Soal Formula E, Taksiran Dugaan Kerugian Negara Rp160 Miliar

Pengamat Kebijakan Publik Sugiyanto (Sgy). (Foto: ist)
Kamis, 15 September 2022, 17:33 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Adu balap mobil listrik pastinya akan diadakan untuk tiga kali lomba di Ancol, Jakarta Utara. Total biaya commitment fee Formula E berkisar senilai Rp650 miliar.

Dari total biaya ini, pada tahun 2019 dan 2020 Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI telah membayar dari uang Negara. Dana ini dikeluarkan lewat anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) DKI Jakarta senilai Rp560 miliar.

"Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) DKI terhadap laporan keuangan Pemprov DKI 2021, nilai Commitment Fee (FE) Formula E mencapai berkisar Rp650-653 miliar. Artinya, masih menyisakan kewajiban pembayaran senilai 5 juta Poundsterling atau Rp90 miliar," kata Pengamat Kebijakan Publik Sugiyanto, di Jakarta, Kamis (15/9/2022).

Artinya, lanjut Sugiyanto yang akrab disapa Sgy, Pemprov DKI Jakarta telah membayar commitment fee kepada Formula E Operasional (FEO) senilai Rp560 miliar. Tetapi masih kurang Rp90 miliar. Dengan demikian, maka total biaya commitment fee Formula E menjadi semilai Rp650 miliar.

Baca juga : Laporkan Angel Lelga Terkait Dugaan Penipuan dan Penggelapan, Deolipa Yumara Diperiksa Penyidik

"Nah, bila angka Rp650 miliar itu dibagi dengan tiga kali penyelenggaran Formula E, maka biaya commitment fee untuk satu kali kegiatan adalah Rp216,6 miliar. Jadi, biaya commitment fee untuk satu kali penyelenggaran Formula E, yakni pada tanggal 4 Juni 2022 di Ancol Jakarta Utara adalah senilai Rp216,6 miliar," paparnya.

Dana ini pastinya telah dipotong oleh FEO dari pembayaran awal biaya commitment fee Rp560 miliar. Dengan kata lain, Pemprov DKI Jakarta telah membayar commitment fee Formula E Rp216,6 miliar untuk penyelenggaraan pada 4 Juni 2022 di Ancol, Jakarta Utara.

"Berdasarkan data dan informasi yang ada pada pemberitaan media, maka diketahui jumlah pendapatan dari pembelian tiket pengunjung ke Ancol Jakarta Utara saat itu, diperkirakan bekisar senilai Rp52,04 miliar. Angka ini juga sudah termasuk pengeluaran pengunjung. Sedangkan perkiraan transaksi pengunjung, yakni pada Usaha Mikro Kecil Menegah (UMKM) adalah berkisar senilai Rp 4,54 miliar," lanjut Sgy.

Bila perkiraan pendapatan dari tiket dan transaksi pengunjung yaitu Rp52,04 miliar ditambah dengan transaksi UMKM Rp4,54 miliar, lanjut Sgy, maka jumlahnya menjadi Rp56,58 miliar. Kemudian, bila biaya commitment fee Formula E untuk tahap pertama Rp216,6 miliar tersebut ini dikurangi dengan hasil penjualan tiket, dan dampak ekonomi langsung senilai Rp56,58 miliar, maka Pemprov DKI masih mengalami rugi senilai Rp160.02 miliar.

Baca juga : Tiap Bulan, Pemda Subang Bayar Tagihan PBI BPJS Kesehatan Sekitar Rp4 Miliar

"Hal tersebut di atas menjadi menarik bila dikaitkan dengan proses penyelidikan yang masih dilakukan oleh KPK. Banyak pihak telah dipanggil untuk dimintai keterangan, termasuk yang teranyar adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan," ujarnya.

Hal ini juga akan tambah menarik bila dikaitkan dengan hasil rapat paripuna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta pada 13 September 2022. DPRD DKI Jakarta telah menetapkan pengusulan pemberhentian Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan.

Artinya, Era Gubernur Anies akan berakhir pada tanggal 16 Oktober 2022 mendatang. kemudian posisi gubernur DKI Jakarta akan digantikan oleh pejabat gubernur baru.

"Artinya, penyelenggaran Formula E tahap pertama di era Gubernur Anies Baswedan diduga mengalami rugi senilai Rp160,02 miliar. Masalahnya pembayaran commitment fee-nya, menggunakan uang negara, yakni dari dana APBD DKI Jakarta. Dengan demikian, maka dugaan kerugian Rp160,02 miliar tersebut dapat dianggap sebagai kerugian negara," ujarnya.

Baca juga : Kasus UPT PKB Jagakarsa, JCW Laporkan Dugaan Anggaran Ganda Rp20,2 Miliar ke DPRD DKI

Yang jadi pertanyaan besar, masih kata Sgy, adalah apakah pejabat gubernur baru pengganti Anies Baswedan mau meneruskan melanjutkan Formula E. Tentu pejabat gubernur baru akan menghitung untung dan rugi, termasuk kemungkinan dari potensi kerugian Negara.

"Mari kita coba bertanya pada rumput yang bergoyang," imbuh Sgy. (ULI)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal