Banyak Menteri Bakal Nyapres, Pengamat: Tingkat Kepuasan Publik Terhadap Pemerintah Jadi Modal Kampanye

Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto, salah satu menteri yang digadang-gadang bakal nyapres di Pemilu 2024. (Foto: ist)
Jumat, 6 Januari 2023, 06:54 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Peneliti Pusat Riset Politik-Badan Riset dan Inovasi Nasional (PRP-BRIN) Aisah Putri Budiatri (Puput) mengungkapkan, kepuasan publik terhadap Pemerintahan Joko Widodo bisa menjadi modal kampanye bagi para Menteri yang akan berlaga di Pilpres 2024. Menurut Puput, tidak masalah ketika menteri menggunakan hasil survei tersebut untuk menjadi modal utama dalam kampanye Pilpres 2024.

"Tentu tidak salah jika kemudian Pemerintah, Presiden, dan menteri menggunakan hasil survei itu untuk menunjukkan gigi hasil kerja mereka. Apalagi dalam konteks kepemiluan," katanya, di Jakarta, Kamis (5/1/2023).

Puput mengungkapkan, pihak yang berkompetisi dalam pemilu adalah para politisi. Catatan hasil kerja dan pengalaman, termasuk hasil survei kepuasan publik seperti ini tentu umum digunakan.

"Program yang dijalankan pun, jika memang diinginkan publik dan mendapatkan kepuasan tinggi publik, dapat menjadi ikon dari figur menteri/presiden itu, dan dijanjikan sebagai program lanjutan lagi jika terpilih atau menang pemilu," terangnya.

Baca juga : Bawaslu Temui Menteri Agama Bahas Masalah Pencegahan Politik Praktis Kampanye di Tempat Ibadah

Sekadar informasi, hasil survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan, 71,3% masyarakat puas dengan kinerja Pemerintahan Jokowi. Alasan responden puas didominasi oleh kebijakan pemerintah memberikan bantuan kepada rakyat kecil (41,2 %), disusul oleh kebijakan pembangunan infrastruktur jalan (24,4%). Artinya, kepuasaan publik terdongkrak oleh sektor ekonomi.

Meski demikian, Puput menegaskan, hal yang penting adalah tidak berhenti pada tataran survei. Harus ada evaluasi lebih jauh atas program tersebut.

"Termasuk misalnya sejauh mana menyelesaikan akar masalah di masyarakat, sejauh mana perencanaan dan implementasinya efektif, serta apa yang masih harus dilakukan dan dikembangkan dari program yang sudah ada," tandasnya.

Sebelumnya, di Kabinet Indonesia Maju kini ada sejumlah menteri yang digadang-gadang untuk berkompetisi di Pilpres 2024. Yakni Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang sejak periode kedua Pemerintahan Jokowi mengorkestrasi tim ekonomi kabinet.

Baca juga : KIB Prioritaskan Airlangga, Pengamat: Pantas, Karir dan Kinerjanya Cemerlang

“Airlangga dengan kebijakan, saya melihat bagaimana pasca kenaikan BBM banyak sekali upaya yang dilakukan Menko Perekonomian. Untuk melihat misalnya terkait dengan masyarakat yang terdampak, mendapatkan perhatian,” kata Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Trisakti Trubus Rahardiansyah, Kamis (5/1/2023).

Selain Airlangga, juga ada Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno.

Tetapi, Trubus mengimbau, agar para tokoh politik yang berada di dalam Pemerintahan Presiden Joko Widodo tidak mengeluarkan kebijakan yang penuh kepentingan.

“Memang saya melihat bahwa, orang-orang dan tokoh-tokoh yang masih duduk di Pemerintah akan ikut berkompetisi di 2024. Itu memang mempengaruhi dalam pengambilan kebijakan, karena bagaimanapun juga mereka-mereka full kepentingan. Tentu terkait bagaimana mendulang suara, paling tidak istilahnya mencari dukungan konstituen,” jelas Trubus.

Baca juga : Tingkat Kepuasan Publik Menurun, Pengamat: Pemerintah Harus Fokus Kendalikan Harga Pangan

Dengan kapasitas mereka sebagai pembantu presiden, dikatakan Trubus, mereka bisa mengambil kebijakan yang populer dan tentunya menguntungkan bagi rakyat. “Bagaimana kemudian membangun semacam publik trust sehingga kepemimpinannya dianggap yang paling afdol, layak, paling diterima publik, paling punya kapasitas, kompetitif,” tambahnya.

Karena itu, ia meminta para tokoh pemerintahan, yang juga elite partai, untuk mengutamakan kepentingan rakyat ketimbang golongan. “Karena saya melihat mereka yang masih bercokol di pemerintahan, cenderung diposisikan membuat kebijakan yang menguntungkan kelompok tertentu. Menurut saya, yang kemudian mereka itu akan memperoleh semacam perhatian dan mau mendukung segala kebijakannya,” pungkas Trubus. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal