Peluang KIB Usung Ganjar-Airlangga, Pengamat: Berdasarkan Rekam Jejak dan Strategi Golkar

Rabu, 12 Oktober 2022, 21:09 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Pengamat Politik dari Universitas Indonesia Cecep Hidayat mengatakan, ada peluang Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) akan mengusung pasangan calon (Paslon) Ganjar Pranowo-Airlangga Hartarto dalam Pilpres 2024, meski Golkar saat ini mengajukan Airlangga sebagai Capres. Hal ini didasarkan analisisnya pada rekam jejak Golkar dalam beberapa pemilu.

“Kalau mengikuti perkembangan pemilu, misalnya dari Golkar, mereka tentu Ketumnya ingin diusung sebagai capres. Tapi nanti ketika hendak memasuki masa pendaftaran pasangan Capres-Cawapres ke KPU, biasanya ada move, pergerakan, dinamika politik yang terjadi. Mungkin tidak sesuai dengan apa yang disampaikan ke publik sebelumnya,” ungkap Cecep di Jakarta, Rabu (12/10/2022).

Cecep pun memprediksi, Golkar akan mengalihkan dukungan jelang masa pendaftaran Capres-Cawapres ke KPU. “Kemungkinan Golkar akan mengalihkan dukungan bukan memaksakan Airlangga sebagai capres di tengah tahun 2023 saya kira bisa berubah,” ujarnya.

Baca juga : Skenario Paket Ganjar-Airlangga, Pengamat: Bisa Bantu Pemerintahan Lebih Kuat

Sebelumnya, hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA mengungkapkan, duet Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto merupakan pasangan calon presiden-wakil presiden paling populer saat ini dengan 30 persen. Mereka mengalahkan duet Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan 22,8 persen, serta pasangan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Ketua DPR RI Puan Maharani dengan 23,9 persen. Bahkan, salah satu partai anggota KIB, yakni PPP, juga memberikan sinyal untuk mendukung Ganjar dalam Pilpres 2024.

Menurut Cecep, saat ini, sejumlah partai masih berupaya untuk meningkatkan daya tawar untuk bernegosiasi dengan partai lain. Pada nantinya, partai tersebut akan berkompromi dalam urusan pengusungan Capres-Cawapres.

“Masing-masing partai berusaha mengusung ketum sebagai Capres atau Cawapres, tapi mereka nanti di akhir, tengah tahun 2023, mereka akan pragmatis. Mereka tentu ingin berada di barisan pemenang,” tegasnya.

Baca juga : Siaga Banjir, Polsek Kebayoran Lama Pastikan Peralatan Siap Digunakan

Terlebih, rekam jejak politik Golkar yang hampir selalu berada dalam lingkar kekuasaan. “Kalau kita lihat strategi politik Golkar selalu bermain di banyak kaki. Dalam beberapa hal juga selalu masuk dalam kekuasaan. Jadi barisan pendukung pemerintah,” pungkasnya.

Sementara di kesempatan berbeda, Wakil Ketua Umum PPP Arsul Sani mengatakan, pihaknya menerima aspirasi dari akar rumput PPP yang mendukung Ganjar Pranowo sebagai Capres. Hal ini berdasarkan dengan rilis hasil survei LSI yang menyebutkan simulasi Paslon Ganjar-Airlangga menempati urutan teratas.

“PPP baru pada tahap penyerapan aspirasi dari bawah. Hasil-hasil survei itu memang menjadi salah satu referensi bagi PPP dalam mendiskusikan secara internal tentang sosok-sosok potensial untuk Pilpres,” kata Arsul, Rabu (12/10/2022).

Baca juga : Pertemuan Airlangga-Puan, Pengamat: Cuma Silaturahmi, Menuju Koalisi?

Dikatakannya, segala bentuk aspirasi dan hasil survei akan menjadi pertimbangan di PPP untuk melangkah ke depan. Namun, yang terpenting adalah konsistensi. “Tentu PPP akan melihat konsistensi hasil survei tersebut dari waktu ke waktu. Jadi kalo soal Paslon, maka kita lihat dulu konsistensinya seperti apa,” sebut Arsul.

Seperti telah dikabarkan sebelumnya, tiga parpol anggota Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), Partai Golkar, PPP dan PAN akan bertemu dalam waktu dekat. PPP sendiri akan menjadi tuan rumah. Sebelumnya disebutkan, pertemuan ini akan berlangsung di Semarang.

“Ini masih dibicarakan, kemungkinan tempatnya dipindah ke luar Jawa,” tandas Arsul. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal