Aktivitas Haram Bi Haram Jelang Pemilu 2024, Arsul Sani: Halal Bi Halal Jalur Penting untuk Saling Menghormati

Diskusi Empat Pilar MPR dengan tema "Halal Bi Halal Mampu Memperkuat Rasa Kebangsaan" Di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/5/2023). (Foto: ist)
Rabu, 24 Mei 2023, 17:24 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Wakil Ketua MPR RI H. Arsul Sani mengatakan, saat ini menjelang Pemilu 2024 sedang tumbuh aktivitas haram bi haram. Pasalnya, banyak orang yang senang mem-posting di medsos itu hal yang negatif dari orang yang tidak didukungnya atau bukan jagoannya.

"Hal tersebut ditandai di hp saya itu ada kalau WA grupnya ada sekitar 60-an, ada beberapa WA grup yang para member-nya ini senang Haram Bi Haram. Jadi, kenapa kok senang Haram Bi Haram? Karena ada orang-orang atau kelompok yang pilihannya Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, Prabowo. Dan biasa kalau kemudian posting, bukan kemudian mengangkat yang positif atau yang dianggap unggul dari apa yang menjadi jagoannya, tetapi yang diangkat itu adalah hal yang negatif.

Hal yang dipersepsikan jelek tentang capres lainnya yang dia tidak dukung. Itulah yang saya sebut mengapa sekarang ini, dan Saya kira dalam beberapa bulan ke depan, masih akan terus tumbuh ya situasi Haram Bi Haram," tuturnya dalam diskusi Empat Pilar MPR RI, dengan tema, 'Halal Bi Halal Mampu Memperkuat Rasa Kebangsaan', di Media Center MPR/DPR/DPD RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/5/2023).

Baca juga : Sosialisasi Pemilu 2024, PPK Sawangan Sasar Pemilih Pemula di SMA Muhammadiyah

Oleh sebab itu, menurut Arsul Sani, sebagai bagian dari elemen masyarakat yang sehat, maka kita harus kembalikan masyarakat kita di tahun politik ini dalam rangka menghadapi Pemilu 2024 nanti ke jalur yang halal bi halal. Dijelaskannya, jika melihat sejarahnya halal bi halal ini juga memang ada urusannya dengan politik.

"Kalau saya diceritai oleh kyai-kyai NU itu dulu diciptakan oleh Kyai Wahab Hasbullah, salah satu pendiri NU, untuk mengumpulkan para alim ulama, para kyai yang berikhtilaf, berbeda pendapat, dan berbeda pendapatnya karena masing-masing memiliki otoritas, dan susah ketemu.

Kyai Wahab Hasbullah ya, untuk mengakhiri ini, maka menciptakan satu bentuk silaturahmi anjangsana, itu dengan istilah baru yaitu halal bi halal supaya semua yang ada pada saat itu yang hadir bisa kemudian saling menghalalkan," terang politisi yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PPP ini.

Baca juga : Persiapan Pilkada 2024, PAN Akan Gaungkan Neng Farah untuk Subang

Halal bi halal ini, ditegaskan Arsul, dalam arti saling menghalalkan perbedaan pendapat. "Artinya, kemarin-kemarin kita berselisih, berbeda pendapat, berbeda pandangan itu, kita akhiri dengan semangat bukan untuk kemudian menjadi satu atau menjadi sama. Tetapi kalaupun berbeda pendapat itu kita tetap saling menghormati," tandasnya.

Sementara pada kesempatan yang sama, Peneliti Ahli Utama BRIIN Prof. R Siti Zuhro menilai, halal bi halal akan sangat bermakna bila dilakukan sebagai arena silaturahmi. Tidak hanya sekedar ajang maafkan, tapi merupakan refleksi konkret rasa persatuan nasional, dan kesadaran saling membutuhkan sebagai makhluk sosial. Sehingga dalam menyongsong Pemilu 2024, rasa kebangsaan semestinya ditumbuhkan secara positif.

"Jadi, tolong Pak Prabowo, Mas Ganjar, Mas Anis, dan calon-calon wakil presiden, tapi siapapun yang muncul, tolong itu dikuatkan. Bahwa Pemilu tidak dapat dipisahkan dari bagian untuk merawat kemajemukan bangsa dan persatuan nasional. Karena Pemilu berdampak signifikan terhadap Indonesia, baik pemerintah maupun rakyat, khususnya rakyat. Pemilu disyaratkan menaati empat konsensus dasar kebangsaan dan mengikuti undang-undang terkait Pemilu," tuturnya.

Baca juga : Silaturahmi Para Elite Politik Jelang Pemilu 2024, Pengamat: Pesan yang Baik bagi Publik untuk Berkompetisi Secara Sehat

Untuk itu, halal bi halal dapat semakin mendekatkan hubungan antar sesama dan menjauhi rasa saling curiga. "Halal bi halal bisa menjadi ajang untuk meningkatkan trans building, atau membangun rasa percaya antar sesama umat Islam dan antar Muslim dengan nonmuslim," pungkasnya. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal