Survei INES: Pemilih Cerdas Dukung Airlangga Capres 2024

Menko Perekonomian RI sekaligus Ketum Golkar Airlangga Hartarto. (Foto: ist)
Rabu, 16 Nopember 2022, 15:34 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Indonesia Network Election Survei ( INES) kembali melakukan survei tentang Perilaku Politik Masyarakat Indonesia Jelang Pemilu 2024.

Pasca Pemilu 2019 hingga sekarang, isu politik tidak kunjung selesai. Jelang Pemilu 2024, berbagai lontaran pernyataan politik dari satu pihak kepada pihak lain terus berlangsung. Pernyataan-pernyataan elite politik yang menghiasi media mainstream dan medsos hampir setiap hari dijumpai.

Direktur Eksekutif Indonesia Network Election Survei (INES) Nugraheni Kartika Dewi mengatakan, kondisi tersebut tentu akan mempengaruhi masyarakat yang setiap hari disuguhkan dengan informasi-informasi politik baik informasi yang bersifat politik identitas, ujaran kebencian ataupun informasi pencitraan oleh elite politik, pejabat negara, maupun partai politik. Masyarakat mau tidak mau akan menganalisis peristiwa dengan caranya sendiri.

Sebagai hasilnya, mereka akan bersikap dan berperilaku politik terhadap stimulasi politik tersebut yang akhirnya akan memberikan respons terhadap parpol dan para elite politik serta tim dan loyalisnya, yang sedang membangun image di masyarakat.

Nugraheni menjelaskan, metodelogi yang dilakukan INES melalui penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan tujuan agar hasil penelitian mendapatkan data komprehensif yang mampu memberikan gambaran dalam bentuk nominal yang terukur dan akurat. Teknik pengumpulan data menggunakan angket (kuisioner) kemudian dilakukan observas.

Baca juga : Survei LPMM: Generasi Z & Y Pilih Airlangga untuk Presiden 2024

"Penelitian ini menggunakan sample sebanyak 2.180 responden di 400 kabupaten/kota yang sudah memiliki hak pilih. Penarikan sample dengan metode multistage random sampling, lalu memiliki tingkat kepercayaan 95% dengan margin of error +/- 2,1%," kata Nugraheni, Rabu (16/11/2022).

Hasil survei menemukan bahwa 69,3% menyatakan, responden sebagai pengguna aktif media sosial (medsos), sementara 20,9% merupakan pengguna pasif, dan 9,8% sama sekali tidak aktif. Ia mengungkapkan, hasil penelitian juga mendapati bahwa 64,4% mendapatkan pesan dan info yang berhubungan dengan politik dan pemerintahan dari medsos, 19,2% bukan dari medsos, dan 16,4% tidak mendapatkan pesan dan info politik dan pemerintah.

Selain itu, hasil penelitian juga menemukan ada empat faktor yang memengaruhi perilaku dalam memilih presiden dan wakil presiden. Berdasar personal kandidat sebanyak 45,7 % yang meliputi rekam jejak kepemimpinannya, kemampuan dalam menjalin relasi dengan masyarakat dan lawan politik, karisma, kewibawaan, ketegasan, kemenarikan fisik, serta kelincahan. Dan faktor tawaran kandidat presiden & wapres 25,6% yang menekankan pada visi, misi, dan program kerja. Kemudian personal pemilih 10,9 %, berupa kesamaan identitas sosial dan ketidaksukaan pada kandidat lain. Kemudian, didasarkan pada lingkungan sosial pemilih yang didominasi oleh pengaruh keluarga sebanyak 17,8 %. Lalu sisanya didasarkan pada lingkungan sosial kandidat, seperti partai dan organisasi kemasyarakatan.

"Dari simulasi nama-nama tokoh yang di sodorkan terkait preferensi responden untuk memilih presiden jika pilpres digelar pada hari ini, maka Airlangga Hartarto menjadi tokoh yang paling banyak dipilih oleh 20,3%, lalu Prabowo Subianto 19,6%, Ganjar Pranowo 8,6%, Andika Perkasa 6,3%, Sri Mulyani 6,2%, Erick Thohir 4,2%, Sandiaga Uno 3,4%, Khofifah Indar Parawansa 3,3%, Anies Baswedan 3,1%, Puan Maharani 1,9%, Muhaimin Iskandar 1,7%, Agus Harimurti Yudhoyono 1,2 %, dan yang tidak memilih 20,2%," sebut Nugrahaeni.

Selain itu, hasil temuan dalam penelitian ini menunjukan bahwa tingkat keterpilihan Airlangga sangat tinggi dibandingkan tokoh lainnya, yang tidak lepas dari faktor rekam jejak kepemimpinannya. Pasalnya, selama dua periode di kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi), dinilai sangat berhasil kinerjanya dan banyak dirasakan oleh masyarakat dibandingkan tokoh lainnya.

Baca juga : Kaum Perempuan Idamkan Airlangga Jadi Presiden RI

Ini juga terpotret dari hasil penelitian ini, di mana hasil simulasi antara lima tokoh, Airlangga unggul dengan tingkat keterpilihan 30,7%, lalu Prabowo Subianto 27,1%, Ganjar Pranowo 9,2%, Puan Maharani 5,3%, Anies Baswedan 5,2%, dan tidak memilih sebanyak 22,5%.

Rendahnya elektabilitas Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan karena belum memiliki rekam jejak di tingkat nasional. Selain itu, kemenangan kedua tokoh ini di pilkada tidak fantastis lantaran tidak bisa tembus di atas 70 persen. Berbeda saat Jokowi memenangkan Pilkada DKI di putaran kedua yang bisa menang di atas 70 persen.

Kemudian, kata dia, dari hasil penelitian terkait hasrat untuk memilih parpol jika pileg digelar hari ini, maka hasilnya Golkar (18,1%), PDIP (17,8%), Gerindra (17,2%), Demokrat (8,1%), PKB (7,2%), PKS (6,3%), PAN (3,7%), PPP (3,2%), Nasdem (2,9%), gabungan parpol lainnya (4,2%), dan tidak memilih (11,3%).

Menanggapi survei INES, dikatakan Hairunnas, Pengamat Politik dari Peneliti Spektrum Politika Institute Sumatera Barat mengatakan, survei ini sebagai bukti bahwa saat ini pemilih masih melihat sosok Airlangga Hartarto sebagai Capres 2024.

"Airlangga Hartarto memiliki peluang besar menang di Pilpres 2024, karena sosok Airlangga telah membuktikan kinerjanya kepada masyarakat," kata Hairunnas kepada wartawan, Rabu (16/11/2022).

Baca juga : Survei CNN: Mayoritas Pelaku Usaha Indonesia Idamkan Airlangga Penerus Jokowi

Menurut dia, meskipun muncul nama beberapa tokoh lainnya seperti Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, Puan Maharani, Muhaimin Iskandar, dan Agus Yudhoyono, namun nama Airlangga tetap menjadi peluang besar untuk dipilih oleh masyarakat pada Pilpres 2024. "Walaupun ada beberapa tokoh lainnya, Airlangga tetap mendapat peluang besar untuk di pilih masyarakat sebagai Capres 2024," ucap Hairunnas.

Tak hanya itu, elektabilitas Airlangga juga sangat tinggi, sehingga banyak pemilih lebih meliriknya sebagai Capres 2024. "Elektabilitas Airlangga tinggi, dan ini menjadi daya tarik bagi pemilih, sebagai Capres," ucapnya.

Menurut dia, saat ini pemilih lebih cerdas sehingga tidak mudah masyarakat memilih siapa sosok capres 2024. Maka munculnya Airlangga membuka peluang Partai Golkar untuk membawa Airlangga sebagai Capres yang diinginkan rakyat Indonesia," ungkapnya.

Kata dia, Airlangga telah menunjukkan kemampuannya sebagai pemimpin. "Airlangga sudah melihatkan kemampuannya sebagai pemimpin, mulai sebagai Ketum Golkar dan sebagai Menko Perekonomian bekerja untuk masyarakat daripada pencitraan," tuturnya. (Yud)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal