LampuHijau.co.id - Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Bara Hasibuan merespons peluang Partai Gerindra dalam mendapatkan kursi kabinet. Menurutnya, secara ideal harus ada check and balance.
Baca juga : Sekjen PD Pastikan Tak Ada Kongres Luar Biasa
“Ya memang seharusnya idealnya dalam demokrasi itu ada check and balances, prinsipnya begitu ya," tutur Bara di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.
Baca juga : DPC Partai Demokrat Kota Cirebon Tolak Wacana KLB Gantikan SBY
Ia memahami persoalan kabinet menjadi hak Joko Widodo (Jokowi) memutuskan sebagai pemimpin utama koalisi. Begitu pun kalau Jokowi merasa perlu memperkuat koalisi dengan mengajak partai lain.
Baca juga : Pertama Kalinya, Warga Blok Empang Pluit Adakan Pemilihan RT/RW
"Saat bersamaan pemerintah juga ingin ada kekuatan yang kuat, mayoritas, majority based di dalam parlemen itu juga penting. Ada pertimbangan-pertimbangan lain, bukan hanya soal jumlah kekuatan atau jumlah kursi. Indonesia ini kan banyak faktornya kan, kita nggak bisa secara simple melihat misalnya kursi 60 persen, tapi ada faktor-faktor lain, sosial, identitas politik, segala macam," terang Bara.
Ia menambahkan, kemampuan untuk memerintah memang harus didukung dengan basis yang kuat di parlemen. Sebab, bila pemerintahan kuat maka akan efektif dalam bekerja. "Tapi tetap saja memang kontrol itu tetap perlu ada. Kontrol itu bisa dari parlemen, dari pers, dari media," ucap Bara. (ASP)