Airlangga Capres Idaman Masyarakat di Pilpres 2024

Menko Perekonomian RI sekaligus Ketum Golkar Airlangga Hartarto, berdasar survei sebagai capres idaman publik di Pilpres 2024. (Foto: net)
Senin, 12 September 2022, 15:29 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Indonesia akan menghadapi pertarungan politik pada tahun 2024. Dalam pemilu tersebut akan muncul beberapa kandidat calon presiden (capres) dari beberapa partai politik. Terkait munculnya beberapa pasangan calon presiden, Lembaga Penelitian Masyarakat Milenium (LPMM) kembali melakukan survei suara masyarakat Indonesia, untuk mengukur dinamika pendapat dan pilihan masyarakat terhadap parpol dan tokoh bakal capres pada Pemilu 2024.

Direktur Eksekutif LPMM Alamsyah Wijaya mengatakan, survei dilakukan wawancara kepada 1.988 orang di 34 provinsi. "Demographi Responden dalam penelitian ini Generasi Z sebanyak 17,8 persen yang berada di usia produktif, yaitu milenial sebanyak 37,9 persen dan Generasi X sebanyak 32,9 persen. Sementara Generasi Pre Boomer 11,4 persen," katanya kepada wartawan, Senin (12/9/2022).

Sementara penentuan jumlah data yang disurvei didasarkan pada jumlah DPT pemilu 2019 di 408 kabupaten/kota, dengan Margin Of Error +/-2.2 dan tingkat kepercayaan 95 persen. Waktu penelitiannya mulai 22 Agustus-4 September 2022.

Alamsyah menjelaskan, tingkat Kepuasan Masyarakat terhadap Kinerja Pemerintahan Jokowi Bidang Ekonomi yang menyatakan Puas 71,4 persen, Tidak Puas 19,4 persen, dan tidak menjawab 9,2 persen. Di bidang Penegakan Hukum, yang menyatakan Puas 71,4 persen, Tidak Puas 21,4 persen, dan tidak menjawab 7,2 persen. Bidang Kesejahteraan Sosial (Bansos, Prakerja, Bantuan UMKM, BLT) yang menyatakan Puas 82,6 persen, Tidak Puas 8,3 persen, tidak menjawab 9,1 persen.

Menurut pendapat publik tentang arah negara dan bangsa di era pemerintahan Jokowi, sebanyak 83,3 persen menyatakan tepat, 8,1 persen tidak tepat, dan 8,6 persen tidak menjawab. "Hasil Temuan survei terkait kepemimpinan nasional 2024-2029, sosok presiden yang diinginkan oleh masyarakat dari hasil jawaban para responden tergambar persepsi publik. Masyarakat jengah dan bosan dengan pemimpin bangsa yang cenderung berwibawa menjaga sikapnya dengan publik," bebernya.

Baca juga : Survei TBRC: Airlangga Sosok Kuat Capres 2024

"Hal ini tergambar dari jawaban 16,0 persen responden yang hanya menginginkan presiden dengan sosok berwibawa dan menjaga sikap pada publik. Sosok yang dekat dengan masyarakat dan memiliki penampilan seperti masyarakat kecil diinginkan 18,0 persen, sementara 58,0 persen masyarakat memilih sosok dari kinerjanya dan memengaruhi peningkatan kualitas kehidupan keluarga masyarakat dan yang tidak menjawab sebanyak 8,0 persen," ucapnya.

Hasil survei kriteria capres pengganti Jokowi nanti, sebanyak 92,8 memilih sosok yang mau bekerja keras, 90,7 persen capres yang mempunyai jiwa leadership, 93,7 persen punya rekam jejak yang kinerjanya sudah dirasakan masyarakat, dan 95,7 persen ingin capres yang selalu berpihak pada kepentingan rakyat.

Dalam survei ini juga dilakukan pengukuran preferensi masyarakat terhadap tokoh-tokoh bakal capres, sebelum dilakukan penelitian untuk menjaring nama-nama tokoh yang berpotensi dicalonkan oleh parpol peserta pemilu 2019 yang memiliki kursi di DPR RI. Di mana didasarkan UU Pemilu, capres hanya bisa diusung oleh parpol yang memiliki kursi di DPR RI. Di antaranya Prabowo Subianto (Gerindra) Muhaimin Iskandar dari PKB, Puan Maharani (PDIP), dan Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, serta Andika Perkasa direkomendasikan Nasdem, juga Airlangga Hartarto dari Golkar.

Hasilnya, Prabowo Subianto menjadi tokoh yang paling dikenal publik yang dipilih sebanyak 90.9 persen responden. Lalu 45,8 persen mengenal Ganjar Pranowo, Anies Baswedan 27,4 persen.

"Airlangga Hartarto dikenal oleh 58,9 persen sebagai Menko Perekonomian dan juga tokoh yang diberi tanggung jawab oleh Jokowi sebagai Ketua KPCPEN untuk memulihkan perekonomian nasional dampak Covid 19 dan penanggulangan Covid 19. Ia juga dikenal sebagai Ketua Umum Golkar," ucapnya.

Baca juga : Survei Warna Institute: Airlangga Miliki Peluang Capres Terkuat di Pilpres 2024

Kemudian Puan Maharani dikenal oleh 29,4 persen, Jenderal Andika Perkasa 27,5 persen, Muhaimin Iskandar 23,2 persen. Terkait kebijakan para tokoh tersebut selama 2 tahun menjabat, 79,4 responden memilih Airlangga sebagai tokoh yang kebijakan dan programnya banyak membantu masyarakat saat kesulitan ekonomi akibat Covid 19, sebanyak 40,2 persen respoden memilih Prabowo Subianto, lalu 40,2 persen memilih Puan Maharani, 30,2 persen memilih Andika Perkasa, 7,1 persen responden memilih program Ganjar Pranowo, 4,2 persen responden memilih Anies Baswedan, sedangkan kebijakan dan program Muhaimin Iskandar hanya dirasakan oleh 2,1 persen responden.

Sementara preferensi publik untuk memilih capres, Airlangga Hartarto dipilih oleh 29,2 persen. Kemudian Prabowo Subianto 21,00 persen, Andika Perkasa 12,7 persen, Ganjar Pranowo 7,1 persen, Anies Baswedan 5,2 persen. Lalu Puan Maharani 4,1 persen responden, Muhaimin Iskandar 1,6 persen, dan yang tidak memilih 19,1 persen. Untuk hasil simulasi pasangan Capres-Cawapres, Airlangga Hartarto-Ganjar Pranowo dipilih 45,6 persen, Prabowo Subianto-Muhaimin Iskandar, 19,1 persen, Anies Baswedan-Puan Maharani 14,2 persen, dan tidak memilih 21,1 persen.

Survei juga melakukan simulasi pasangan capres, yaitu Airlangga Hartarto-Andika Prakasa, Prabowo Subianto-Puan Maharani, Ganjar Pranowo-Anies Baswesdan, dan Sandiaga Uno-AHY. Hasilnya, Airlangga Hartarto-Andika Prakasa dipilih 34,2 persen, Prabowo-Puan Maharani 30,1 persen, Ganjar Pranowo-Anies Baswedan 19,5 persen, Sandiaga Uno-AHY 12,5 persen, sementara tidak memilih 3,7 persen.

Terkait preferensi publik dalam memilih partai politik, Golkar dpilih oleh 15,8 persen respondek, lalu Gerindra 14,6 persen. Selanjutnya PDIP 14,7 persen, Demokrat 5,4 persen, PKB 5,2 persen, PKS 5,1 persen, Nasdem 4,4 persen, Perindo 4,2 persen. Kemudian PAN 4,1%, PPP 4,1%, PSI 1,8 persen, Garuda 1,4 persen, PBB 1,1 persen, Hanura 0,8 persen, Berkarya 0,4 persen, PKPI 0,3 persen, dan tidak memilih 16,6 persen.

Menyikapi hasil survei LPMM, Pengamat Politik Universitas Hasanuddin (UNHAS) Andi Ali Armunanto menilai, karena Airlangga telah memiliki modal politik melalui Partai Golkar. "Ya, kalau lihat survei LPMM, yang unggulkan Airlangga Hartarto sebagai calon presiden (capres) 2024, karena adanya pengaruh politik dari KIB dan sebagai Menko Perekonomian," kata Andi, Senin (12/9/2022).

Baca juga : Tak Hanya Relawan, Puan Juga Disambut Ratusan Tokoh Masyarakat di Lampung

Ia mengatakan, Airlangga harus membuktikan melalui kegiatan politiknya agar masyarakat paham sosok dirinya. "Pak Airlangga untuk mendapat dukungan penuh masyarakat di Pilpres 2024, beliau harus bangun pondasi politik yang kuat," jelasnya.

Imbuhnya, Airlangga memiliki peluang besar memenangkan Pilpres 2024. "Peluang Airlangga untuk menang jadi capres 2024 sangat besar. Hasil survei LPMM ini menjadi bahan Airlangga untuk tetap menjaga kekuatan politik dan kepercayaannya kepada masyarakat, agar di bisa mendapatkan hasil yang baik di Pilpres 2024," ucapnya.

Lanjutnya, meski adanya sosok Ketum Gerindra Prabowo Subianto, Ketua DPR RI Puan Maharani, Anies Baswedan, dan Ganjar Pranowo, sosok Airlangga masih menjadi peluang untuk dilirik masyarakat. (Yud)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal