LampuHijau.co.id - Proses persidangan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019 bakal diadakan nonton bareng alias nobar bagi pengunjung secara langsung. Juru Bicara Mahkamah Konstitusi (MK) Fajar Laksono mengaku, bakal menggelar nonton bareng buat masyarakat yang hendak menyaksikannya.
Hal itu disampaikan Fajar, mengingat keterbatasan ruang sidang yang tidak memungkinkan menampung seluruh pengunjung. "Tadi juga diputuskan bahwa yang menyaksikan persidangan itu dibatasi masing-masing pihak itu kursi lima belas orang maksimal. Sementara pengunjung persidangan kita sediakan di tenda-tenda yang kita sediakan,” katanya di Jakarta, kemarin.
Fajar menyebut, nonton bareng itu dibuka untuk publik guna memperlancar persidangan. Pihak MK juga membatasi yang masuk ke ruang sidang.
Baca juga : Bamsoet Minta Polri Usut Jaringan Terduga Teroris
"Terbuka semuanya bagi publik. Hanya saja untuk kepentingan kelancaran persidangan, kita membatasi jumlah orang yang masuk ke ruang sidang," kata Fajar.
Diketahui, MK membuat dua tenda disertai layar besar untuk nobar persidangan di luar gedung. Selain itu, MK juga berencana menayangkan persidangan di megatron di Kantor RRI dan Kemenhub. Fajar juga menyampaikan persidangan bakal disiarkan secara langsung di situs resmi MK.
Beberapa stasiun televisi nasional juga akan menyiarkan secara langsung. Persidangan perdana akan dilaksanakan pada Jumat (14/6). Sementara sidang putusan dilakukan pada 28 Juni.
Baca juga : Minta Perlindungan, Kivlan Zein Kirim Surat ke Menhan
Sementara, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera berharap, MK memutuskan perkara sengketa Pilpres 2019 bebas dari intervensi dan adil. Para hakim MK pun didoakan jernih melihat fakta dan data persidangan.
“Kita masih percaya lembaga peradilan di Indonesia. Saya berharap MK bisa tetap adil memutus perkara sengketa Pilpres," kata Mardani di Jakarta, kemarin.
Lebih lanjut, Wakil Ketua BPN Prabowo Sandi ini juga mendoakan pimpinan MK jernih dan objektif. "Saya mendoakan Pak Anwar Usman dan pimpinan MK lain tetap jernih dan objektif melihat fakta dan data dalam proses persidangan," ujarnya.
Mardani mengibaratkan hakim merupakan wakil Tuhan di Bumi. "Mari kita doakan hakim-hakim di Indonesia bisa adil, karena adil dekat dengan takwa, dan Insya Allah dengan ketakwaan akan menghasilkan negara yang diberkahi Allah sehingga Indonesia bisa menjadi baldatun tayyibatun wa robun gofur," tandas Mardani. (DED)