Pintu Koalisi KIB Terbuka, Pengamat: Hal Lumrah, Masih Penjajakan

Pertemuan Airlangga Hartarto dengan Prabowo Subianto. (Foto: net)
Jumat, 23 September 2022, 17:22 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengatakan, KIB masih terbuka bagi partai lain untuk bergabung. Hal ini menyusul pertemuan dia dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

“Ya, masih, masih, masih terbuka (peluang). Masih berbicara dengan partai-partai,” tegas Airlangga, Kamis (22/9/2022) kemarin.

Pihak Gerindra sendiri menanggapi positif pertemuan kedua elite mereka, dalam konteks sebagai menteri.

Baca juga : Tren Positif Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Atas 5 %, Pengamat: Agak Sulit Dipertahankan

Pengamat Politik dari Universitas Indonesia Cecep Hidayat mengatakan, peluang seperti yang dikatakan Airlangga dalam dunia politik adalah hal yang lumrah. “Sekarang kan semua pintu masih terbuka. Masih penjajakan. Yang terlihat kan PDIP bisa sendiri, KIB, Gerindra-PKB, lalu PKS-Nasdem-Demokrat. Dari sana terbuka pintu yang lain,” kata Cecep, Jumat (23/9/2022).

Namun, kata dia, pada akhir tahun ini sejumlah parpol akan melangsungkan rakernas. Kemungkinan besar ada nama-nama capres-cawapres yang terungkap dari situ. “Perkiraan saya, sampai Juli hingga akhir Agustus 2023, siapa yang akan declare pertama, lalu yang lain untuk mengajukan siapa lawannya. Jadi sekarang wait and see, “ jelas Cecep.

Seperti diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) sendiri menjadwalkan pendaftaran Capres Cawapres pada bulan September 2023.

Baca juga : Belum Bangun Komunikasi ke KIB, Pengamat: Ada Rencana Politik dari Ketum PPP yang Baru

Sementara Direktur Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai, peluang bergabungnya Gerindra dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) cukup besar. Menurutnya, poros koalisi di Pilpres 2024 akan semakin benderang jika Gerindra akhirnya memutuskan bergabung KIB.

Dedi memperkirakan, akan ada 3 pasangan calon (paslon) yang bakal berlaga. “Gabungan koalisi Gerindra-KIB akan memperjelas jumlah koalisi yang terbentuk, akan muncul maksimal 3 koalisi jika itu terjadi. Karena PDIP masih tetap dapat mengajukan Puan-Ganjar misalnya,. Dan Nasdem, Demokrat, PKS tetap bisa maju dengan Anies-AHY,” ujarnya.

Menurutnya, Gerindra akan mempertahankan nilai tawar Prabowo Subianto sebagai calon presiden (capres) saat memutuskan bergabung dengan KIB. “Gerindra berpeluang cukup besar bersama KIB, sepanjang Prabowo yang menjadi presidennya,” sebut Dedi.

Baca juga : Kendalikan Inflasi, Pengamat: Pemerintah Daerah Harus Optimalkan DAK dan DAU

Selain itu, Dedi juga mendasarkan analisisnya pada prasyarat penetapan Capres dan Cawapres di KIB. Ketum Golkar Airlangga Hartarto dinilai masih belum cukup kuat dalam soal elektabilitas, meski menjabat sebagai ketum partai terbesar dibanding partai lain di KIB. Menempatkan Airlangga sebagai cawapres dari KIB masih peluang untuk memenangkan pertarungan 2024.

“Dan ini rasional jika melihat Airlangga sebagai ketua umum paling besar di KIB, tetapi masih berelektabilitas rendah. Kans menjadi cawapres masih mungkin,” jelasnya.

Akan tetapi, ketika kesepakatan Prabowo Subianto sebagai capres dan Airlangga Hartarto sebagai cawapres tidak tercapai, maka semakin kecil kemungkinan bergabungnya Gerindra dalam KIB. “Tetapi selama kondisi itu tidak tercapai, maka Gerindra tidak akan bergeser,” pungkasnya. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal