Hasil Survei PSI: Publik Puas pada Polri, Airlangga-Andika Berpeluang Menang Pilpres 2024

Ketum Golkar Airlangga Hartarto, memiliki peluang memenangi Pilpres 2024 jika dipasangakan denga Panglima TNi Jenderal Andika Perkasa. (Foto: net)
Kamis, 15 September 2022, 16:34 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Yuswiryanto, SE, Koordinator Penelitian Panel Survei Indonesia mengatakan, Panel Survei Indonesia (PSI) kembali melakukan survei di antaranya terkait soal penegakan hukum dalam kasus pembunuhan Birgadir J, dan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Ia menjelaskan, opini masyarakat terkait penegakan hukum.

"Terkait kasus terbunuhnya Brigadir J yang menjadi pembicaraan publik, opini masyarakat dari hasil survei, didapati sebanyak 76,7 persen puas dengan kinerja Polri, 17,1 persen tidak puas, dan 6,2 persen tidak menjawab," katanya, Kamis (15/9/2022).

Terkait pemberantasan korupsi, hanya 40,6 persen responden puas dengan kinerja pemberantasan korupsi di era Presiden Jokowi, 52,7 persen tidak puas, 6,7 persen tidak menjawab. Sementara terkait kinerja institusi penegak hukum dalam melakukan pemberantasan korupsi, sebanyak 87,7 persen puas terhadap kinerja Kejaksaan Agung, 73,8 persen puas dengan Polri, 67,2 persen puas dengan instusi pengadilan, dan 53,7 persen puas dengan KPK.

PSI juga melakukan pemetaan suara masyarakat menjelang Pemilu 2024. Survei dilakukan terhadap 1.580 di 302 kabupaten/kota di 34 provinsi dengan tingkat kepercayaan 95 persen dengan Margin of Error 2,48 %. Penelitian dilakukan mulai 26 Agustus-10 September 2022.

Terkait kondisi ekonomi, hasil survei menunjukkan 57,6 persen responden mengakui situasi ekonomi perlahan mulai membaik. Sedangkan 32,6 persen mengaku belum membaik, dan 9,8 persen memburuk karena sumber pendapatan mereka hilang akibat PHK dan usahanya tutup.

Baca juga : Survei TBRC: Airlangga Sosok Kuat Capres 2024

Sementara hasil survei juga menunjukan bahwa para ibu di Indonesia pada ketahanan keluarga sangat besar, sehingga banyak keluarga di Indonesia bisa melewati masa pandemi dengan baik, di mana presentase ibu rumah tangga yang harus bekerja atau berbisnis untuk mendukung keuangan keluarga terbilang cukup tinggi hingga mencapai 42,7 %, karena berbagai alasan. Salah satunya adalah suami yang kehilangan pekerjaan atau mata pencariannya.

"Dari hasil survei menunjukkan 28.9 persen istri berperan menjadi kepala rumah tangga untuk mencari nafkah, 67,7 persen pencari nafkah utama adalah suami, selebihnya responden masih lajang," bebernya.

Terkait kondisi krisis ekonomi dunia dan tahun depan diprediksi keadaan ekonomi sulit serta rencana kenaikan harga BBM, TDL, dan LPH, hasil survei menunjukkan, meski merasakan dampak tersebut, masyarakat optimistis tahun depan kondisi ekonomi nasional membaik. Sebanyak 78,9 persen menilai kondisi ekonomi nasional tahun depan akan lebih baik, responden yang menilai ekonomi akan memburuk 14,7 persen, selebihnya tidak menjawab.

"Sementara preferensi politik masyarakat, hasil survei menemukan sebanyak 82,9 persen responden masih percaya kalau demokrasi adalah sistem yang terbaik untuk penyelenggaraan pemerintahan," ucapnya.

Hasil temuan survei menunjukkan 40,3% responden bahwa preferensi politik mereka dipengaruhi oleh media sosial. Beberapa platform media sosial yang cukup dominan digunakan adalah FB, IG, Twitter, dan WA. Sebanyak 26,8 persen dipengaruhi media mainstream, seperti televisi, radio, dan lainnya. Dan sebanyak 32,9 persen dipengaruhi keluarga, kerabat, dan lingkungan tinggal.

Baca juga : Survei Warna Institute: Airlangga Miliki Peluang Capres Terkuat di Pilpres 2024

Untuk pilihan partai politik (parpol), hanya delapan parpol yang konsisten meraih tingkat keterpilihan jauh melampaui ambang batas parlemen. Hasilnya, Golkar 17,33 persen, PDI Perjuangan 15,71 persen, Gerindra 15,32, Demokrat 6,86 persen, PKS 5,90 persen, PKB 5,43 persen, dan Nasdem 4,45 persen. Lalu, PAN 4,23 persen, Perindo 3,11 persen, Prima 2,89 persen, PSI 2,77 persen, PPP 2,23 persen, Garuda 1,45 persen, PBB 1,34 persen. Kemudian, Gelora 0,78 persen, Hanura 0,44 persen, Ummat 0,21 persen, dan swing voters 9,55 persen.

Terkait kriteria tokoh yang diinginkan sebagai pengganti Presiden Jokowi, sebanyak 89,7 persen menginginkan tokoh dengan kriteria yang ideal, yaitu yang bisa menjalankan dan merealisasikan isi konstitusi. Aasannya, karena ada ancaman kapitalisme yang cenderung menguntungkan segelintir elite, yaitu dengan memanfaatkan resource negara, tetapi bukan untuk rakyat.

Sementara 87,7 persen menginginkan tokoh yang bisa menjawab tantangan bangsa. Dan 90,7 persen menginginkan tokoh yang punya track record dalam membuat kebijakan dan program berdampak positif pada kehidupan sosioekonomi masyarakat.

Survei juga mencoba simulasi pasangan nama tokoh laki-laki dan tokoh perempuan menjadi capres-cawapres. Hasilnya, Airlangga Hartarto-Khofifah Indar Parawansa dipilih sebanyak 27,28 persen, Ganjar Pranowo-Susi Pudjiastuti 21,83 persen, Prabowo Subianto-Sri Mulyani 20,88 persen, Anies Baswedan-Puan Maharani 18,64 persen,ndan tidak memilih 11,37 persen.

Dalam simulasi pasangan Sipil-Militer, maka hasilnya Airlangga Hartarto-Muldoko dipilih sebanyak 27,28 persen, Prabowo Subianto-Muhaimin Iskandar 22,18 persen, Andika Perkasa-Ganjar Pranowo 21,21 persen, dan Anies Baswedan-Gatot Nurmantyo 19,18 persen, dan tidak memilih 10,15 persen.

Baca juga : Silaturahmi ke Tuan Guru Turmudzi Lombok, Puan Dapat Dukungan Maju Pilpres 2024

Berlanjut dengan simulasi perubahan nama pasangan dengan komposisi tokoh sipil dan militer. Maka pasangan Airlangga Hartarto-Andika Perkasa dipilih 31,08 persen, Prabowo Subianto-Erick Thohir 23,20 persen, Ganjar Pranowo-Budi Gunawan 21,91 persen, Anies Baswedan-Agus Harimurti Yudhoyono 18,21 persen, dan yang tidak memilih 5,60 persen.

Menyikapi hasil survei dari Panel Survei Indonesia (PSI), Peneliti Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia (UI) Fuadil 'Ulum mengatakan, survei PSI terhadap Airlangga Hartarto dipilih sebagai capres dengan elektabilitas tertinggi jika dipasangkan dengan Andika Perkasa maupun Khofifah Indar Parawansa, sudah tepat. Namun, Golkar harus terus meningkatkan mesin partai agar Airlangga Hartarto menang sebagai capres di Pilpres 2024.

"Ya, majunya Airlangga Hartarto sebagai capres di 2024 sudah tepat, tinggal bagaimana Partai Golkar terus meningkatkan mesin partainya agar Ketum Golkar itu menang di Pilpres 2024," katanya kepada wartawan.

Selain itu, adanya Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketum Gerindra Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, maupun Anies Baswedan, sosok Airlangga bisa menang jika KIB solid untuk memenangkan Airlangga sebagai capres di Pilpres 2024. Hanya tinggal siapa sosok cawapres yang akan menemani Airlangga nanti.

Sementara banyak juga yang mendukung Polri dan Kejaksaan untuk menindak Ferdy Sambo serta membongkar kasusnya. "Kalau mendukung transparansi di Polri dan Kejaksaan, tentu Pak. Ini menyangkut semangat reformasi dan penegakan hukum kita. Lembaga negara kita harus berjalan dgn transparan dan akuntabel," bebernya. (Yud)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal