TNI Jadi Garda Terdepan Cegah Disintegrasi Bangsa

Mantan Dirjen Kesbangpol Kemendagri, Mayjen TNI Purn. A. Tanribali Lamo, S. H. meyakini tidak akan terjadi disintegrasi bangsa.
Selasa, 16 Juli 2019, 15:33 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Ancaman disintegrasi (perpecahan) bangsa pasca Pilpres 2019 mengemuka. TNI dipastikan jadi garda terdepan untuk mencegah disintegrasi bangsa tersebut.

Demikian kesimpulan hasil bincang-bincang Lampu Hijau TheJak (Rakyat Merdeka Grup) dengan mantan Asisten Personalia Kepala Staf Angkatan Darat (Aspers Kasad) TNI, Mayjen TNI Purnawirawan A. Tanribali Lamo, S. H. "Begini ya, soal ancaman disintegrasi bangsa itu, saya kira, Kemenkopolhukam tidak akan tinggal diam. Kemendagri juga tidak akan diam tentu," ujar pensiunan jenderal bintang dua itu.

Di ruang kerjanya, di Kompleks Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Selasa (16/7/2019), pria yang pernah menjadi direktur jenderal kesatuan bangsa dan politik kementerian dalam negeri (dirjen kesbangpol kemendagri) ini berkata, TNI akan jadi garda terdepan.

Baca juga : Parkir Liar di Pancoran Disikat Petugas Sudinhub Jaksel

"TNI akan jadi benteng terakhir mencegah disintegrasi bangsa," ucap peraih tanda kehormatan Bintang Mahaputra Naraya 2104 dari presiden itu.

Pun, lanjut Tanribali, Polri akan menjaga NKRI dari disintegrasi bangsa. "Kalau kita lihat, struktur TNI jelas, Polri juga keduanya tidak akan membiarkan disintegrasi bangsa terjadi," tandas mantan ketua Tim Revisi UU MPR, DPR, DPRD dan DPRD (UU 17 Tahun 2014) itu.

Pria yang pernah menjadi Pjs. (Pejabat sementara) gubernur Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Sulawesi Tengah, dan Papua Barat ini mengatakan, disintegrasi itu harus dilihat secara mendalam. "Artinya, apakah disintegrasi itu nyata atau tidak? Apakah disintegrasi itu merupakan pernyataan rakyat atau orang yang mengaku dirinya sebagai masyarakat pada umumnya," cetus Direktur Utama TMII itu.

Baca juga : Bikin Semrawut, Belasan PKL di Pasar Anyar Tangerang Ditertibkan

Lebih lanjut, pria penerima tanda penghargaan Satya Lencana Wira Karya 2011 dari presiden ini menyatakan, sekarang tidak mudah melakukan disintegrasi. "Kalau saya, tidak mudah. Disintegrasi bangsa itu tidak musah. Selama 74 tahun kemerdekaan, pengalaman bangsa sudah memberi pelajaran. Banyak pemberontakan, tapi alhamdulillah bisa diatasi semua. Dan, setelah itu kita mempertahankan kemerdekaan sampai sekarang," imbuh lulusan Akabri 1974 ini.

Jenderal berkumis tebal yang taat pada ajaran Islam dan gemar mendengarkan murotal Qur'an itu menegaskan, semua anak bangsa mengakui, Pancasila adalah dasar negara. "Sejarah mencatat, tidak ada disintegrasi bangsa yang berhasil di sini. Dan, tidak akan terjadi disintegrasi bangsa menurut saya karena sejarah telah menyelesaikan semua," tegas penerima tanda kehormatan Bintang Jasa Utama 2013 dari presiden itu.

Selanjutnya, jenderal yang pernah bertugas di sejumlah negara ASEAN itu menandaskan, pemerintah dalam hal ini kemendagri otomatis juga akan berjalan mencegah upaya-upaya disintegrasi bangsa. "Dan, Presiden sebagai kepala pemerintahan tertinggi yang  memiliki TNI, Polri dan sruktur pemerintahan yang kuat tentu akan bisa memberikan instruksi demi menjaga NKRI," papar mantan kepala Ajendam Jaya ini.

Baca juga : 918 Napi di Lapas Cikarang Dapatkan Remisi Lebaran

Putra mantan Gubernur Sulawesi Selatan Achmad Lamo itu pun mempunyai pengalaman banyak menangani ancaman disintegrasi dan konflik sosial di masyarakat saat bertugas di Depdagri. "Alhamdulillah, pengalaman saya waktu di depdagri, konflik di masyarakat bisa diatasi semua. Satu kata kuncinya, yaitu buka komunikasi semua pihak. Ajak mereka duduk bersama, beri pemahaman mereka dan intinya buka komunikasi yang baik," urai jenderal yang dikenal murah senyum dan baik hati ini.

Nah, kalau soal perbedaan politik, ucap Tanribali, hal tersebut wajar. "Kita kemarin hampir 10 bulan berkutat pada perbedaan politik. Si A dukung ini, si B dukung itu, nah itu dinamika politik dan bagian dari demokrasi. Sekarang ini kita mungkin perlu waktu untuk cooling down agar semua tenang. Masa depan bangsa ini tidak bisa dipertaruhkan untuk hal-hal sepele. NKRI tetap harga mati," mantan anggota Tim UU Pemda (UU 23/2014) ini mengakhiri pembicaraan. (AGS)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal