KIB Prioritaskan Airlangga, Pengamat: Pantas, Karir dan Kinerjanya Cemerlang

KIB memprioritaskan Ketum Golkar Airlangga yang akan diusung sebagai Capres 2024 mendatang. (Foto: ist)
Kamis, 1 Desember 2022, 21:27 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) memprioritaskan Ketum Golkar Airlangga Hartarto untuk diusung sebagai calon presiden (Capres) di Pemilu 2024 mendatang.

Menanggapi hal itu, Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar, Ujang Komarudin mengatakan, hal itu positif karena Airlangga memiliki karir dan kinerja yang cemerlang. “Hal apa yang mumpuni membuat dia pantas bersaing. Pertama, dia ketum partai besar. Kedua, dia Menko Perekonomian, ketiga, selama ini dengan posisi Menko dia banyak berbuat untuk menjaga stabilitas ekonomi bangsa ini,” kata Ujang, Kamis (1/12/2022).

KIB sendiri terdiri dari Partai Golkar, PPP, dan PAN. Bahkan pada pemilu 2019 lalu, Golkar adalah partai pemenang ke-2. Kader dan massanya menyebar di seluruh Indonesia. Mereka pun disebut siap untuk memenangkan partai dan Airlangga.

Sebelumnya, Ketum PAN Zulkifli Hasan mengatakan bahwa Ketum di KIB berani nyapres. Dimana, prioritas mereka adalah Golkar. ”Kalau ketua umum partai politik enggak berani nyapres, terus bagaimana? Demokrasi kita bagaimana? Oleh karena itu, prioritas ya, tentu Golkar sebagai pemenang pemilu nomor dua. Pak Airlangga prioritas ya, pantas layak untuk jadi Capres," kata Zulhas beberapa waktu lalu.

Baca juga : KSPSI Subang Terjunkan Brigade Tanggap Bencana Bantu Korban Gempa Cianjur

Terlebih, dalam tiap kali pertemuan, KIB menunjukkan kekompakkan para ketum dan elite partainya. Mereka kompak, saling memuji, dan memberi dukungan.

”KIB memang itu, karena mereka sudah berkoalisi, sudah bersatu, satu rumah dilarang untuk bertengkar. Dan soal pujian Zulhas, hal positif dan penting bagi Airlangga,” sebut Ujang.

Namun, pekerjaan rumah untuk Golkar dan KIB adalah untuk menaikkan elektabilitas Airlangga agar bisa bersaing dengan calon lain. Zulhas sendiri tidak menutup kemungkinan ada nama-nama lain yang disebut dalam pertemuan KIB.

"Tentu ada juga yang teman-teman dari luar yang sudah beredar nama-nama. Tentu itu akan menjadi pertimbangan bagi kita. Tapi prioritas tentu kader partai," tambah Zulhas.

Baca juga : Golkar Perkuat Media dan Penggalangan Opini, Pengamat: Harus Ada Variasi & Pembeda untuk Menarik Pemilih Muda

Sedangkan Airlangga mengungkapkan, KIB sendiri disebut akan kedatangan partai baru. “Tentu warnanya ada yang dipakai oleh kawan kita di sini, dan ada juga yang warnanya ada nuansa pakaian yang sering dipakai Bapak Presiden, yang bagian dari bola (piala dunia) itu juga," ujarnya beberapa waktu lalu.

Melihat langkah KIB, Ujang berpendapat, ada satu nama yang akan berpengaruh besar atas pemilihan capres KIB, yaitu Presiden Joko Widodo. “Saya secara objektif, KIB ujungnya bukan ketiga Ketum ini tetapi ujungnya ada pada tangan Jokowi. Tentang pujian Zulhas tadi itu positif dan bagus, namun saya melihat KIB itu milik Jokowi dan Airlangga ketika ultah Golkar bilang soal Capres menunggu arahan Jokowi,” tandas Ujang.

Sementara Pakar Komunikasi Politik dari Universitas Airlangga (Unair) Suko Widodo menilai, pernyataan Zulhas tersebut bisa menjadi petanda kesolidan KIB. Menurutnya, selama ini narasi pencalonan Pilpres 2024 hanya didominasi oleh tiga sosok yakni Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan Anies Baswedan.

KIB pun dinilai mampu memenangi suara, dengan catatan bisa semakin menyolidkan barisan dan memaksimalkan kerja mesin politiknya.

Baca juga : KIB Andalkan Program PATEN, Pengamat: Konsepnya Harus Jelas dan Bisa Dirasakan Rakyat

"Saya kira memang dalam situasi ini terjadi semacam pusaran berkutat hanya pada Prabowo, Ganjar, Anies, KIB belum muncul. Tapi sebetulnya, kalau melihat secara organisasi, sepanjang KIB solid, maka dia berpotensi menguasai suara. Tentu saja KIB harus solid dan menjalankan roda partainya," tuturnya, Kamis (1/12/2022).

Suko menambahkan, selama ini perdebatan bursa, Capres sebagian besar berputar di media sosial dan pemberitaan, padahal pemenangan Pilpres 2024 bertumpu pada kekuatan jaringan. Oleh sebab itu, KIB mempunyai modal besar berupa mesin politik dari tiga anggota koalisi. KIB patutnya bisa memanfaatkan dan memaksimalkan jejaring-jejaring politik itu secara nyata.

"Selama ini yang lain lebih banyak pada semacam kuat pada media saja, tetapi Pilpres nanti kan kekuatan senjatanya pada jaringan. Kalau KIB bisa memanfaatkan jaringannya, kadernya secara maksimal," tandasnya. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal