Target Ekonomi 5,3% di 2023 Mudah Dicapai, Anggota Komisi XI DPR: tapi Sejauh Mana Kualitas Pertumbuhannya?

Anggota Komisi XI DPR, Kamrussamad. (Foto: ist)
Kamis, 23 Februari 2023, 20:07 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Anggota Komisi XI DPR, Kamrussamad mengatakan, terkait target pertumbuhan ekonomi tahun 2023 sebesar 5,3 persen, yang ditetapkan oleh pemerintah dan DPR, cukup realistis dan akan mudah dicapai.

"Yang menjadi pertanyaan besar itu adalah sejauh mana kualitas pertumbuhan ekonomi tersebut? Dia juga mempertanyakan 50,8% konsumsi yang digerakkan oleh konsumsi rumah tangga," ujarnya dalam diskusi bertajuk 'Membedah pertumbuhan ekonomi di tengah ancaman resesi', di Gedung DPR, Kamis (23/2/2023).

Sedangkan di sisi lain, dia percaya bahwa hilirisasi industri akan menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi. Apalagi kalau pembangunan smelter untuk pengolahan bahan mentah berbagai komoditas tambang juga bisa dipercepat.

Baca juga : Kata Kunci Biaya Haji Sudah Ditemukan, Anggota Komisi VIII DPR RI: Akan Ditetapkan Malam Ini

"Inilah sebetulnya yang ingin kita dorong kepada pemerintah, supaya ini segera diimplementasikan,” tegasnya.

Kamrussamad pun mengaku mendukung larangan ekspor bahan mentah. “Bauksit dilarang untuk ekspor, bijih besi dilarang untuk ekspor dan seterusnya, tapi perlu transmisi kebijakannya di tingkat lokal yang melibatkan pengusaha lokal dengan skema yang baik,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Pengamat Ekonomi Drajat Wibowo mengatakan, di tingkat global kemungkinan ada resesi. Hal ini karena dampak perang antara Rusia dan Ukraina juga masih berlangsung sejak hampir satu tahun tanpa solusi perdamaian.

Baca juga : Revisi UU ITE, Anggota Komisi I DPR: Harus Lebih Baik, Relevan, dan Berkomitmen

Akan tetapi, kata Lektor Kepala (Associate Professor), Perbanas Institute, Jakarta, salah satu penyangga ekonomi nasional untuk menghindari resesi dengan negara berpenduduk terbesar keempat dunia, masih tetap pada daya beli masyarakat. Dia juga melihat kondisi perpolitikan nasional juga akan kondusif pada tahun ini meski sebagian kalangan ada yang meragukannya.

“Saya kira peluang Indonesia untuk terkena resesi pada tahun 2023 ini lebih kecil dari peluang untuk terkena resesi karena faktor konsumsi yang masih tinggi,” ujarnya.

Hanya saja, Drajat mengakui, pertumbuhan ekonomi diprediksi masih akan berjalan lebih lambat dari perkiraan. "Pertumbuhan ekonomi Malaysia yang sudah mencapai di atas delapan persen, meski sebelum masa pademi Covid-19. Angka pertumbuhan itu tidak terlalu berbeda dengan Indonesia di kisaran 5 persen," pungkasnya. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal