Golkar Ingin Koalisi Menuju 2024 Solid, Pengamat: Pemerintahan akan Stabil

Kamis, 24 Nopember 2022, 19:49 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Peneliti Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Lili Romli mengatakan, koalisi menjelang Pemilu 2024 harus mengedepankan visi-misi, memiliki program kerja dan juga loyal.

“Peserta koalisi harus solid, loyal dalam arti sepanjang kebijakan pemerintah yang dikeluarkan harus didukung, sepanjang kebijakan itu untuk kebaikan dan kepentingan bersama,” tutur Prof. Lili, Kamis (24/11/2022).

Menurutnya, untuk stabilnya pemerintahan, minimal 50% plus satu, atau bahkan mayoritas dalam parlemen. Dengan langkah parpol untuk membentuk koalisi, artinya untuk mencari kesamaan visi dan misi juga program untuk kontestasi pemilu mendatang.

“Koalisi itu kerja sama, dan masing-masing koalisi memiliki visi misi program dan kebijakan yang ditawarkan kepada masyarakat. Yang bergabung tentu harus memenuhi syarat tadi,” jelas Prof. Lili.

Berita Terkait : Golkar Pinang Kang Emil, Pengamat: Untuk Menangkan Jabar, dan Tetap Capreskan Airlangga

Salah satu koalisi yang jelas jelas bertujuan melanjutkan kerja baik pemerintahan sekarang adalah Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), yang beranggotakan Partai Golkar, PPP, dan PAN.

“Karena tujuan dari pemilu itu menghadirkan pemerintahan yang stabil. Pemerintahan yang stabil harus koalisi, makanya Golkar dari awal membentuk koalisi dulu,” kata Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, beberapa waktu lalu.

Untuk itu, KIB ,dikatakannya, masih menunggu parpol lain yang hendak bergabung. “Kita masih terbuka partai lain masuk, tetapi ada waktunya. Sebentar lagi kapal akan berangkat. Jadi, kalau yang tidak naik, sebentar lagi kita to be continued, next session, tidak bisa di sesi ini,” tegasnya.

Sedangkan jika KIB belum bicara soal capres, itu menurutnya KIB masih ingin memperluas basis partai. “Karena kita mau memperluas basis partai. Jadi, kalau basis partai kita perluas kan leave no one behind. Kalau kita sudah putuskan yang lain hanya sebagai pengikut,” tandas Airlangga.

Berita Terkait : Golkar Bidik Pemilih Milenial di Pemilu 2024, Pengamat: Strateginya Harus Dipikirkan Serius

Pada kesempatan berbeda, Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai, komposisi partai yang saat ini tergabung di KIB sudah cukup bisa membuat KIB percaya diri menyongsong Pilpres 2024. Menurutnya, pernyataan Ketum Golkar Airlangga Hartarto menjadi indikasi atas hal itu.

"Dengan komposisi yang ada, KIB mestinya memang cukup percaya diri, sehingga statemen Ketum Airlangga menguatkan posisi KIB, partai lain tidak mudah masuk KIB jika tidak miliki kriteria, sekaligus KIB punya kendali penuh atas anggota baru," terangnya.

Dedi juga menilai, pernyataan Airlangga sebagai bentuk kepercayaan diri bahwa dirinya akan diusung oleh KIB. "Statement ini juga bisa menjadi penanda jika Airlangga miliki kepercayaan diri untuk terusung. Itulah sebab ia tidak lagi penuh upaya menambah mitra," tambahnya.

Sementara kepercayaan diri tersebut terkait dengan kedekatan Airlangga dengan Presiden Joko Widodo. Di sisi lain, KIB juga sudah memenuhi ambang batas pencalonan presiden.

Berita Terkait : Tingkat Kepuasan Publik Menurun, Pengamat: Pemerintah Harus Fokus Kendalikan Harga Pangan

"Terlebih Airlangga punya kedekatan khusus dengan Presiden Jokowi. Gabungan KIB dan Presiden Jokowi, sudah lebih dari cukup untuk usung Airlangga-Ganjar," pungkasnya. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal