Menyakitkan, Pildun U-20 Sirna dari Indonesia, DPR: Mereka yang Berkomitmen Justru Mencabut Komitmennya

Rabu, 5 April 2023, 04:36 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengatakan, semua anggota Komisi X menyesali dicabutnya status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U20.

Terkait dengan Timnas Israel, seharusnya sejak kita menawarkan diri sebagai tuan tumah sudah memperhitungkan dengan cermat segala kemungkinan yang terjadi. Menurutnya, yang paling disesali adalah mereka yang sudah berkomitmen di awal, justru mencabut komitmen tersebut.

"Terkait dengan kesertaan tim Israel untuk hadir di Indonesia, itu memang tentu saja ada pro kontranya. Yang kita sesalkan adalah sejak awal gitu ya, ketika kita menawarkan diri untuk ikut bidding, tentu kita sudah harus memperhitungkan dengan cermat kemungkinannya apa? Pasti ada saja possibility Israel dalam prakualifikasi masuk.

Baca juga : IMF Puji Ekonomi Indonesia, INDEF: Tetap Waspada, Bisa Menjalar ke Indonesia

Kemudian ternyata kita melihat bahwa sebagian dari tokoh-tokoh publik tidak menyetujui. Dan yang paling disesalkan adalah mereka yang justru sudah berkomitmen atau menandatangani, dalam hal ini pemerintah daerah, kemudian mencabut komitmen tersebut," tutur politisi wanita dari Partai Golkar ini dalam diskusi Dialektika Demokrasi dengan tema 'Nasib Timnas Indonesia Usai Batal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20', di Media Center, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/4/2023).

Lebih lanjut ia mengatakan, jika kita ingin memberikan dukungan pada perjuangan rakyat Palestina, apakah harus dengan mundur dari komitmen kita? "Karena itu adalah sesuatu yang sangat merugikan diri kita sendiri. Sekarang Timnas kita sendiri yang mendapat kerugian, dan kita tidak mendapat apa-apa, Itu yang paling menyesalkan," terangnya.

Bahkan, Hetifah menilai, ini suatu kesalahan konyol. Namun, nasi sudah menjadi bubur, dan ini menjadi pelajaran untuk ke depannya. "Antara kesempatan yang ada dan manfaat yang bisa kita raih dengan mudharatnya apabila Timnas Israel hadir ke sini itu, sebetulnya sangat jauh. Jadi, sekarang nasi sudah menjadi bubur. Ya sudah, pelajarannya apa? Yang penting, bagaimana kita ke depan berusaha meminimalisir kemungkinan-kemungkinan negatif yang terjadi akibat dari keputusan-keputusan yang tidak kita inginkan," tandasnya.

Baca juga : Atasi Wabah PMK di Indonesia, Pimpinan MPR Minta Bantuan Australia

Pada kesempatan yang sama, Pengamat Sepakbola Tommy Welly mengungkapkan perasaan yang sama. Bahkan, pria yang akrab disapa Bung Towel ini mengungkapkan potensial sanksi dari FIFA yang akan diterima Indonesia dan akan membuat masa depan sepak bola kita gelap.

"Kalau Saya sangat terbuka kemungkinan sanksi dari FIFA, karena di media release kan dikatakan potensial sanksi. Jadi, sangat mungkin dan kalau itu terjadi yaitu yang menurut Saya menjadi masa depan sepak bola atau olahraga kita menjadi gelap," ujarnya.

Pasalnya, menurut Bung Towel, event paling dahsyat atau ultimate itu Piala Dunia. Di mana secara nilai, tontonan, secara rating paling tinggi mengalahkan Olimpiade. "Jadi, barangnya FIFA ini memang paling mahal, dia jual paket itu dengan FIFA Under 20, Under 17.

Baca juga : Buat Manjakan Gamer di Indonesia, HP Keluarin Laptop Gaming Omen 15

Dalam sejarah Republik ini, dan mungkin dalam sejarah PSSI sejak 1930, Soeratin Sosrosoegondo. Ini harusnya kita membuat sejarah bagi negeri ini, bagi bangsa ini bahwa Piala Dunia mampir dan kita bisa selenggarakan. Meski itu di level U20 enggak masalah, karena kalau level yang senior itu kan memang masih menjadi miliknya negara-negara yang secara mainstream adalah kekuatan sepak bola tradisional dunia, masih menjadi miliknya mereka. Dari fakta itu adalah bahwa ini event paling ultimate, barang yang dahsyat," jelasnya.

Kini, hasilnya sudah kita tahu bahwa Piala Dunia U-20 akhirnya dicabut dari Indonesia. "Ini tentu pasti mengecewakan, menyakitkanlah bagi rakyat bola Indonesia, karena levelnya, level yang sangat luar biasa event ini. Ini event yang sungguh istimewa, lalu jaraknya hanya tinggal kurang lebih 50 harian, jadi kalau kita hitung drawing 31 Maret ke kick off 20 Mei, itu jaraknya 50 hari.

Ya, pasti menyakitkan, apalagi buat adik-adik kita, anak-anak kita Timnas U-20, itu sangat menyakitkan, karena impian pelaku bola, impian pemain bola, pelatih adalah tim nasional dan main di Piala Dunia. Dan itu sudah di depan mata mereka hanya 50 hari, dan itu sirna gitu lho," pungkasnya. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal