LampuHijau.co.id - Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi menyoroti pembangunan skywalk di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Dia menilai, jembatan penyeberangan yang dibangun oleh Dinas Bina Marga DKI Jakarta itu tidak diminati oleh pejalan kaki.
Hal itu diungkapkan Parsetio Edi Marsudi saat membuka kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kota Jakarta Selatan, di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Kamis (16/3/2023). "Itu skywalk, mohon maaf, itu enggak ada orang yang naik," kata Prasetio.
Prasetio mengungkapkan, biaya pembangunan skywalk yang digelontorkan dari APBD DKI sangat besar. Dia pun menyebut biaya pembangunan skywalk tersebut tidak taktis dan terkesan hanya membuang-buang anggaran.
Baca juga : Pengemis Tajir Terjaring di Kebayoran Baru, Petugas Temukan Uang Belasan Juta
"Pembiayaannya besar, istilahnya itukan buang buang duit," kata dia.
Karena itu, dirinya meminta agar Pemerintah Kota Jakarta Selatan lebih fokus dalam penggunaan anggaran musrenbang. Selama ini, kata dia, seluruh SKPD gampang diberikan anggaran. Sehingga penggunaan anggaran banyak yang berantakan.
"Ini saya minta kepada lurah camat supaya fokus anggaran. Sekali lagi fokus anggaran," pintanya.
Baca juga : Kunjungi Pasar Balige-Toba, Ketua DPR RI Cek Harga Telur yang Masih Tinggi
Pembukaan musrenbang tingkat kota Jakarta Selatan ditandai dengan pemukulan gong sebanyak lima kali oeh Pj. Gubernur DKI Heru Budi Hartono. Heru didampingi oleh Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi dan Wali Kota Jakarta Selatan Munjirin.
Sementara Wali Kota Jakarta Selatan Munjirin mengatakan, kegiatan musrenbang ini tindak lanjut dari usulan warga yang dibahas dalam rembuk RW yang diteruskan ke musrenbang kelurahan dan kecamatan. Tercatat, dari 574 RW yang melaksanakan rembuk RW, dihasilkan sebanyak 2.613 usulan, yang terdiri dari 2.022 usulan fisik, 130 nonfisik, dan 461 usulan barang.
Setelah dilaksanakan Sidang Kelompok dan Sidang Pleno dalam Musrenbang Kecamatan, lanjutnya, disepakati 1.417 usulan yang diterima. Kemudian 118 usulan akan dikerjakan tahun 2023, dan 1.077 usulan belum dapat terkakomodir sesuai dengan rekomendasi dari tim teknis maupun hasil kesepakatan (kelayakan teknis, syarat administrasi, dan urutan prioritas).
Menurut Munjirin, usulan kegiatan terbanyak yaitu terkait soal perbaikan saluran, jalan, pencahayaan kota, cermin lalu lintas dan speed bumb. Sedangkan untuk UKPD yang paling banyak menerima usulan adalah Sudin Sumber Daya AIr (SDA), Bina Marga, Perhubungan, Pemuda dan Olahraga, dan Sudin Perumahan.
"Untuk usulan langsung yang disampaikan melalui website e-musrenbang sampai dengan tanggal 14 maret 2023, terdapat 1.359 usulan, sedangkan untuk hasil reses DPRD di Jakarta Selatan sebanyak 1.992 usulan," kata Munjirin. (RBN)