Kader Golkar Diperintahkan Aktif di Medsos, Pengamat: Langkah yang Pas untuk Airlangga

Menko Perekonomian yang juga Ketum Golkar Airlangga Hartarto. (Foto: net)
Senin, 29 Agustus 2022, 18:37 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Sekretaris Jenderal Partai Golkar Lodewijk Freidrich Paulus mengatakan, Airlangga Hartarto memerintahkan seluruh kader untuk aktif di media sosial. Langkah itu sebagai cara untuk mengenalkan Ketua Umum Partai Golkar itu sebagai Capres 2024.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin menilai, hal itu sebagai langkah yang tepat dilakukan. “Saya melihatnya sebagai langkah yang pas yang dilakukan oleh Airlangga,” ucapnya di Jakarta, Senin (29/8/2022).

Menurut Ujang, hal itu juga akan menguntungkan Airlangga, baik sebagai Ketua Umum Partai Golkar maupun sebagai Menko Perekonomian. Dengan dua jabatan tersebut, Airlangga di salah satu sisi harus mengurus Golkar, di sisi lain harus mengurus negara terkait isu kenaikan BBM.

Baca juga : Didukung Ulama Maju di Pilpres, Pengamat: Bukti Puan Dekat Tokoh Agama

“Oleh karena itu, media sosial menjadi sesuatu yang wajib, sesuatu yang harus dimainkan secara baik oleh para kader Golkar. Tujuannya, untuk menaikkan elektabilitas Pak Airlangga dan juga untuk menaikkan elektabilitas Golkar. Begitu juga untuk bisa saja meredam serangan-serangan dari lawan politik yang ingin kritik terkait dengan kenaikan harga BBM,” terang Ujang.

Namun menurutnya, keaktifan di media sosial akan membuahkan hasil ketika dilakukan secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM). “Artinya kan penggunaan media sosial juga tidak sporadis. Jadi kan harus dilihat juga apa pesannya, siapa pengisi kontennya, lalu siapa saja segmentasinya.

Walaupun masing-masing pribadi, tetapi kan isunya harus sama, tidak boleh beda. Oleh karena itu, harus di-setting betul, didesain betul media sosial itu dengan cara-cara yang baik, dengan konten-konten yang positif,” tambahnya.

Baca juga : Program Koalisi KIB Dianggap Progresif dan Bikin Penasaran, Pengamat: Jangan Sampai Anti Klimaks

Terlebih, saat ini media sosial tidak bisa dihindari. Oleh karenanya, harus dimanfaatkan untuk berbagai hal positif.

“Jadi, media sosial digunakan untuk hal-hal yang positif, jangan hal-hal yang negatif. Bukan untuk menebar hoax, memecah belah masyarakat, tetapi untuk bersosialisasi, berkampanye,” pungkasnya.

Sementara Pengamat Media Sosial dari Komunikonten, Hariqo Satria mengatakan, saluran media sosial harus digunakan para politisi untuk mengkomunikasikan program mereka dan menepati janji kampanye. Konten yang dihasilkan tentunya harus informatif dan seturut selera penggunanya.

Baca juga : Kedekatan Golkar-PSI akan Untungkan Pencapresan Airlangga

“Kaitan dengan pejabat publik lewat sosial media, dia memberikan informasi dan menjawab semua janji-janji. Namun yang itu agak kurang, ya, keberanian dari pejabat menunjukkan janji saya ini dan ini lho sudah dipenuhi. Dari situ bisa muncul keterbukaan, termasuk memberi informasi juga jika ada kendala-kendala,” katanya, Senin (29/8/2022).

Selain itu, konten yang ditampilkan para elit politik, harus informatif dan kekinian. “Dalam lima tahun terakhir, trend itu vide. Belakangan masyarakat suka dengan konten yang mendalam, orang mencari podcast yang berkualitas,” tandas Hariqo. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal