memenuhi kebutuhan anak muda untuk berinovasi dan berkreasi.
Kedua, sempitnya lapangan pekerjaan. Banyak dari pemuda kota yang telah lulus perguruan tinggi sulit memperoleh pekerjaan.
Ketiga, sarana pendukung dan ruang bergerak di sektor kewirausahaan juga minim.
Baca juga : Jelita Callebaut Bersama Ibunya Operasi dan Perawatan di Klinik Bedah Plastik Queen
“Kami mengajak semua pihak untuk bicara bersama merumuskan solusi, memformulasi rancangan program konkret untuk pemberdayaan pemuda kota,” ujarnya..
Ia menegaskan, SKPI akan menjadi wadah bagi seluruh kelompok organisasi kepemudaan untuk merumuskan langkah konkret menjawab semua persoalan mereka dalam berbagai diskusi.
Salah satu peserta diskusi, Ketua Umum HMI Cabang Pagar Alam, Rolam Qanun, mengatakan, Pagar Alam tidak memiliki blueprint pembangunan, sehingga kota itu berjalan tanpa ada arah yang jelas.
Ia berharap para pemuda kota menjadi penggerak perubahan dan pembangunan Kota Pagar Alam sehingga nantinya dilibatkan oleh pemerintah dalam setiap pembangunan.
Baca juga : Wali Kota Ingatkan Tiga Hal Yang Jadi Ruh Pembangunan di Kota Tangerang
Kegiatan diskusi ini diikuti oleh kalangan aktivis di Kota Pagar Alam dari PMII, HMI, IMM, BEM se-Kota Pagar Alam, pegiat media sosial, dan kelompok organisasi lainnya. (WAH)