LSI Denny JA Ungkap 4 King Maker, Pengamat: Negosiasi Ulang Pembentukan Koalisi Capres 2024 akan Terjadi

Ketum Golkar Airlangga Hartarto, salah satu menteri yang kerap dipuji Presiden Joko Widodo. (Foto: ist)
Kamis, 22 Desember 2022, 08:54 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Lingkar Survey Indonesia (LSI) Denny JA memproyeksikan empat pimpinan partai politik bakal menjadi King Maker atau penentu peta politik pada Pilpres 2024. Mereka adalah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. Namun, keempatnya itu disebut-sebut akan menghadapi dilema karena berbagai kepentingan.

Menanggapi hal itu, Pengamat Politik dari Universitas Indonesia (UI) Cecep Hidayat menilai, dilema yang terjadi pada keempatnya sebagai dinamika menjelang masa pendaftaran pasangan Calon Presiden-Wakil Presiden di Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada November 2023 mendatang.

Menurutnya, masing-masing partai politik saat ini masih memasang tawaran tertinggi untuk bisa maju sebagai Capres. Akan tetapi seiring waktu, daya tawar posisi tersebut akan dihadapkan pada proses negosiasi untuk mencari dukungan.

"Ini kan hanya untuk daya tawar politik di awal. Jadi, semuanya memasang ingin jadi Capres. Tapi, nanti seiring dengan waktu, menjelang pertengahan 2023 akan terjadi negosiasi ulang," tutur Cecep, Rabu (21/12/2022).

Baca juga : Golkar Pinang Kang Emil, Pengamat: Untuk Menangkan Jabar, dan Tetap Capreskan Airlangga

Menurut Cecep, hal itu memungkinkan terjadi ketika melihat karakter koalisi partai politik di Indonesia tidak mendapati landasan yang kuat untuk menjadi koalisi permanen. "Karena koalisi di Indonesia ini koalisi yang tidak permanen. Tidak terlalu ketat," ungkapnya.

Ia pun menilai, tidak tertutup kemungkinan sosok yang saat ini disebut-sebut sebagai bakal Capres malah tidak berhasil ikut serta dalam Pilpres 2024. Pasalnya, akan ada kontemplasi internal dalam tubuh partai dalam menentukan untung-rugi dalam sebuah kontestasi dan peluang terbesar untuk menang Pilpres.

"Di situ akan ada kontemplasi internal. Mereka akan melihat popularitas di masyarakat," terangnya.

Namun, Cecep menegaskan, masih ada waktu untuk para King Maker dalam menjajaki dan meramu negosiasi yang diharapkan. Sehingga akhirnya mereka akan realitis dalam penempatan posisi.

Baca juga : Soal JakPro, Pengamat: Perlu Penanganan Komprehensif

"Mereka akan realistis pada akhirnya, melihat hasil survei dan kecenderungan. Maulah nanti dilamar jadi Cawapres atau Menko," pungkasnya.

Sementara Direktur Eksekutif Algoritma Aditya Perdana, mengatakan bahwa di atas semua itu ada Presiden Joko Widodo. “Kalau King Maker yang disebut di survei adalah mereka yang punya parpol, Ketua Umum, sehingga mereka ada kesempatan untuk mencalonkan diri sebagai Capres dari partai. Tapi, yang dilupakan adalah Pak Jokowi, sebagai Presiden, dan punya pengaruh, bukan hanya di Istana tetapi juga di koalisi,” tuturnya, Rabu (21/12/2022).

Sedangkan hasil survei LSI Denny JA itu dianggap akan atau tidak meneruskan spirit Presiden Joko Widodo (Jokowi). Maka sosok Airlangga, Megawati, dan Prabowo paling mungkin untuk melanjutkan ‘Jokowi’s Legacy’. Lantas siapa yang mendapat ‘endorse’ penuh dari Presiden Jokowi?

"Kalau posisi Pak Jokowi jelas ketika sampai nanti ada capres yang disahkan KPU, di situlah peran-peran politik yang dimainkan,” tandas Aditya yang juga dosen di Universitas Indonesia (UI) ini.

Baca juga : KIB Ungkap akan Ada Kejutan, Pengamat: Bisa Mengenalkan Capres dan Mitra Koalisi Baru

Sebelumnya, Presiden Jokowi kerap melempar pujian kepada sejumlah Ketum Partai yang juga menteri di kabinetnya. Misalnya, dia menyebut sosok Ketum Golkar dan Menko Perekonomian Airlangga sebagai pemimpin dengan pengalaman, juga memuji Ketum Gerindra atau Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal