LampuHijau.co.id - Mantan politisi Partai Demokrat, Tridianto, menilai pernyataan Andi Arief yang menuduh Max Sopacua dan Ahmad Mubarok ingin menjual kursi ketua umum Partai Demokrat kepada Sandiaga Uno atau Gatot Nurmantyo adalah hal yang tak masuk akal. Menurut Tridianto, kalaupun hal itu benar, maka yang menjadi pihak yang berkeinginan adalah sang pimpinan sendiri, yaitu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Ya, jelas tidak mungkin. Tidak masuk akal sama sekali. Itu analisis ngawur dan tuduhan tidak mendasar,” tegas Tridianto, Senin (17/6/2019).
Tridianto yang saat ini merupakan politisi Partai Hanura melanjutkan, di Partai Demokrat tidak ada kekuatan yang bisa mengimbangi SBY. Dia melihat apa pun yang terjadi di Demokrat sendiri adalah kehendak Ketua Umum Partai Demokrat itu.
Baca juga : Elite PD Nggak Akur, SBY Diminta Serahkan Jabatan Ketum ke AHY
“Selain Pak SBY, tidak ada yang punya pengaruh politik besar. Kalau ada yang ingin bikin ini dan itu, pasti akan nabrak temboknya Pak SBY," jelas loyalis Anas Urbaningrum tersebut.
Seperti diketahui, Andi Arief menuding Max Sopacua dan Ahmad Mubarok ingin menjual kursi ketua umum Partai Demokrat kepada orang dari luar partai. Karena itu, mereka bersama sejumlah senior Partai Demokrat lainnya bermanuver mendesak digelarnya kongres luar biasa alias KLB.
Orang luar yang dimaksud Andi adalah mantan politisi Partai Gerindra, Sandiaga Uno dan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo.
"Kami sudah tahu kalau Mubarok, Max Sopacua akan mendatangkan kursi ketum Demokrat kepada Sandi Uno, Gatot Nurmantyo, dan lain-lain," tuding Andi Arief melalui akun Twitter pribadinya, Minggu (16/6).
“Menjadi makelar memang kerap menguntungkan, tapi Sandi Uno atau Gatot Nurmantyo bukan orang yang bodoh yang bisa dibohongi," sambungnya.
Baginya, para tokoh yang tergabung dalam Gerakan Moral Penyelamatan Partai Demokrat (GMPPD) itu sudah tak pernah berkontribusi kepada partai. Selain itu, manuver Max cs juga dinilai tak memperlihatkan jiwa kemanusiaan sama sekali mengingat Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), serta para kader masih berduka atas meninggalnya Ani Yudhoyono. Atas hal itu, ia enggan untuk meladeni manuver para senior partai tersebut.
Baca juga : Percepat Kongres, PDIP Bantah Mau Ganti Mega
"Tidak tepat waktunya mengajak kami dan Pak SBY 'berkelahi'. Sekarang kami sedang berduka atas kepergian Ibu Ani. Adakah hati dan kemanusiaan?" tandas dia.
Sementara, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade, mengatakan pertemuan Cawapres Sandiaga Uno dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan di Cipinang hanya sebatas silaturahmi. “Pertemuan halalbihalal, silaturahim, Bang Sandi bertemu Bang Zulhas seharusnya dijadwalkan Jumat, kata Bang Sandi ya sudahlah kita saja yang ke rumah dia," katanya, baru-baru ini.
Andre menyatakan, dalam waktu dekat Sandiaga akan bertemu pimpinan partai pendukung, termasuk Partai Demokrat. "Rencana kita akan bikin halal bihalal dengan partai koalisi. Lagi diatur jadwalnya," ujarnya. (DED)