Semua Posisi Koalisi Masih Sama, Pengamat: Justru KIB yang Paling Solid

Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) disebut pengamat sebagai koalisi paling solid dari koalisi lainnya saat ini. (Foto: net)
Senin, 30 Januari 2023, 21:14 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) menyatakan, akan mengadakan pertemuan pekan ini. Pertemuan Golkar, PAN, dan PPP itu diagendakan akan membahas sosok Calon Presiden (Capres) yang bakal diusung oleh KIB.

Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif PARA Syndicate Ari Nurcahyo menilai, semua koalisi masih dalam posisi setara. Dikatakannya, masing-masing koalisi belum mempunyai kandidat resmi untuk dicalonkan sebagai Capres-Cawapres dalam kontestasi 2024.

"Saya melihatnya kalau koalisi yang lain sudah punya kandidat, tapi kan belum resmi. Dalam arti, koalisi-koalisi ini sebenarnya sama posisinya, baik KIB, Koalisi Perubahan, Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya. Sama-sama punya jago, tapi sebenarnya masih semi, masih belum," tegas Ari Nurcahyo, Senin (30/1/2023).

Namun dari semua koalisi yang ada, Ari menilai, justru KIB yang mempunyai modal besar berupa kesolidan. Dimana KIB sejak awal dibentuk selalu mengedepankan politik gagasan, program, dan meneruskan legasi Jokowi. "Posisi sekarang justru kalau dari kesolidan koalisi, KIB yang paling solid. Karena dari awal KIB tidak berbicara soal kandidat Capres-Cawapres, tapi programatik bagaimana melanjutkan Pak Jokowi," terangnya.

Baca juga : Selamat! Kadinkes dr Maxi Terpilih Sebagai Ketua IDI Cabang Subang

Oleh sebab itu, menurut Ari, KIB harus mengedepankan kriteria Capres-Cawapres dalam pertemuan ke depan. Selain itu, KIB juga patut memunculkan citra koalisi.

"Nah, saya pikir pertemuan minggu depan ini lebih membahas kriteria-kriteria yang semakin pasti, bahwa sebenarnya posisinya semestinya KIB harus mem-branding," tegas Ari.

Citra sebagai koalisi penerus Jokowi harus dikedepankan. KIB harus memperkuat citra itu dan menyosialisasikan ke publik. Hal itu juga sebagai pembeda dari koalisi lain yang mengeklaim diri sebagai koalisi antitesa Jokowi.

"Kalau Koalisi Perubahan itu 'antitesa Jokowi', KIB harus punya branding bahwa melanjutkan Pak Jokowi dengan semua legasinya. Branding ini yang perlu di-announce ke publik. Sehingga siapa pun nanti, tinggal ditarik ke Capres-Cawapres," tandasnya.

Baca juga : Selain Ekspor dan Hilirasi, Pemerintah Harus Perhatikan Industri yang Belum Pulih

Pada kesempatan berbeda, Ketua DPP PPP Achmad Baidowi mengatakan, pertemuan KIB minggu ini merupakan rangkaian persiapan tahapan Pemilu. “KIB yang terdiri dari Golkar PAN PPP masih solid sampai hari ini. Bahkan dalam minggu minggu ini mau diadakan pertemuan,” ungkap Baidowi, Senin (30/1/2023).

Sebelumnya Plt. Ketum PPP Mardiono mengatakan hal yang sama, KIB akan melakukan pertemuan dalam minggu ini. Ketiga pemimpin parpol, Ketum Golkar Airlangga Hartarto, Plt. Ketum PPP Mardiono, dan Ketum PAN Zulkifli Hasan akan memulai pembahasan tentang Capres dari masing-masing parpol.

“Kan sudah ada pematangan tentang tokoh-tokoh nanti yang layak kita usung oleh masing-masing partai politik. Oleh masing-masing partai koalisi," ujar Mardiono, beberapa waktu lalu.

Seperti diketahui, sesuai hasil Munas Golkar, Ketum Airlangga Hartarto adalah Capres dari parpol berlambang pohon beringin tersebut. Sedangkan PPP menyebut sejumlah nama seperti Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubenur Jawa Barat Ridwan Kamil, yang juga kader partai Golkar.

Baca juga : Golkar Konsisten Usung Airlangga Capres, Pengamat: KIB Tak Mudah Terpengaruh Hasil Survei

Di sisi lain, Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (Gerindra-PKB), dan Koalisi Perubahan (Nasdem, Demokrat, PKS) juga telah bergerak dan menyatakan kesolidan. Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya membentuk sekretariat bersama, sedangkan Demokrat resmi menyatakan dukungannya mendukung Anies Baswedan sebagai Capres yang juga diusung NasDem. (Asp

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal