Munculnya Dinamika Pencapresan di KIB, Pengamat: Masih Normal karena Belum Ada Sosok yang Kuat

Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). (Foto: ist)
Senin, 5 Desember 2022, 20:21 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) memprioritaskan kader internal sebagai tokoh yang akan dimajukan sebagai Calon Presiden (Capres).

Hal itu diungkap Ketum PAN Zulkifli Hasan, yang mengatakan, Ketum Golkar Airlangga Hartarto dinilai layak dan pantas untuk diprioritaskan maju sebagai Capres dari KIB. Kendati para Ketum Parpol cenderung pada nama Airlangga, tapi banyak di antara kader PAN dan PPP yang justru condong pada calon eksternal seperti Ganjar Pranowo ataupun Anies Baswedan.

Analis Politik dari Exposit Strategic Arif Susanto menilai, dinamika pengajuan nama dalam KIB masih dalam kategori normal. Menurutnya, masih ada cukup waktu untuk memastikan nama yang bakal diusung koalisi yang beranggotakan Golkar, PPP, dan PAN itu.

"Saya pikir masih normal saja. Perjalanannya masih agak panjang, masih sampai akhir tahun depan," tegas Arif, Senin (5/12/2022).

Baca juga : Tingkat Kepuasan Publik Menurun, Pengamat: Pemerintah Harus Fokus Kendalikan Harga Pangan

Menurut Arif, dinamika yang muncul dalam pembahasan nama Capres KIB dapat dinilai sebagai upaya untuk membangun posisi tawar. Pertama, posisi tawar dari nama figur atau kandidat, seperti Anies Baswedan atau Ganjar Pranowo. Selanjutnya adalah posisi tawar dari faksi yang mengajukan.

"Kedua adalah posisi tawar pihak yang mengajukan nama itu sendiri. Bisa jadi dari relawan, bisa jadi dari faksi-faksi tertentu dalam partai yang bersangkutan. Harapannya kan siapa pun nama yang muncul, mereka mendapatkan bagian dari kue kekuasaan yang diharapkan," terangnya.

Namun Arif menilai, perbedaan suara tersebut juga tidak akan berlanjut membesar hingga menjadi konflik internal. Meski, perbedaan nama figur yang muncul itu menunjukkan adanya faksi-faksi dalam KIB yang mempunyai pilihan lain.

"Kalau misal menimbulkan riak, mungkin iya. Tapi saya kira terlalu jauh kalau riak itu sampai mengakibatkan terjadinya konflik internal. Itu agak jauh. Sampai hari ini ya," tambahnya.

Baca juga : Deklarasi Capres KIB Hanya Soal Waktu, Pengamat: Belum Ada Titik Temu dan Sepakat

Arif mengatakan, langkah politk KIB akan lebih masuk akal dengan bersiap pada posisi Cawapres. "Bagi saya sejauh ini, cukup rasional untuk mengajukan satu di antara 3 nama itu, Ganjar, Anies, Prabowo. Di luar itu saya kira tipis kemungkinannya. Setidaknya langkah yang realistis adalah membidik Cawapres," pungkasnya.

Sementara Pengamat Politik dari Citra Institute Yusak Farchan mengatakan, dinamika yang terjadi karena memang belum ada sosok yang kuat di KIB. Namun, selalu ada peluang untuk Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

“Sejak awal dibentuk, problem utama KIB kan memang tidak punya stok Capres dari internal Parpol pendukung koalisi yang elektabilitasnya tinggi,“ kata Yusak, Senin (5/12/2022).

Akan tetapi, jika dibandingkan dengan Ketum PPP dan PAN, Yusak mengatakan, Ketum Airlangga yang paling mungkin. “Dari jumlah suara atau kursi dan infrastruktur politik, memang Pak Airlangga yang paling layak dan berpeluang diusung dibanding ketua umum PAN dan PPP. Tetapi, munculnya nama-nama Capres seperti Ganjar dan Anies semakin membuka peluang bagi KIB untuk mengusung Capres dari luar,“ jelasnya.

Baca juga : Perlu Keberanian Ekstra KPK Bongkar Kasus Formula E Karena Diduga Ada Konspirasi Bancakan

Munculnya nama Ganjar dan Anies di internal PAN dan PPP ini, kata dia, tentu berpengaruh pada opsi pencapresan Pak Airlangga sebagai Capres KIB. Lebih lanjut Yusak menjelaskan, kalaupun koalisi diletakkan dalam konteks Parpol sebagai saluran rekrutmen kepemimpinan politik, maka KIB sah-sah saja jika pada akhirnya mendorong Capres dari luar.

"Psikologi bertarung kan memang bagaimana bisa menang dan elektabilitas Capres tetap menjadi variabel penting yang tidak bisa diabaikan," sebut Yusak.

Namun, jika KIB mendorong Capres dari luar, selalu ada opsi untuk Ketum Airlangga. “Saya kira masih ada opsi bagi Pak Airlangga untuk membangun bargaining sebagai Cawapres. Golkar saya kira akan menyiapkan berbagai opsi terhadap berbagai kemungkinan yang terjadi,“ tandas Yusak. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal