Golkar Genjot Medsos untuk Raih Dukungan, Pengamat: Ciptakan Efek Tak Langsung

Ketum Golkar Airlangga Hartarto. (Foto: net)
Rabu, 22 Februari 2023, 03:44 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Politikus Parta Golkar Emanuel Melkiades Laka Lena mengungkapkan, partainya akan menggenjot pemanfaatan media sosial (medsos) untuk lebih menjangkau para pemilih muda.

"Ketum Airlangga Hartarto sebagai pendorong utama revolusi 4.0 di Indonesia terus mendorong penggunaan digital dalam pengelolaan partai, dalam berbagai urusan. Juga penggunaan medsos dalam menyapa, menjelaskan kinerja, dan menggalang dukungan dari konstituen," tutur politisi yang akrab disapa Melki ini, di Jakarta, Selasa (21/2/2023).

Kendati demikian, Golkar juga tidak akan membiarkan pemilih lama. Menurut Melki, Golkar telah menyiapkan dua strategi untuk merespons segmen pemilih lama maupun baru. Golkar juga tidak akan membuat pembedaan dan akan tetap mewadahi keduanya.

Baca juga : Ketum Golkar Airlangga Hartarto Suarakan Politik Santun, Pengamat: Perkuat Nilai Kebangsaan

"Ini adalah perpaduan menjaga, merawat yang lama dan juga menjangkau, serta mengajak yang baru terlibat menjadi pemilih Golkar. Tentu dengan berbagai macam program sesuai dengan ideologi Partai Golkar yang berbasiskan Pancasila dan doktrin Karya Kekaryaan," ungkapnya.

Melki pun menilai, partainya berada di rel yang tepat di bawah komando Ketum Airlangga Hartarto untuk memenangi Pemilu 2024, baik Pilpres maupun Pileg. "Kami percaya bahwa semua upaya Partai Golkar yang dipimpin Pak Airlangga Hartarto bisa mengoptimalkan 2 pendekatan tersebut untuk bisa memenangkan Pemilu 2024," pungkasnya.

Sementara Pengamat Budaya dan Komunikasi Digital dari Universitas Indonesia (UI) Firman Kurniawan mengatakan, Parpol masih perlu membangun strategi kampanye di dunia maya. “Media sosial memiliki karakter sebagai media yang berjejaring. Artinya, unggahan yang disebarluaskan oleh media ini, walaupun tak diakses langsung oleh target khalayaknya tetap mampu merembes, mempengaruhi konstituen bahkan yang kurang melek sosial,” katanya, Selasa (21/2/2023).

Baca juga : Golkar Dilirik, dan Manuver Politik PDIP, Pengamat: Masih Sangat Cair dan Belum Jelas

Firman menambahkan, konstituen dalam kategori ini terpengaruh secara tak langsung lewat perbincangan atau alih medium dari media sosial ke media media lainnya. "Unggahan-unggahan dari media sosial tetap dapat membangun pengaruh yang luas, kepada khalayak,” jelas Firman.

Menurutnya, media sosial akan memberikan pengaruh yang luas, dan melengkapi media konvensional. “Jadi, dalam praktiknya, khalayak yang kurang melek media sosial tetap disentuh media sesuai kecenderungan pilihannya (media preference). Dan media sosial tetap difungsikan, walaupun tidak jadi media utama, untuk menciptakan efek tak langsung," tandas Firman.

Sebelumnya, survei Litbang Kompas mengungkapkan, tak sampai seperempat dari konstituennya yang menjadikan media sosial sebagai pilihan utama. Sama halnya dengan mereka yang cenderung memilih berita daring sebagai pilihan utama, yakni sebesar 4 persen. Jika dibandingkan, angka tersebut jauh di bawah jumlah para pemilih Golkar yang lebih suka media tradisional, seperti koran dan TV, di kisaran 64 persen.

Baca juga : Golkar Fokus Mengapitalisasi Keberhasilan Airlangga, Pengamat: Tonjolkan Keunikannya Juga

Berdasarkan hasil survei Litbang Kompas yang dilakukan pada 25 Januari-4 Februari 2023 itu juga mengungkapkan, mayoritas pemilih Partai Golkar belum melek media sosial atau medsos. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal