LampuHijau.co.id - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mulai bicara politik seusai 40 hari wafatnya sang istri, Ani Yudhoyono. Hal ini diucapkan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan.
Kendati sudah mulai membicarakan politik, namun Hinca mengatakan bahwa pembicaraan politik masih sebatas internal di dalam Partai Demokrat. Selama Ani Yudhoyono menjalani pengobatan di Singapura hingga meninggal dunia, SBY memang menyatakan berhenti sejenak membahas politik.
“Saya sampaikan teman-teman, Pak SBY sudah mulai bisa berdiskusi dengan kami internal. Ada ketua-ketua DPD dan sekretaris se-Indonesia yang memang juga hadir. Kami lanjutkan di hari ini untuk memulai mendiskusikan hal-hal yang berkaitan dengan partai," kata Hinca di Puri Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Baca juga : Soal Politik, Keluarga Mega dan SBY Dipuji
Terkait apakah pembicaraan politik di internal membahas arah partai setelah Pilpres 2019, Hinca belum dapat memastikan. Sebab, sejak Februari hingga saat ini tidak komunikasi secara langsung antara SBY dengan internal partai. Hinca belum bisa menjelaskan pembahasan dengan SBY secara internal itu apakah terkait arah Partai Demokrat pasca-pilpres atau bukan. Yang jelas, lanjutnya, diskusi dengan SBY hanya mengenai internal Partai Demokrat.
“Kita lihat besok. Ini juga baru kesempatan pertama kali Pak SBY bicara dan tentu bicaranya ke dalam dulu, ke kami dulu, kepada seluruh ketua-ketua DPD di seluruh Indonesia untuk memberikan arahan, petunjuk, dan penjelasan," ujarnya.
"Sebab sejak tanggal 2 Februari sampai per hari ini tidak ada komunikasi yang intens secara langsung, karena memang Pak SBY secara fisik mendampingi Ibu Ani sampai tanggal 1 Juni di Singapura,” sambungnya.
Baca juga : Kementerian Desa Diprediksi Jadi Rebutan PKB dan PDIP
Sementara, Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengaku sikap partainya saat ini memang mengarah mendukung pemerintahan presiden dan wapres terpilih, Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin. Meskipun demikian, ia menyebut, semua keputusan Partai Demokrat bergabung ada di tangan Jokowi. "Jadi, tergantung Pak Jokowi," katanya di Jakarta.
Saat ini, Partai Demokrat memang sudah menawarkan program kerja yang bisa diadopsi dalam pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin. Sebanyak 14 program kerja telah ditawarkan. Dengan tegas, Ferdinand mengaku Partai Demokrat siap mengirimkan kader terbaik jika Jokowi memerlukan untuk mengadopsi program kerja Partai Demokrat.
“Di sinilah nanti, apakah Pak Jokowi akan mengajak Demokrat dan mengimplementasikan program yang kita tawarkan. Ada 14 program. Kita menjual program. Kalau mengadopsi dan meminta mendukung, maka Demokrat siap mengirimkan kadernya," ujarnya. (DED)