LampuHijau.co.id - Membelotnya arah dukungan kader elite Partai Golkar yang juga keponakan Wapres Jusuf Kalla, Erwin Aksa ke pasangan capres-cawapres, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, menuai kecaman dan desakan agar dijatuhi sanksi berat. Yang mengejutkan, kata politisi senior Partai Golkar Fadel Muhammad, ternyata tidak hanya Erwin Aksa yang membelot.
Fadel mengungkapkan, banyak kader Partai Golkar yang mengikuti langkah Erwin Aksa terkait dukungan pada Pilpres 2019. Namun, lanjut Fadel, para kader tersebut tidak mau terlalu terang-terangan demi menjaga kondusifitas di internal Partai Beringin. "Saya tidak mengatakan banyak sekali. Tapi banyak, ada beberapa yang saya tahu, tapi (mereka) tidak mau terbuka karena menghargai PG-nya, taat asas terhadap PG (Partai Golkar),” kata Fadel saat dihubungi wartawan, kemarin.
Hal ini, menurut Fadel, berbeda dengan keputusan Erwin Aksa yang secara terang-terangan menyampaikan dukungannya kepada Prabowo-Sandi. Anehnya, Fadel tidak setuju jika keputusan Erwin Aksa tersebut langsung direspons cepat oleh DPP Golkar dengan memberikan sanksi.
Baca juga : Wow, Efek Sabu Bisa Bikin Bercinta Jadi Lebih Liar
Menurutnya, DPP harus memangil terlebih dahulu Erwin untuk diminta klarifikasi atas keputusan yang ditempuh. "Ya harus memanggil saudara Erwin Aksa untuk klarifikasi.
Apakah dia masih tetap di partai atau tidak? Karena bagaimanapun komitmen atau keputusan partai harus dihargai, harus dijaga. Kalau dia sudah tidak mau di Golkar dia menanggalkan semuanya ya sudah, itu kebebasan orang per orang,” tutur Fadel. Meski demikian, menurut calon anggota DPD RI ini, Erwin tak seharusnya secara terang-terangan mendukung pasangan nomor urut 02.
Berbeda dengan Fadel, Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily justru menyatakan sikap Erwin Aksa akan terancam dengan dijatuhkannya sanksi akibat mendukung pasangan Prabowo-Sandi.
Baca juga : Deni Rahayu Anak Ideologis Dedi Mulyadi Ajak Warga Subang Menangkan Jimat-Aku
Sebab, kata dia, keputusan Erwin telah bertolak belakang dengan kebijakan Partai Golkar untuk mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019 ini. "Sesuai dengan mekanisme internal partai, nanti yang bersangkutan akan dipanggil dan dimintai klarifikasi soal dukungannya tersebut," kata Ace saat dihubungi wartawan, kemarin.
Melihat hal itu juga, Wakil Ketua Komisi VIII DPR ini mengatakan Erwin terancam diberikan sanksi Majelis Etik karena terindikasi telah keluar dari kebijakan yang telah ditentukan partai. "Setiap kader sama di mata organisasi dalam hal mentaati kode etik partai. Jika memang tidak mentaati kebijakan partai, maka seharusnya kita sanksi organisasi," papar Ace.
Akan tetapi, Jubir Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf ini meyakini, dukungan Erwin Aksa tidak akan mempengaruhi suara jagonya di Pilpres 2019. "Saya kira tidak ya. Itu kan pribadi Mas Erwin. Kan Pak Jusuf Kalla dan seluruh koleganya yang tergabung dalam Jenggala Center, Lembang Sembilan dan lain-lain sudah menyatakan dukungan secara terbuka terhadap Pak Jokowi-Kiai Ma’ruf. Mereka sudah bekerja di lapangan untuk memenangkan pasangan kami," tandas Ace.
Baca juga : Imigrasi Jakarta Pusat akan Tindak Para Pencari Suaka dan Pengungsi yang Berulah
Dikonfirmasi terpisah, Jubir BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade menyatakan, dukungan Erwin Aksa kepada Prabowo-Sandi sangat signifikan untuk mendongkrak suara. Menurut Andre, dukungan Erwin Aksa kepada Sandiaga Uno khususnya, sudah sejak Pilgub DKI saat berpasangan dengan Anies-Sandi. "Beliau (Erwin) pendukung loyal. Semoga ini sinyal baik untuk kemenangan Prabowo-Sandi," kata Andre di Jakarta, kemarin. (DED)