Survei LSI: Elektabilitas Airlangga Naik, Membuka Peluang Menang di Pilpres 2024

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. (Foto: ist)
Sabtu, 17 Desember 2022, 09:41 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Laboratorium Suara Indonesia (LSI) kembali melakukan survei tentang Preferensi dan Persepsi Masyarakat Jika Pemilu Digelar Hari terhadap Parpol dan Tokoh bakal Capres.

Direktur Eksekutive Laboratorium Suara Indonesia Albertus Dino, S.Fil mengatakan, metode riset ini dilakukan dengan memperoleh informasi-informasi dan data sebagai basis analisis persoalan. Riset ni menggunakan metode field study yang dimaksudkan untuk mengumpulkan data primer melalui wawancara mendalam (indepth interview) dengan institusi dan stakeholders yang relevan.

"Metode ini memiliki kelebihan, yaitu pada kemampuannya untuk menggali detail aspek-aspek partisipasi dan preferensi masyarakat dalam pemilu pada 2024. Meski dengan metode yang ketat, namun harus diakui sangat dimungkinkan bahwa ada dimensi-dimensi persoalan yang tak terekam dengan baik. Ini artinya ada keterbatasan daya jangkau melaui studi ini," ujar Albertus, Sabtu (17/12/2022).

Sementara profil informan, responden informan atau responden penelitian ini terdiri dari masyarakat yang telah memenuhi persyaratan sebagai wajib pilih yaitu telah berumur 17 tahun dan atau telah menikah. Hasil penelitian ini memiliki confidence level 95 persen dan confidence interval 2,12 persen, yang diambil dari 1070 kecamatan di 34 provinsi di Indonesia dengan memperhatikan keseimbangan jumlah pemilih di setiap kecamatan pada pemilu 2019. Penelitian ini dilakukan sejak tanggal 23 November sd 8 Desember 2022.

Hasil penelitian terkait Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Masyarakat Dalam Pemberian Suara jika pemilu legislatif 2024 digelar hari ini, sebanyak 4,6 persen menyatakan dipengaruhi oleh visi-misi partai politik, dan 27,3 persen dipengaruhi oleh pemberian uang atau bingkisan lain sedangkan 37,2 persen, karena memiliki kesamaaan etnik dengan caleg dan capres. Sebanyak 20,8 persen meyatakan karena dipengaruhi faktor memiliki kesamaan keyakinan agama/golongan kepercayaan dengan caleg dan sebanyak 10,1 persen disebabkan oleh faktor lain-lain.

Sementara terkait Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Masyarakat Dalam Pemberian Suara Pada Pilpres 2024 jika digelar hari ini, hasilnya sebanyak 12,7 persen atas kesamaan partai politik yang dipilih dengan tokoh bakal capres yang diusung kemudian sebanyak 55,6 persen tertarik dengan karya-karya masa lalu tokoh bakal capres /prestasi dan kinerja yang sudah dirasakan masyarakat.

Dan sebanyak 10,2 persen menyatakan akan memilih bakal capres jika diberi uang/hadiah dari tim sukses pemenangan capres/cawapres, sebanyak 10,8 persen karena kesenangan/simpati pada tokoh bakal capres dan sebanyak 10,7 persen karena faktor-faktor lain/tidak menjawab.

Dia menambahkan, kriteria bakal capres di Pilpres 2024 yang diinginkan oleh masyarakat terekam dalam penelitian ini. Yaitu sebanyak 81,3 persen masyarakat menginginkan capres yang be visible, yakni kandidat bisa memiliki reputasi baik di mata pemilih bila ia mampu tampil di depan publik, menciptakan komunikasi dua arah dengan pemilih, familiar dan bersahabat dengan publik. Lalu sebanyak 89,4 persen masyarakat menginginkan capres yang be authentic, yakni reputasi positif yang dimiliki oleh seorang kandidat capres karena ia mampu mewujudkan apa yang menjadi harapan dari pemilihnya.

Baca juga : Bukan Adu Kekuatan Identitas Kelompok, Capres Harus Kedepankan Politik Gagasan di Pilpres 2024

"Reputasi positif yang dimiliki bukan terletak pada image yang dibuat-buat atau pencitraan, tetapi terletak pada sikap dan tindakannya. Ia bukan hanya seorang komunikator yang baik tetapi juga seorang pelaksana yang baik, dalam artian apa yang dijanjikan selalu ditepati dan kebijakan yang diambilnya selalu mempertimbangkan kepentingan banyak orang," jelasnya.

Kemudian, sebanyak 87,2 persen menginginkan capres yang be consisten, yakni apa yang diucapkan selalu dilaksanakan. Dalam artian, ia bukan hanya seorang yang pandai berbicara atau pandai berpidato tetapi dia juga adalah seorang perancang sekaligus pelaksana program yang mempengaruhi kehidupan masyarakat menjadi lebih baik.

Sementara jawaban dari 2.160 Informan/responden tentang preferensi pilihan masyarakat terhadap ideologi partai politik menurut hasil temuan cenderung memilih partai politik berideologi nasionalis religius 46,2 persen di tempat pertama sebagai top of mind, kemudian disusul nasionalis 36,4 persen dan religius 10,1 persen di urutan selanjutnya sebanyak 7,3 persen partai politik berideologi nasionalis sosialis.

Dari hasil temuan penelitian tentang preferensi dan persepsi masyarakat jika pemilu digelar hari, maka Partai Golkar menjadi partai yang paling banyak dipilih sebagai top of mind dengan tingkat keterpilihan sebesar 14,7 persen disusul oleh PDI Perjuangan 13,3 persen, Gerindra 12,8 persen, PKB 5,2 persen , Demokrat 4,8 persen, Nasdem 4,3 persen, PKS 4,3 persen, PAN 2,1 persen, PPP 1,8 persen dan parpol lainnya 6,2 persen. Sedangkan yang tidak menjawab atau memilih 30,5 persen.

Dia menambahkan, dari hasil temuan penelitian ini tersebut tentang preferensi dan persepsi masyarakat jika pemilu digelar hari ini dengan mengunakan pertanyaan tertutup, di mana 2.160 informan atau respoden diberikan kertas kuisoner yang berisi nama nama partai politik dan diminta untuk memilih dan alasan memilihnya, maka hasilnya dari preferensi dan persepsi masyarakat menempatkan parati GOLKAR ditempat pertama dengan dipilih sebanyak 17,6 persen.

Kemudian diurutan kedua PDIP 16,2 persen ,disusul kemudian Gerindra 15,7 persen , PKB 6,3 persen Demokrat 5,6 persen ,PKS 4,8 persen , Nasdem 4,6 persen , PAN 3,4 persen , PPP 2,9 persen , partai lainnya 7,2 persen ,sedangkan yang tidak memilih 16,1 persen Lebih lanjut, hasil penelitian elektabilitas tokoh di mata masyarakat apabila pemilu presiden dilaksanakan hari ini (top of mind), menempatkan pada pilihan tertinggi yaitu Airlangga Hartarto dengan 12,8 persen, Prabowo Subianto 11,3 persen, dan Puan Maharani 10,1 persen. Ini disebabkan oleh alasan responden bahwa ketiga tokoh tersebut paling punya kesempatan paling besar dan paling mungkin diusung oleh Golkar, Gerindra, dan PDI Perjuangan.

Sedangkan yang memilih Ganjar Pranowo sebanyak 9,7 persen karena memang suka dan terpengaruh dari terpaan pemberitaan di medsos dan media mainstream, sementara yang memilih Anies Baswedan sebanyak 8,5 persen karena Anies Baswedan sudah ada partai yang mendeklarasi Anies Baswedan sebagai capres dan masifnya gerakan Anies Baswedan dan relawannya turun ke masyarakat untuk sosialisasi.

Kemudian di urutan berikutnya ada nama Muhaimin Iskandar 2,8 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 2,7 persen, Erick Thohir 2,1 persen dan Sandiaga Uno 1,8 persen dan yang tidak memberikan pilihan sebanyak 38,2 persen.

Baca juga : Survei LKPI: Publik Pilih Airlangga karena Punya Prestasi Pulihkan Ekonomi

Kemudian, hasil Penelitian Elektabilitas Tokoh Di mata Masyarakat Apabila Pemilu Presiden Dilaksanakan Hari Ini, dengan simulasi tertutup, didapatkan hasil dengan peringkat pertama Airlangga Hartarto yang dipilih oleh 20,7 persen responden, sedangkan di peringkat kedua ada nama Prabowo Subianto yang dipilih oleh 19,3 persen responden, dan ketiga ada Puan Maharani yang dipilih oleh 12,2 persen respoden, Ganjar Pranowo yang dipilih oleh 9,9 persen responden.

Selanjutnya ada nama Anies Baswedan yang dipilih oleh 7,6 persen responden, Andika Perkasa yang dipilih 6,2 persen responden, Muhaimin Iskandar 2,9 persen, Agus Harimurti Yudhoyono yang dipilih 2,6 persen responden. Selanjutnya ada nama Erick Thohir 2,2 persen, Sandiaga Uno 1,9 persen dan terakhir yang tidak memilih 13,2 persen responden.

Berikut alasan Alasan 2160 memilih tokoh sebagai Presiden ke-8 RI:

• Alasan utama mereka memilih Airlangga Hartarto karena Indonesia butuh keberlanjutan pembangunan yang sudah dijalankan Jokowi dan perbaikan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat untuk mengurangi angka kemiskinan akibat dampak pandemi Covid yang diperkirakan akan tetap memepengaruhi kinerja Ekonomi Nasional Pasca Jokowi, serta dampak krisis global tahun 2023 yang akan berdampak juga ke perekonomian nasional Alasan utama mereka memilih Prabowo Subianto.

Pertama tegas berwibawa dan memiliki ketaatan dan konsisten terhadap garis politiknya saat berkoalisi dengan pemerintahan Jokowi. Memilih Ganjar Pranowo dengan alasan karena Ganjar Pranowo sering bermedsos dalam menjalankan pemerintahan sebagai Gubernur Jateng. Memilih Andika Perkasa dengan alasan menginginkan Capres dari kalangan Militer yang masih muda dan punya pengalaman. Memilih Anies Baswedan dengan alasan menginginkan Capres yang terafiliasi dengan Gerakan 212 dan dekat dengan FPI.

Memilih Puan Maharani dengan alasan kesamaan pilihan parpol dan dekat dengan PDI Perjuangan. Memilih Muhaimin Iskandar dengan alasan kedekatan dengan NU. Memilih Agus Harimurti Yudhoyono dengan alas an sebagai pemilih SBY pada pemilu yang lalu. Memilih Erick Thohir dengan alasan wajah dan Namanyaterpampang di ATM bank bank BUMN. Memilih Sandiaga Uno dengan alasan Didukung Ijtima Ulama untuk Pilpres 2024.

Menanggapi hasil survei Laboratorium Suara Indonesia (LSI) yang memunculkan Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto sebagai capres terkuat 2024, pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Ujang Komaruddin mengatakan bahwa elektabilitas Airlangga naik, karena adanya kerja keras yang dilakukan Airlangga sebagai Menko Perekonomian dan tim suksesnya.

Ujang mengungkapkan, jika adanya survei lain yang memenangkan tokoh lain itu menjadi perbandingan saja. Meskipun Airlangga menang di survei LSI itu bisa menjadikan timses Golkar bekerja lebih keras lagi.

Baca juga : Survei PSI: Masyarakat Pilih Presiden Yang Punya Prestasi

"Soal survei lain yang memunculkan tokoh lain, tapi bukan berarti Airlangga tidak kuat, justru survei LSI ini berikan bukti Airlangga masih kuat sebagai Capres pilihan masyarakat," kata Ujang kepada wartawan, Jumat (16/12/2022).

Menurut dia, adanya survei LSI yang menaikkan elektabilitas Airlangga, hal itu menjadi nilai positif bagi Partai Golkar untuk tetap konsisten memenangkan Airlangga sebagai capres 2024. "Adanya survei LSI yang mengunggulkan Airlangga sebagai capres terpilih, maka ini nilai positif bagi Golkar, maka Golkar terus konsisten untuk memenangkan Airlangga sebagai Capres 2024," ucapnya.

Selain itu, kata dia, dengan adanya dukungan masyarakat itu merupakan modal Airlangga Hartarto maju bersama KIB untuk menang Pilpres 2024. Pengamat politik dari Universitas Mulawarman Sonny Sudiar menilai bahwa sekalipun Airlangga dalam survei LSI menjadi tokoh yang memiliki elektabilitas tertinggi, namun masih harus dilengkapi dengan dukungan Koalisi Indonesia Bersatu ( Golkar, PAN, PPP).

"Ya, harus ada dukungan dari KIB untuk tetap solid mengusung capresnya dari internal KIB," kata dia.

Menurut dia, Prabowo juga unggul di survei lain, tetap juga masih harus berkoalisi dengan partai politik lain untuk bisa menang di Pilpres 2024. Karena juga dia belum memenuhi syarat ambang batas mengusung capres sebesar 20 persen, sehingga membutuhkan parpol lain. (Yud)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal