KIB Paling Solid, Pengamat: Diuji saat Nama Capresnya Muncul

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, sosok yang disebut sebagai salah satu capres yang bakal diusung dari Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). (Foto: net)
Selasa, 30 Agustus 2022, 19:18 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Hasil survei Indometer menyebutkan, pendukung partai politik yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) cenderung lebih solid dibandingkan dengan partai-partai koalisi lain, seperti Partai NasDem, PKS, dan Partai Demokrat.

Direktur Eksekutif Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA) Herry Pasrani Mendrofa memprediksi, hal itu disebabkan basis kesamaan elektoral partai. KIB beranggotakan Partai Golkar, PPP, dan PAN. Ketiganya merupakan partai yang tergabung dalam partai pendukung pemerintah dalam Koalisi Indonesia Maju.

"Yang pertama, jelas karena mereka memiliki segmen yang sama, yaitu ceruk elektoral berbasis yang pro terhadap pemerintah. Karena ketiga parpol ini ada di kubu pemerintah," tutur Herry di Jakarta, Selasa (30/8/2022).

Baca juga : Didukung Ulama Maju di Pilpres, Pengamat: Bukti Puan Dekat Tokoh Agama

Selain itu, KIB hingga saat ini belum memunculkan nama figur yang hendak diusung dalam Pilpres 2024. Karena belum ada nama calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres), maka pendukung parpol anggota KIB cenderung nyaman dengan pembahasan visi-misi maupun program koalisi.

"Kedua, sampai hari ini belum tersebut nama capres. Artinya, belum ada finalisasi soal siapa yang akan diusung oleh ketiga parpol itu," ujarnya.

Menurutnya, ketika KIB sudah memutuskan nama untuk berlaga pada kontestasi 2024, bisa jadi salah satu partai akan menarik diri, karena merasa tidak terwadahi terakomodir kepentingan politiknya. "Mungkin ketika sudah muncul nama tersebut dan itu berasal dari parpol dari ketiga parpol itu, barangkali ada satu parpol yang nantinya sedikit menarik diri dari situ, dari koalisi ini. Bisa saja seperti itu kemungkinannya," ungkapnya.

Baca juga : KIB Ngebet Cari Anggota Baru, Pengamat: Ada Tiga Kemungkinannya

Sementara Pengamat Politik dari Universitas Indonesia (UI), Cecep Hidayat menjelaskan, meskipun solid, dalam praktiknya masih perlu dibuktikan bahwa bukan cuma elit partai yang mesra, namun juga akar rumputnya.

“Jadi kalau kita bicara pendukung yang solid, ketika terjadi koalisi beberapa waktu lalu, baik itu KIB, Gerindra-PKB, atau yang lain, itu kan di tingkat elie, tinggal nanti para pemilih apakah perilakunya patuh taat pada elite atau tidak,” kata Cecep di Jakarta, Selasa (30/8/2022).

Berangkat dari pengalaman pemilu lalu, lanjut Cecep, sekarang ini komunikasi di elite sudah baik. “Tetapi di akar rumput belum, ada yang tidak paralel,” tandas Cecep. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal