LampuHijau.co.id - Anggota DPR RI F-PDIP, Masinton Pasaribu mengatakan, setiap partai punya strategi masing-masing untuk bagaimana meraih suara di Pemilu 2024 mendatang, untuk memperebutkan pemilih yang jumlahnya kurang lebih 204 jutaan. Namun, dari 204 juta Daftar Pemilih Tetap (DPT), populasi terbesarnya itu ada di pemilih muda.
"Yang 40 tahun ke bawah, itu ada 110 juta. Artinya bahwa pertarungan itu ke depan adalah ditentukan oleh anak-anak muda. Tentu setiap partai punya strateginya bagaimana mendekati pemilih pemula," tuturnya saat Diskusi Dialektika Demokrasi 'Strategi Partai Politik Berebut Kursi Parlemen' di Media Center, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/7/2023).
Menurutnya, hal ini seiring tantangan zaman, di mana perkembangan dunia juga dan kehidupan masyarakat itu juga berubah sangat cepat. Arus informasi menjadi sangat cepat di mana peristiwa dan kejadian bisa diketahui melalui teknologi.
Baca juga : Wakil Ketua DPRD Depok: Pemakaman Milik Pemda Direncanakan Gratis Retribusi
"Artinya, bagi kami PDI Perjuangan, kita harus adaptif dengan itu. Dan alhamdulillah, PDIP secara manajemen keorganisasian membenahi itu terus-menerus. Karena berpartai ini kan bukan hanya ramai menjelang pemilu, tapi berpartai itu ya day to day adalah aktivitas politik,"' terangnya.
Kemudian saat ditanya terkait Piala Dunia U20 yang kemarin gagal digelar lantaran ada penolakan, di mana salah satu gubernur yang menolak adalah Ganjar Pranowo (Capres PDIP). Masinton menjelaskan, yang ramai itu adalah goreng-gorengan politik saja. Sementara hasil survei dari berbagai lembaga survei diklaimnya pemilih muda tetap banyak yang memilih Ganjar.
"Terkait apa yang disampaikan Mas Ganjar tentang Piala Dunia U20 kemarin, yang ramai malah goreng-gorengannya aja itu di sosial media. Bahkan, dukungan anak muda di berbagai hasil survei tetap mengarah ke Mas Ganjar sebagai calon presiden yang akan dipilih," tandas politisi PDI-P ini.
Baca juga : Safari Ramadhan di Tanjungsiang, DPC PDI Perjuangan Subang Gelorakan Salam Pancasila
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Gede Pasek Suardika mengatakan, partainya sebagai pendatang baru memilih seperti kapal selam. Di mana nanti saat dibutuhkan dan tiba saatnya akan muncul dipermukaan.
"Banyak pakar politik, bahkan lembaga survei yang beranggapan kita sebagai partai kecil yang tidak diperhitungkan, dan sebagai pelengkap saja. Seperti yang pernah saya ungkapkan dulu di tempat ini juga, saya katakan bahwa PKN berangkat awal menjadi kapal selam dulu," ujarnya.
Kini, setelah PKN muncul ke permukaan, mendapat nomor urut 9 sebagai peserta Pemilu 2024. Pasek mengatakan, tugasnya sudah selesai dan akan menyerahkan nahkoda kapal kepada Anas Urbaningrum.
Baca juga : Anggota PPK Diminta Bersinergi untuk Wujudkan Suksesnya Pemilu 2024
"Kini tugas saya sudah selesai, dan akan saya serahkan ke Anas Urbaningrum sebagai nahkoda kapal yang berikutnya. Untuk apa? Untuk ikut berkompetisi berlayar bersama kapal-kapal yang lain yang mungkin lebih canggih-canggih. Namun paling tidak, nahkodanya canggih juga lah walaupun kapalnya belum bagus-bagus amat," pungkasnya. (Asp)