LampuHijau.co.id - Diketahui, Ketua Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Mahfud MD, dan politisi PDIP Adian Napitupulu yang santer disebut bakal mendapat posisi menteri di Kabinet Kerja Jokowi. Ternyata Sandiaga Uno dan adik Prabowo Subianto yakni Hashim Djojohadikusumo disinyalir juga ikut terlibat.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Priyo Budi Santoso menegaskan kabar itu bohong atau hoaks. "Sudah ada penjelasan bahwa itu hoaks," tegasnya saat dikonfirmasi wartawan, kemarin.
Mantan politisi Partai Golkar itu mengatakan, informasi tersebut sudah dipaparkan langsung oleh mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut. "Beliau (Sandiaga) akan tetap di posisi bersama Pak Prabowo, memimpin pergerakan yang sesuai dan dimungkinkan menurut Undang-Undang," tandas Priyo.
Baca juga : Ahok Cocok Jadi Mendagri di Kabinet Jokowi Nanti, Setuju?
Maraknya pemberitaan itu, ternyata membuat kuping Sandiaga Uno panas. Pria berlatar belakang pengusaha ini pun langsung angkat bicara. "Jangan terpengaruh dengan isu-isu negatif yang beredar bahwa tim kita sudah tidak solid. Harapannya juga rumor-rumor yang beredar bahwa Pak Hashim ditunjuk jadi menteri ataupun saya ditunjuk jadi menteri pemberdayaan wanita itu jangan terlalu dihiraukan, tetap fokus pada proses pengawalan kita," ujar Cawapres 02 dalam video BPN yang berjudul ‘Kabar Indonesia Menang’, yang diterima awak media, kemarin.
Dalam video itu, Sandiaga memberikan pernyataan didampingi oleh Hashim, bersama Ketua Tim Hukum Prabowo-Sandi dan anggotanya, Bambang Widjojanto dan Denny Indrayana. Sandiaga juga mengimbau kepada relawan dan pendukungnya, untuk mengawasi proses sidang kedua perselisihan hasil pemilihan umum yang digelar di Mahkamah Konstitusi pada Selasa (18/6/2019) di rumah masing-masing. “Terus mendukung kami dengan doa dan bisa mengawal proses ini dengan menonton televisi di rumah atau nobar. Kita saksikan tahapan selanjutnya dari MK," katanya.
Sandiaga mengajak pendukungnya tetap fokus pada proses pengajuan sengketa pilpres dan menunggu hasil dari MK. Dia percaya, majelis hakim akan memberikan putusan yang adil. "Kita ber-husnudzon bahwa majelis hakim hanya takut pada Allah Subhanahu Wa Taala. Proses ini akan terus berlanjut untuk memastikan bahwa pemilu kita, demokrasi kita bisa berlangsung jujur dan adil," tandas Sandiaga.
Baca juga : Dua Pakar Hukum Tata Negara Kawal Tim Hukum Prabowo-Sandiaga Gugat ke MK
Dikonfirmasi terpisah, TKN Jokowi-KH Ma’ruf Amin meminta kubu 02 tidak gede rasa terlebih dahulu karena sering disebut mendapat kursi menteri. Lebih baik, kata pihak TKN, segera lakukan pertemuan antara Prabowo dengan Jokowi terlebih dahulu.
“Ketemu saja belum dengan Partai Gerindra kok sudah merasa ditawari kursi menteri di kabinet. Lebih baik silaturahmi aja dulu, seperti yang dilakukan Pak AHY dan Pak Zulkifli Hasan, Ketua Umum PAN,” seru Jubir TKN Ace Hasan Syadzily saat dikonfirmasi wartawan, kemarin.
Pertemuan dan silaturahmi itu, ucap politisi Partai Golkar ini, dibutuhkan untuk meredam suasana. “Supaya suasana menjadi adem dan penuh dengan kesejukan. Apalagi saat momen Lebaran seperti ini,” saran Ace.
Baca juga : Kirana Larasati Kemenangan Jokowi-Maruf, Kemenangan Bangsa
Akan tetapi, dia mengingatkan, kendati sudah bertemu dan bersilaturahmi sekalipun bukan berarti menjadi ajang bagi-bagi jabatan atau kursi. “Silaturahmi itu tak harus dimaknai politik. Silaturahmi ini, kata ajaran agama, membawa keberkahan. Tak harus dikait-kaitkan ke politik,” tandas Ace.
Sebelumnya, Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW) Neta S. Pane menyebut, Sandiaga Uno diproyeksikan akan masuk ke dalam kabinet Jokowi. Ia mengaku mendapat informasi jika kubu 01 dan 02 di Pilpres 2019 akan berekonsiliasi. "Karena proses rekonsiliasi sedang berlangsung. Kita dapat informasi A1, sebagai rekonsiliasi itu cawapres 02 akan masuk ke kabinet 01," ungkap Neta. (DED)