Hasil Survei Ini Mengungkapkan Duet Ganjar-Airlangga Penuhi Aspirasi KIB

Ganjar Pranowo dan Airlangga Hartarto. (Foto: net)
Rabu, 19 Oktober 2022, 19:46 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Peneliti SMRC, Saidiman Ahmad mengatakan, dalam survei yang dilakukan SMRC beberapa waktu lalu, simulasi pasangan Ganjar-Airlangga mendapatkan suara yang tinggi dibandingkan paslon lain. Pasangan ini juga disebut memenuhi aspirasi parpol anggota Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

“Pasangan Ganjar-Airlangga saya kira cukup mewakili aspirasi Golkar-PAN-PPP. Walaupun sama-sama dari partai kebangsaan, tapi Ganjar sebenarnya cukup dekat dengan kelompok Islam. Beberapa keluarga dekatnya aktif di PPP, termasuk mertua dan kakak iparnya. Saat ini dia juga didampingi oleh tokoh PPP sebagai wakil gubernur,” tegas Saidiman, Rabu (19/10/2022).

Lalu, pada survei SMRC terbaru tentang agama dan pemilih Pilpres 2024, Ganjar disukai, baik oleh pemilih muslim dan nonmuslim. “Sementara pada Ganjar Pranowo, selisih proporsi pemilih Muslim dan non-Muslim yang mendukungnya kecil bahkan ada kecenderungan proporsi pemilih non-Muslim lebih besar dibanding yang Muslim," imbuh Saidiman.

Sebelumnya, duet Ganjar-Airlangga dalam survei SMRC, Agustus 2022 untuk simulasi tiga pasangan, mendapatkan 33 persen suara. Sementara Anies-AHY 25 persen dan Prabowo-Puan 25 persen.

Baca juga : Skenario Paket Ganjar-Airlangga, Pengamat: Bisa Bantu Pemerintahan Lebih Kuat

Sebelumnya, kader PPP dan PAN menyebut nama Ganjar sebagai capres mereka. Sedangkan Partai Golkar tunduk pada Munas dan Rakernas yang menunjuk Ketum Airlangga sebagai capres.

Kemudian dari sisi elektabilitas, Ganjar unggul dibandingkan Airlangga. Namun jika Ganjar dipasangkan dengan Airlangga, kata dia, terlihat Airlangga bisa memperkuat Ganjar.

Sementara pada kesempatan berbeda, Direktur Eksekutif Institute for Democracy and Strategic Affairs (Indostrategic) A. Khoirul Umam menilai, menguatnya wacana pengusungan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Ketum Golkar Airlangga Hartarto oleh KIB semakin membuktikan arah politik koalisi tersebut.

"Orientasi politik Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) semakin tidak bisa ditutup-tutupi, bahkan koalisi ini memang dipersiapkan untuk mendukung Ganjar Pranowo," terangnya.

Baca juga : Bertemu Ketua Parlemen Belanda, Ini yang Diungkapkan Puan Termasuk Persoalan Papua

Meski demikian, Umam menyebut adanya persoalan lain ketika KIB hendak mengusung Ganjar Pranowo, yakni komposisi capres-cawapres dan posisi politik PDIP. "Ganjar-Airlangga memang cukup menjanjikan. Namun, ada dua pertimbangan yang belum dikalkulasikan. Pertama, benarkah PDIP mau memberikan cek kosong kepada Ganjar, dengan melupakan Puan Maharani begitu saja?" ungkapnya.

Selain itu, Dosen Universitas Paramadina tersebut mengatakan adanya tantangan pada basis elektoral pasangan tersebut. Ganjar dan Airlangga dikenal sebagai sosok yang kurang merepresentasikan politik Islam, keduanya lebih dekat dengan politik nasionalis.

"Kedua, Ganjar-Airlangga cukup kuat di sisi garis ideologi nasionalis," tambahnya.

Umam menyebut, dalam KIB sendiri memang terdapat dua partai bercorak Islam yakni PAN dan PPP. Namun, kedua partai tersebut akan menhadapi dilema ketika KIB memutuskan untuk mengusung Ganjar-Airlangga.

Baca juga : Hasil Survei PSI: Publik Puas pada Polri, Airlangga-Andika Berpeluang Menang Pilpres 2024

"Dalam konteks ini, benarkah PPP dan PAN bisa bisa menerima komposisi tersebut? Mengingat dukungan mereka terhadap komposisi capres yang lebih berat garis ideologis nasionalis, berpeluang memengaruhi sikap basis pemilih loyal mereka yang bercorak politik Islam," tandasnya. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal