Kinerja Mumpuni Lebih Baik dari Elektabilitas yang Cuma Mainan Lembaga Survei

Ketum Golkar Airlangga Hartarto. (Foto: net)
Rabu, 7 September 2022, 00:08 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Pakar politik dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Siti Zuhro mengatakan, capres yang memiliki rekam jejak dan kompetensi adalah kriteria utama untuk Pemilu 2024.

"Saya termasuk yang mengutamakan calon yang betul-betul ditelisik tentang kompetensi, kapasitas dan integritas, ketimbang hanya dijejelin terus dengan istilah popularitas dan tingkat elektabilitas. Itu mainan lembaga survey,“ kata Zuhro, di Jakarta, Selasa (6/9/2022).

Menurutnya, calon presiden yang beredar saat ini, harus dilihat latar belakang, kiprahnya, visi dan misinya untuk kesejahteraan bangsa indonesia ke depan. “Ada tidak track record, ada tidak riwayat hidup. Jangan sampai silang sengkarut di publik, itu selesai di paparan partai yang mengusung.” tambah Zuhro.

Salah satu sosok yang dianggap terus bekerja adalah Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. “Dia masih sibuk jadi Menko RI,” ucap Zuhro.

Baca juga : Rempuni Deklarasi Dukung Puan Maharani Capres 2024

Airlangga adalah calon presiden dari Partai Golkar. Jika dilihat dari sejumlah survei, elektabilitas Airlangga masih belum signifikan. Untuk itu, Zuhro mengusulkan, jika sudah dipastikan dari Golkar bahwa Ketum Airlangga yang akan dicalonkan, pastinya secara internal sudah selesai.

“Tinggal sekarang apakah bisa mulai memasarkan Pak Airlangga, dan mesin-mesinnya sudah sampai ke level grassroot,” tandas Zuhro.

Hal senada diungkapkan Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin. Citra positif Airlangga Hartarto di mata publik sebagai pemimpin yang mengutamakan kepentingan rakyat akan terbangun.

“Itu tentu akan membangun citra positif di mata publik. Karena rakyat akan menganggap bahwa apa yang dilakukan Airlangga tidak untuk kepentingan partai dan pribadi, tapi kepentingan rakyat,” ungkapnya di Jakarta, Selasa (6/9/2022).

Baca juga : Survei IDM: Elektabilitas Airlangga dan Golkar Terus Tinggi

Ujang menilai klaim ini itu boleh-boleh saja, karena nantinya akan diuji oleh waktu. “Nanti akan diuji apakah seperti itu atau tidak? Semua ini akan diuji oleh waktu,” jelasnya.

Ujang menjelaskan, keuntungan dan kerugian dalam pola kerja Airlangga Hartarto yang dinilai lebih mencintai kerja Menko Perekonomian daripada kerja sebagai sebagai Ketum Golkar. “Kelebihannya, ya, akan dinilai positif oleh publik, karena mengutamakan kepentingan bangsa dan negara, membantu presiden untuk menyelesaikan janji-janji kampanye presiden. Itu bagus.

Kekurangannya, tentu partai tidak terurus, tidak fokus mengurus partai. Artinya, urus partai sampai jalan, tapi di partai ada pimpinan lain yang bisa mengurusi kerja-kerja ketua umum,” tambahnya.

Sebelumnya, anggota DPR RI Dedi Mulyadi mengatakan, Airlangga adalah sosok pekerja keras yang mencintai negaranya. Ia menyebut Menko Perekonomian Airlangga Hartarto sebagai sosok yang tak pernah membuat gimik dan pencitraan.

Baca juga : Survei PSI: Kerja Keras & Politik Santun buat Elektabilitas Airlangga Tertinggi

“Airlangga merupakan pejabat publik yang lebih cinta pekerjaan, bahkan dibandingkan partainya sendiri. Kecintaannya pada pekerjaan untuk negara lebih besar dari partainya,” pungkas Dedi. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal