LampuHijau.co.id - Kasus Gagal Ginjal Akut Pada Anak atau Gagal Ginjal Akut Pada Anak (GGAPA) kembali muncul dan terulang kembali. Saat ini, dua kasus GGAPA terpantau di wilayah DKI Jakarta. Satu kasus meninggal dunia dan satu kasus lagi masih suspek.
Menyoroti hal ini, Wakil Ketua Komisi IX DPR kurniasih Mufidayati mengungkapkan, Komisi IX akan segera membentuk Panitia Kerja (Panja) dan menggelar rapat dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada pekan depan untuk membahas hal tersebut.
"Kami akan segera gelar rapat dan mem bentuk Panja guna membahas kasus gagal ginjal akut pada anak yang kembali muncul. Ini harus diatasi dari Hulu ke Hilir, dan jangan lagi ini terulang menjadi misteri. Misteri ini harus terungkap," tuturnya dalam diskusi Dialektika Demokrasi 'Kasus Gagal Ginjal Akut Pada Anak Muncul Lagi', di Media Center MPR/DPR/DPD RI, Senayan, Jakarta, Kamis (9/2/2023).
Untuk itu, dia meminta kepada BPOM agar benar-benar serius melakukan investigasi. Jika memang ternyata benar pasien mengonsumsi obat-obatan sirup yang sudah masuk daftar aman oleh BPOM, pihaknya akan meminta pertanggungjawaban itu dari BPOM.
"Maka jika benar mengonsumsi obat yang masuk daftar aman BPOM, kita minta pertanggungjawaban dari BPOM untuk kembali memastikan apakah semua obat yang beredar di pasaran itu benar-benar aman? Tolong, ini menyangkut nyawa anak-anak, bukan main-main," tegas Kurniasih.
Menurutnya, jika kemunculan kembali kasus GGAPA dengan pola konsumsi obat sirup penurun panas yang sama seperti kasus-kasus sebelumnya, maka pasti terjadi kebocoran pada salah satu prosesnya.
Sedikit bercerita, bahwa belum lama para orang tua korban GGAPA mencari keadilan hingga ke DPR RI. Ia pun berharap, semua stakeholder tidak lagi melakukan kelalaian yang menyebabkan masyarakat menjadi korban.
"Baru saja para orang tua ini mencari keadilan bukan hanya untuk mereka tapi agar orang tua lain tidak mengalami apa yang telah mereka rasakan. Kini justru muncul kembali dua kasus di tempat yang paling dekat dengan kita, harus bergerak cepat, lakukan invesitasi dan jangan ditunda-tunda, karena ini menyangkut nyawa," tandas Politisi PKS ini.
Pada kesempatan yang sama, dr. M. Syahril, Juru Bicara Kemenkes RI mengatakan, semua harus bekerja sama sesuai dengan tupoksinya dalam mengatasi kasus ini. "Pengawasannya memang tidak gampang, tapi tetap harus dilakukan. Kita harus lebih berhati," ujarnya.
Baca juga : Hepatitis Akut Anak Muncul, DPR: Pemerintah Harus Bisa Produksi Vaksin dalam Negeri
Selain itu, ia mengatakan, masih mencari penyebab dari kasus ini. Namun, jika dari kasus yang terbaru ini diduga setelah mengonsumsi obat sirup Praxion, maka Kemenkes bersama BPOM gerak cepat untuk menarik peredaran jenis Obat tersebut.
"Kami umumkan untuk sementara waktu jenis obat Praxion untuk ditarik dari peredaran dan dihentikan penggunaannya," tegas Syahril.
Sementara Dewan Pakar IAKMI Dr. Hermawan Saputra menilai, munculnya kasus GGAPA terbaru akibat dari belum tuntasnya penyelidikan pada kasus-kasus sebelumnya, dan komunikasi publik yang lemah. "Kalau Kemenkes punya Jubir, tapi tidak dengan BPOM. Mudah-mudahan teman-teman BPOM mendengar ini, karena terkait nasib anak-anak sebagai penerus bangsa. Regulasinya juga perlu diperkuat, peran pemerintah, di sini Kemenkes dan BPOM," pungkasnya. (Asp)