Survei LPMM: Generasi Z & Y Pilih Airlangga untuk Presiden 2024

Airlangga Hartarto. (Foto: net)
Minggu, 13 Nopember 2022, 17:22 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Lembaga Penelitian Masyarakat Milenial (LPMM) kembali melakukan survei dengan penelitian "Preferensi Generasi Z & Milenial Terhadap Parpol & Tokoh-Tokoh Calon Presiden di Pemilu 2024". Jumlah pemilih dari generasi Z (centenial) dan Y (milenial) diperkirakan bakal mendominasi komposisi pemilih pemilu serentak 2024.

Andrey Santoso, Koordinator Survei LPMM mengatakan, berdasarkan Survei Penduduk BPS 2020, jumlah gen Z yang ada saat ini mencapai 74,93 juta jiwa, disusul dengan milenial 69,38 juta jiwa. Dengan jumlah itu, gen Z diperkirakan menjadi kelompok pemilih terbesar yang akan mendominasi dalam Pemilu 2024.

Dukungan suara generasi Z dan generasi Y akan menjadi faktor penting kemenangan pada Pemilu 2024, mengingat besarnya komposisi pemilih dalam kelompok usia ini sangatlah menarik dilakukan kajian melalui penelitian, untuk mengetahui arah suara dan prilaku gen Z & Y dalam perhelatan Pemilu 2024.

Selain itu, kata Andrey, metodologi penelitian ini dilakukan di 34 provinsi di Indonesia, di mana untuk setiap provinsi dipilih secara acak (random) satu kabupaten dan satu kota. Jumlah sekolah diambil menggunakan teknik proportional sampling, sehingga kabupaten atau kota yang lebih banyak jumlah sekolahnya memiliki jumlah sampel sekolah yang lebih banyak pula.

"Total jumlah sampel dalam survei ini adalah 2181 orang, yang terdiri dari 1.090 Generasi Z yang sudah dan akan memiliki hak pilih pada pemilu 2024, dan 1.091 merupakan Generasi Milenial," kata Andrey dalam keterangannya, Minggu (13/11/2022).

Andrey menjelaskan, dengan jumlah sampel tersebut, diperhitungkan margin errornya sebesar 2.23% dengan besaran tingkat kepercayaan yang mencapai 95%. Penelitian ini mengambil data -data penelitian sejak 21 Oktober s/d 3 November 2022. Hasil penelitian pada hasil penelitian survei menunjukkan bahwa 81,7% generasi Z & Y mengakses berita terkait politik melalui media sosial.

"Karena itu, partai atau tokoh politik dengan penguasaan konten media sosial yang baik berpotensi untuk menang.sedangkan Generasi Z & Y yang mengakses berita politik melalui media mainstream sebanyak 18,3%," ucapnya.

Dia menyebutkan, untuk melihat bagaimana pemilih Gen Z dan Y memandang pemerintahan Jokowi memberikan wawasan lebih lanjut tentang keyakinan politik mereka, dalam survei ini menemukan bahwa sekitar seperempat pemilih terdaftar berusia 18 hingga 23 tahun (22,7%) tidak menyetujui bagaimana Jokowi menangani pekerjaannya sebagai presiden. Sementara sekitar tiga perempat setuju (77,3%).

Baca juga : Kaum Perempuan Idamkan Airlangga Jadi Presiden RI

Sementara pemilih milenium atau Gen Y hanya lebih sedikit untuk menyetujui pekerjaan Jokowi sebagai Presiden dalam menanggulangi COVID 19 dan Recovery Ekonomi, yaitu (64,2%). Sedangkan 35,8% tidak setuju.

Menurut persepsi Gen Z & Y, Pemilu 2024 harus menjadi pemilu yang penuh dengan debat visi dan misi yang lebih bermutu dibandingkan isu politik identitas. Hal ini tergambar dari jawaban 88,3 persen Gen Z & Y. Mereka tidak suka dan tidak akan memilih parpol ataupun capres cawapres yang tim suksesnya memainkan politik identitas.

Dan sebanyak 7,4 persen bersifat masa bodo dengan isu-isu politik yang dibawakan parpol ataupun capres-cawapres, sementara 4,3 persen tidak menjawab.

"Ada 34,2 persen Gen Z menyatakan bahwa film dan serial TV adalah kategori berita yang paling banyak dicari. Sedangkan perkembangan sosial-politik, berada di urutan kedua yaitu sebanyak 30,4 persen, dan 35,4 persen Gen Z mencari berita perkembangan teknologi digital," ungkapnya.

Selain itu, mayoritas Gen Z sebanyak 64,2 persen dengan melalui media sosial generasi Z mengendus, menganalisis, dan menganjurkan sebuah perlawanan terhadap situasi politik yang mereka anggap sedang bermasalah. Sedangkan Gen Y atau milenial, kalah besar oleh Gen Z dalam mengakses situasi politik di medsos, walaupun mayoritas di Gen Y yaitu 57,7 persen.

Kemudian, tokoh politik atau pejabat negara yang paling diikuti pemberitaannya dan dianalisa di medsos oleh Gen Z & Y di media sosial, di urutan pertama ada Ganjar Pranowo, kedua Anies Baswedan disusul Prabowo Subianto, Puan Maharani, Agus Harimurti Yudhoyono, Erick Thohir, Sandiaga Uno, Ridwan Kamil, Airlangga Hartarto, Andika Perkasa, dan Dudung Abdurachman.

Namun sikap dan persepsi mayoritas Gen Z & Y yaitu 78,6 persen memberikan penilaian tokoh tokoh tersebut di media sosial lebih banyak pencitraan dibanding kerja-kerja yang memberikan dampak terhadap kehidupan Gen Z & milenial. Dan mereka mayoritas juga tidak akan terpengaruh dengan pencitraan tokoh-tokoh tersebut.

Lebih lanjut dia membeberkan, Generasi Z memiliki pengetahuan finansial yang baik. Gen Z memiliki orientasi finansial yang jelas dengan pembekalan diri dengan pengetahuan finansial sejak kecil. Gen Z juga menyadari pentingnya menabung dan investasi di masa yang akan datang. Namun, dalam urusan finansial, mereka juga sangat berhati-hati agar tidak terjebak dalam hutang.

Baca juga : Survei CNN: Mayoritas Pelaku Usaha Indonesia Idamkan Airlangga Penerus Jokowi

Dari preferensi Gen Z terhadap bakal Presiden setelah Presiden Jokowi, mayoritas Gen Z (terlahir tahun 2007-1995) atau 76,2 persen menginginkan presiden yang mengerti persoalan finansial dan perekonomian. Sementara 20,1 persen ingin presiden yang melek teknologi, dan 3,7 persen tidak menjawab. Sementara untuk Gen Y atau milenial, mayoritas atau 71,9 persen ingin presiden yang mampu mengelola perekonomian Indonesia, karena mereka mayoritas banyak yang kehilangan mata pencariannya selama masa pandemi Covid-19. Lalu 10,2 persen ingin presiden merakyat, dan 4,4 persen ingin presiden yang seagama, selebihnya tidak menjawab.

Pilihan generasi Z dan Y terhadap karakteristik presiden pengganti Jokowi, hampir mayoritas ingin Indonesia memiliki presiden yang bebas korupsi menduduki peringkat pertama dengan angka 54,3 persen. Di posisi kedua, karakteristik tegas dan lugas 39,3 persen, selebihnya karakteristik presiden merakyat dan sederhana 6,4 persen.

Separuh dari Generasi Z dah Y mengatakan, kandidat presiden yang diinginkan yang memiliki pengalaman pemerintahan 66,7 persen, memilki pengalaman bisnis 57,2 persen, memiliki pengalaman dalam aktivisme sosial 51,6 persen, dan terkait dengan ketenaran dan popularitas di media mainstream maupun sosial 84,8 persen.

Dalam uji on the spot terhadap nama tokoh yang berpotensi dipilih oleh Generasi Z dan sebagai presiden RI ke-8 jika pilpres digelar hari ini, hasilnya sebanyak 19,1 persen memilih Airlangga Hartarto. Karena ia sebagai sosok memiliki karateristik, kemampuan, dan pengalaman yang diinginkan.

Lalu Ganjar Pranowo 13,2 persen, Prabowo Subianto 9,2 persen, Gatot Nurmantyo 6,4 persen, Andika Perkasa 6,2 persen, Erick Thohir 5,2 persen, Anies Baswedan 4,1 persen, Muhaimin Iskandar 3,3 persen, Ridwan Kamil 3,2 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 2,9 persen, Puan Maharani 2,8 persen, Sandiaga Uno 1,3 persen, dan tidak memilih 23,1 persen.

Selanjutnya, dalam uji simulasi tujuh nama tokoh yang disodorkan pada kertas kuisioner, maka sebanyak 24,3 persen generasi Z & Y tidak memberi pilihan terhadap tokoh yang namanya ada dalam simulasi tersebut. Sedangkan nama tokoh yang paling tinggi tingkat keterpilihannya oleh Generasi Z & Y jatuh pada Airlangga Hartarto sebanyak 23,4 persen, Ganjar Pranowo 17,2 persen, Prabowo Subianto 14,7 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 8,2 persen, Anies Baswedan 5,1 persen, Puan Maharani 4,3 persen, Muhaimin Iskandar 2,8 persen.

Sementara parpol mana yang akan dipilih jika Pemilu Legisltif digelar hari ini, hasilnya sebanyak 34,8 persen tidak memberi jawaban. Kemudian 13,2 persen memilih partai Golkar, PDI Perjuangan 11,8 persen, Gerindra 11,7 persen, PKS 6,7 persen, Demokrat 5,4 persen, PKB 4,2 persen, Nasdem 3,1 persen, PAN 2,8 persen, PPP 2,4 persen, dan parpol lain jika digabungkan hanya 3,9 persen.

Untuk pertanyaan, "Jika Pemilu Legislatif digelar pada saat ini, parpol mana yang menjadi pilihan Anda? Hasilnya Golkar dipilih sebanyak 18,9 persen, PDI Perjuangan 17,7 persen, Gerindra 17,4 persen, Demokrat 7,2 persen, PKS 6,6 persen, PKB 5,1 persen, Nasdem 3,3 persen, PAN 3,1 persen, PPP 2,9 persen, parpol lain dipilih sebanyak 3,4 persen, dan tidak memilih 14,4 persen.

Baca juga : KIB Pilih Policy Oriented untuk Bangun Koalisi Permanen 2024

Pengamat Politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Ujang Komaruddin menilai, munculnya survei dari Lembaga Penelitian Masyarakat Milenial (LPMM) terkait pemilih dari generasi Z (centenial) dan Y (milenial) yang lebih memilih Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto sebagai presiden di Pemilu 2024, membuktikan sosok Airlangga merupakan tokoh yang diinginkan pemilih generasi Z dan generasi Y.

"Itu bukti Airlangga Hartarto di inginkan generasi centenial (Z) dan generasi Milenial (Y) sebagai calon presiden 2024 ,maka peluang ini harus dijaga," katanya kepada wartawan, Minggu (13/11/2022).

Ujang menjelaskan, kerja keras tim Airlangga Hartarto di Partai Golkar juga menjadi faktor utama untuk menggaet pemilih generasi Z dan generasi Y. Menurut dia, Airlangga Hartarto memiliki elektabilitas yang tinggi, dan sosok daya tarik generasi milenial untuk mendukung Airlangga sebagai calon presiden. Kata dia, Airlangga mampu membawa perubahan bagi generasi milenial, khususnya dalam perekonomian.

Selain itu, Togu Lubis yang merupakan komunitas Generasi Z Indonesia Untuk Demokrasi mengatakan, presiden penganti Jokowi harus sosok yang mampu membukakan jalan masa depan bagi generasi Z.

"Seperti mampu mengelola dan menciptakan perekonomian yang bisa membuka lapangan kerja yang kekinian. Dan itu ada hanya pada sosok Airlangga Hartarto yang punya pengalaman mengelola perekonomian Indonesia yang berbasis metaverse," katanya. (Yud)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal