Kunjungi Makam Imam Al-Bhukari di Uzbekistan, Puan: Ingatkan Kisah Kakek Saya Bung Karno

Ketua DPR RI Puan Maharani berkunjung ke Uzbekistan dan berziarah ke makam Imam Al-Bikhari. (Foto: ist)
Minggu, 11 September 2022, 18:31 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Dalam kunjungan kerjanya ke Uzbekistan, Ketua DPR RI Puan Maharani berziarah ke makam tokoh besar Islam, Imam Al-Bhukari di Kota Samarkand. Di mana, kakeknya, presiden pertama Indonesia Soekarno punya pengaruh besar terhadap penemuan dan pemugaran makam tersebut.

Kunjungan Puan ke makam Imam Al-Bhukari dilakukan di sela-sela menghadiri Inter-Parliamentary Union (IPU) 14th Summit of Women Speakers of Parliament (14SWSP), yang diselenggarakan di ibu kota Uzbekistan, Tashkent.

Dari Tashkent, Puan menggunakan kereta cepat Afrosiyob menuju Samarkand selama 2 jam 10 menit, Jumat (9/9/2022). Ia didampingi Duta Besar Indonesia untuk Uzbekistan Sunaryo Kartadinata. Tiba di stasiun kereta api, Puan disambut oleh Gubernur Samarkand, Turdimov Erkinjon Okbotaevich beserta jajarannya. Puan dan Turdimov Erkinjon kemudian melakukan pertemuan singkat di VIP Lounge Stasiun Samarkand.

“Samarkand mengingatkan saya kepada kisah kakek saya, Presiden RI pertama, Ir Soekarno atau Bung Karno, yang mengagumi Imam Al-Bukhari sebagai salah satu perawi hadits Nabi Muhammad SAW yang sangat terkemuka,” ungkap Puan dalam pertemuan.

Bung Karno pernah mendapat undangan dari pemimpin Uni Soviet, Nikita Khrushcev, untuk datang pada tahun 1956. Sebagai pelopor gerakan nonblok, Bung Karno lalu mengusung diplomasi damai saat datang ke Uzbekistan, yang saat itu masih gabungan Uni Soviet sebagai salah satu cara efektif dalam mempererat hubungan antarnegara, mengingat polarisasi blok negara-negara besar pada masa itu.

Baca juga : Bertemu Ketua Parlemen Uzbekistan, Puan Dorong Peningkatan Kerja Sama Halal Tourism

“Bung Karno berkenan memenuhi undangan ke Uni Soviet jika Krushchev dapat menunjukkan kepada beliau makam Imam Al-Bukhari. Dan alhamdulillah, hal tersebut dapat terwujud, hingga akhirnya makam tersebut dapat dipugar,” kisah Puan.

“Saya memandang hal ini merupakan salah satu sumbangsih Bung Karno terhadap umat muslim dunia,” sambung perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI tersebut.

Dalam kesempatan itu, Puan mengungkapkan rasa senangnya bisa datang ke Samarkand. Ia juga memuji kepemimpinan Gubernur Turdimov Erkinjon. “Saya merasa senang sekali dapat bertemu dengan Bapak Gubernur di Kota Samarkand, kota para imam, yang sangat indah ini. Kota Samarkand ini memiliki akar sejarah yang kuat bagi peradaban Islam, karena kota inilah yang menjadi salah satu pusat penyebaran agama Islam ke wilayah Asia Tengah,” tutur Puan.

Mantan Menko PMK itu kemudian menyinggung kerja sama Indonesia dengan Uzbekistan, khususnya dalam bidang pariwisata. Saat ini, kedua negara memiliki kerja sama pengelolaan hotel di area Mausoleum Imam al-Bukhari di Samarkand. Puan menyebut, Samarkand merupakan kota yang sangat kaya akan kisah sejarah mengenai peradaban dunia, agama, maupun budaya.

“Sebagai negara yang sama-sama memiliki penduduk mayoritas Muslim, Indonesia dan Uzbekistan memiliki potensi pariwisata religi yang dapat dikembangkan, salah satunya yaitu wisata ziarah di makam para Imam di Samarkand,” jelasnya.

Baca juga : Tanam Cabai Bersama Warga di Humbang Hasundutan, Puan Ingatkan Kerukunan dan Gotong Royong

“Saya mengapresiasi hal ini sebagai upaya positif untuk merespon kebutuhan masyarakat kedua negara dalam bidang pariwisata religi,” tambah Puan.

Sementara Gubernur Samarkand menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Puan, terutama sebagai keluarga dari Bung Karno. Ia berbicara soal peran Bung Karno dalam sejarah Samarkand.

"Dan Bung Karno merupakan pemimpin pertama yang melakukan ziarah ke makam Imam Al-Bukhari dalam sejarah modern Samarkand. Karena jasa Bung Karno, sekarang orang asing dapat berkunjung ke makam,” kata Erkinjon.

Selain ke makam Imam Al-Bukhari, Puan juga mendatangi Silk Road International University dalam kunjungannya ke Samarkand. Kehadirannya diterima oleh Deputy Prime Minister dan Menteri Pariwisata Uzbekistan, yang juga rektor Silk Road International University, Aziz Abduhakimov.

"Saya mengapresiasi Silk Road International University of Tourism and Cultural Heritage, sebagai institusi pendidikan yang mampu menjadi wadah bagi berbagai ide inovatif, dan potensi investasi terkait sejarah Uzbekistan,” kata Puan.

Baca juga : Salat Idul Fitri di Rumah Dinas, Puan: Rasakan Nuansa Kemenangan Berpuasa dan Melawan Pandemi Covid-19

Silk Road International University merupakan universitas internasional terkemuka di bidang pariwisata di kota Samarkand. Universitas ini juga mengemban misi untuk mempromosikan budaya Uzbekistan dan kebudayaan-kebudayaan lain di sepanjang jalur sutra.

Tak hanya itu, Silk Road International University mengusung konsep smart university dengan pemanfaatan teknologi mutakhir dan telah menjalin kerja sama dengan banyak jaringan hotel ternama dunia.

“Saya berharap dapat terjalin hubungan yang lebih erat antara Silk Road International University of Tourism and Cultural Heritage dan institusi relevan di Indonesia,” pungkas Puan. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal