Hasil Survei Warna Institute: Airlangga Hartarto Capres Pilihan Perempuan

Menko Perekonomian sekaligus Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto. (Foto: net)
Rabu, 28 Juni 2023, 11:54 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Warna Institute menggelar survei bertajuk "Preferensi dan Rasionalisasi Pilihan Politik Kaum Perempuan pada Pemilu 2024". Survei dengan peserta kaum perempuan warga negara Indonesia yang tersebar di 34 provinsi, dengan jumlah 2.200 orang.

Sebesar 67,7 persen dari 2.200 kaum perempuan yang jadi responden pernah ikut memberikan suaranya di Pemilu 2019, sementara 32,3 persen pemilih pemula. Pengambilan sample survei mengunakan metode multistage random sampling, dan hasil penelitian ini memiliki confidence level sebesar 95 persen, serta margin of error kurang lebih 2,09 persen. Survei dilakukan periode 10-22 Juni 2023.

Direktur Eksekutif Warna Institute Frika Faudilah menjelaskan, hasil penelitian pihaknya menyatakan bahwa 80,6 kaum perempuan tidak suka dengan gaya kampanye relawan relawan bakal capres yang isinya politik identitas dan saling mendiskreditkan bakal capres lainnya. Lalu, sebanyak 86,7 persen tidak menyukai bakal capres yang ambisius dan hanya pencitraan. Namun, sebanyak 87,8 persen responden menyukai dan menerima tokoh yang punya rekam jejak kinerjanya yang berdampak pada ekonomi keluarga, kaum perempuan.

Dari keempat tokoh yang dipilih oleh kaum perempuan, hasilnya di antaranya Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, Anies Baswedan dan Airlangga Hartarto. Airlangga dinilai 54,9 persen responden, bahwa program dan kinerjanya selama menjabat Menko Perekonomian paling berpengaruh positif terhadap kehidupan ekonomi keluarga mereka. Sementara 11,8 persen menyatakan mereka merasakan kinerja dan program Prabowo Subianto sebagai Menhan.

Kemudian sebanyak 5,3 persen kaum perempuan menyatakan merasakan pengaruh dari program dan kinerja Ganjar Pranowo selama menjadi Gubernur Jawa Tengah. Dan 3,4 persen kaum perempuan menyatakan merasakan kinerja dan program Anies Baswedan selama menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Berita Terkait : Tidak Jalankan Hasil Rapimnas, Airlangga Hartarto Dilaporkan ke Dewan Etik Partai Golkar

"Sedangkan sebanyak 24,6 persen tidak menjawab," ujar Frika kepada wartawan, Rabu (28/6/2023).

Selain itu, survei juga menilai sosok yang dianggap mampu menggantikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang diharapkan oleh kaum perempuan. Sebanyak 70,6 persen menginginkan presiden yang mampu mengelola perekonomian nasional. Sehingga berdampak bagi tingkat pendapatan dan kesejahteraan keluarga mereka.

Sebanyak 12,6 persen responden menginginkan presiden yang tegas dan berani, serta sebanyak 7,7 persen menginginkan presiden yang merakyat, dan sebanyak 9,1 persen tidak menjawab.

Frika menjelaskan, sebanyak 59,8 persen responden ingin presiden berlatar belakang sipil dan sebanyak 21,8 persen menginginkan presiden berlatar belakang militer/polisi, kemudian sebanyak 19,4 persen tidak mempermasalahkan latar belakang presiden. Lalu, sebanyak 67,9 persen tidak mempermasalahkan presiden tidak berkeluarga atau punya istri atau suami. Dan sebanyak 32,1 persen kaum perempuan menyatakan presiden harus punya istri atau suami. Sementara sebanyak 1 persen tidak menjawab.

Adapun jika pilpres digelar hari ini, hasilnya nama Airlangga Hartarto paling tinggi tingkat keterpilihannya, yakni sebesar 37,9 persen. Kemudian disusul Prabowo sebanyak 20,8 persen, Ganjar Pranowo 10,8 persen, dan sebanyak 6,8 persen responden memilih Anies Baswedan. Selebihnya, memilih tokoh lainnya, dan sebanyak 23,7 persen tidak menjawab.

Berita Terkait : Survei LSI: Airlangga Hartarto Capres Alternatif Terkuat

"Golkar 21,1 persen, PDIP 18,3 persen, Gerindra 17,9 persen, Demokrat 12,8 persen, PKB 5,3 persen, PKS 4,9 persen, Nasdem 4,3 persen Perindo 4,1 persen, PPP 2,9 persen, PAN 2,2 persen, dan parpol lain digabungkan sebanyak 4,8 persen. Sisanya tidak memilih sebanyak 1,4 persen," jelas dia.

Menanggapi hasil survei Warna Institute, Pengamat Ekonomi Politik Universitas Andalas, Fajri Muharja mengatakan, hal ini merupakan langkah positif bagi Airlangga Hartarto untuk maju sebagai capres Pemilu 2024. Pemilih perempuan yang saat ini mendukung Airlangga sebagai presiden, karena bukti kerja nyata dan posisi Ketua Umum Golkar itu sebagai Menko Perekonomian, yang bersinggungan langsung dengan kaum perempuan.

"Pengalaman di bidang ekonomi menjadi daya tarik bagi Airlangga untuk mendongkrak ekonomi masyarakat," kata dia.

Menurut dia, kaum milenial dari perempuan juga harus menjadi perhatian Golkar, lantaran bisa menambah suara Airlangga di Pilpres 2024. "Sebagai capres alternatif, Airlangga pasti bisa menang untuk mengalahkan calon-calon presiden lainnya. Kekuatan Airlangga dalam ekonomi itu menjadi modal sebagai presiden pilihan masyarakat," jelasnya.

"Membangun citra positif dan modal ekonomi sebagai kekuatan Airlangga menang jadi presiden," imbuhnya.

Berita Terkait : Jadikan Indonesia Superpower Baru, Anis Matta: Harus Buat Satu Penyesuaian Sistem Pendidikan

Sebelumnya, Dewan Pertimbangan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi menilai, presiden harus memahami ekonomi. Kemampuan itu, kata dia tak dimiliki calon-calon presiden yang ada.

"Melihat dari tiga bakal calon, di antaranya Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan Anies Baswedan, saya lihat sebagian besar bukan orang yang mengerti ekonomi betul," tandasnya pada Jumat (18/6/2023). (Yud)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal