Siap Jadi Ketua ASEAN 2023, Ekonom: Indonesia Bisa Atur Sebaran Pangan untuk Atasi Krisis

Sabtu, 12 Nopember 2022, 08:10 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan kesiapan Indonesia untuk menerima estafet tanggung jawab sebagai Ketua ASEAN 2023 dari Kamboja.

“Melanjutkan Presidensi G20, Keketuaan Indonesia di ASEAN akan menitikberatkan pada penangan krisis multidimensi seperti krisis pangan, energi, dan keuangan,” ungkap Ketum Golkar itu, beberapa waktu lalu.

Menanggapi hal itu, Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Sugiyono Madelan Ibrahim menerangkan, persoalan pangan adalah hal penting bagi setiap negara. Menurutnya, sudah ada perubahan produksi dan perdagangan pangan global yang sudah lebih baik. Namun, hal itu berubah ketika ada ancaman krisis pangan global akibat perang Ukraina-Rusia.

"Masalahnya itu ketika terjadi perang Ukraina, kita maupun negara lain banyak impor gandum. Posisi harganya naik karena jumlah gandum berkurang. Itu harus ada yang menyubstitusinya atau paling tidak complement. Di situlah masalahnya. Jadi harga tinggi,” terang pengajar Universitas Mercu Buana itu, Jumat (11/11/2022).

Baca juga : KIB Ungkap akan Ada Kejutan, Pengamat: Bisa Mengenalkan Capres dan Mitra Koalisi Baru

Sugiyono menegaskan, Keketuaan Indonesia di ASEAN bisa memitigasi krisis pangan tersebut agar tidak berdampak serius ke negara ASEAN. Indonesia bisa mengupayakan jalur distribusi pangan yang tidak memberatkan.

“Jadi, peranan Indonesia kalau jadi ketua tentu artinya paling tidak bisa mengatur di antara ASEAN itu agar tidak selalu jalur perdagangan. Paling tidak itu membantu bisa pinjam-meminjam pada saat terjadi krisis pangan,” jelasnya.

Menurutnya, ada kecenderungan setiap negara akan menahan keluarnya pangan dengan memberlakukan kebijakan proteksi untuk menjamin kecukupan pangan dalam negeri masing-masing. “Kalau semua menahan kan benar-benar terjadi krisis,” tegasnya.

Oleh sebab itu, Indonesia diharapkan mampu memainkan peran untuk mengatur sebaran pangan agar tidak terjadi kelangkaan di ASEAN. “Indonesia bisa bermain di situ karena punya kemampuan dan pengalaman tentang hal itu. Beberapa negara kalau mengandalkan perdagangan saja, bisa tidak jalan, bisa bahaya karena harga tinggi,” pungkasnya.

Baca juga : Ekonomi Indonesia Dipuji, Pengamat: Daya Beli Masyarakat Harus Dipertahankan untuk Hadapi Krisis Global

Pada kesempatan berbeda, Pakar Perdagangan Ekonomi Dunia dan Politik Internasional UGM, Riza Noer Arfani berpandangan bahwa fundamental perekonomian negara-negara di ASEAN cukup tangguh menghadapi potensi resesi di 2023.

“Secara umum memang negara ASEAN relatif terbebas dari ancaman resesi. Ini ditunjukkan dengan proses recovery ekonomi yang mereka lakukan sejak pandemi juga dilihat dari pertumbuhan ekonomi yang rata- rata positif. Itu menjadi modal kuat, juga dilihat dari tingkat inflasi yang terkendali," kata Riza, Jumat (11/11/2022).

Meski begitu, dia mengingatkan, pasti ada dampak dari negara-negara yang mengalami resesi atau perlambatan ekonomi. “Mengingat sejumlah negara ASEAN masih mengandalkan pasar yang konvensional, Amerika, Eropa bahkan Jepang. Pasar konvensional kemungkinan besar akan terlanda resesi tahun depan. Catatan sejauh kita bisa mendiversifikasi pasar, maka akan lumayan aman. Jadi, pasar non konvensional perlu digenjot,” terang Riza.

Negara China juga diproyeksikan akan mengalami perlambatan. Sedikit banyak hal ini akan berpengaruh pada ekonomi ASEAN. Sementara mengenai masalah pangan, negara-negara di ASEAN harus bekerja sama untuk mengamankan rantai pasok komoditas utama yaitu beras.

Baca juga : Pada Pileg 2024, Maman Yudia Akan Maju Sebagai Calon Anggota Legislatif

”Memang basis kita masih beras, namun perlahan lahan mengkonsumsi nonberas cukup besar. Ini potensi bergejolak. Kalau saran saya, kerjasama ASEAN sangat penting untuk mengobrol rantai pasok, bukan cuma beras dan non beras,” tandas Riza. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal