Bamsoet Berharap Sekolah Politik Perempuan ICMI Bisa Munculkan Capres Perempuan di Pemilu 2024

Ketua MPR Bambang Soesatyo. (Foto: ist)
Kamis, 6 Juli 2023, 14:01 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengatakan, dengan adanya sekolah politik perempuan yang diselenggarakan oleh Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) bisa meneruskan apa yang telah diwariskan oleh R.A. Kartini. Bahkan, dirinya berharap, akan muncul dan lahir Calon Presiden (Capres) perempuan untuk Pemilu 2024 mendatang.

"Saya sih, berharap akan lahir dan muncul Capres perempuan dengan adanya sekolah politik perempuan yang diselenggarakan oleh ICMI ini," ujarnya saat ditanya lampuhijau.co.id, setelah menghadiri acara Sosialisasi 4 Pilar MPR RI dan Launching Sekolah Politik Perempuan ICMi, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (6/7/2023).

Menurutnya, apa yang diperjuangkan melalui kehadiran organisasi Perempuan ICMI, sejatinya memiliki rujukan nilai kesejarahan yang telah diwariskan oleh R.A. Kartini, tentang emansipasi, kesetaraan dan keadilan gender, serta tentang pentingnya pendidikan bagi kaum hawa.

Baca juga : Survei Warna Institute: Kaum Perempuan Ingin Airlangga Jadi Presiden di 2024

"Dalam benak Kartini, perempuan adalah 'pembentuk peradaban', yang akan menentukan nasib dan masa depan sebuah bangsa. Semua pemikiran besar Kartini, tidak terkerdilkan oleh pendeknya usia kehidupan yang ia jalani, yang tidak lebih dari seperempat abad lamanya," tutur pria yang akrab disapa Bamsoet ini.

Lebih lanjut Bamsoet mengatakan, seiring waktu perjuangan kesetaraan dan keadilan gender telah merasuk pada berbagai dinamika kehidupan kebangsaan. Sejalan dengan arus paradigma peradaban global, kaum perempuan pun telah menjalankan peran sebagai mitra sejajar kaum pria.

Namun, pertanyaan yang mengemuka kemudian, bagaimana wajah perempuan Indonesia saat ini, setelah lebih dari satu abad mewarisi pemikiran besar Kartini? "Kita bersyukur, bahwa dalam kurun waktu antara tahun 2017 hingga 2022, Indeks Pemberdayaan Gender Indonesia (sebagai salah satu tolok ukur keadilan dan kesetaraan gender), terus mengalami peningkatan. Data BPS mencatat Indeks Pemberdayaan Gender tahun 2017 mencapai skor 71,74, dan pada tahun 2022 meningkat menjadi 76,59.

Baca juga : KIB Ungkap akan Ada Kejutan, Pengamat: Bisa Mengenalkan Capres dan Mitra Koalisi Baru

Kenaikan Indeks Pemberdayaan Gender tersebut, juga tercermin dari kenaikan tingkat partisipasi perempuan dalam parlemen, yang dari tahun ke tahun cenderung terus mengalami peningkatan. Misalnya pada tahun 1999 baru mencapai 9 persen; kemudian meningkat menjadi 11,8 persen pada tahun 2004. Capaian tersebut kembali meningkat pada tahun 2009 menjadi 18,3 persen, namun sedikit menurun tahun 2014 menjadi 17,3 persen. Pada tahun 2021, capaian ini kembali meningkat menjadi 21,9 persen. Meskipun kita mensyukuri peningkatan angka partisipasi perempuan dalam parlemen. Namun, capaian tersebut belumlah mencapai target yang kita harapkan, yaitu sebesar 30 persen," ungkap Bamsoet.

Sementara belum optimalnya angka keterwakilan perempuan di parlemen, mengisyaratkan pentingnya upaya pemberdayaan perempuan, agar dapat memanfaatkan berbagai bentuk dukungan dan keperpihakan yang diberikan bagi kaum perempuan dengan lebih optimal.

"Oleh karena itu, tema yang diangkat oleh DPP Perempuan ICMI pada hari ini menjadi sangat relevan dan kontekstual, yaitu Optimalisasi Peran Perempuan dalam Perspektif Politik Jelang 2024," pungkas pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal