Elektabilitas Belum Maksimal, Pengamat: Airlangga Harus Intens Komunikasi dengan Rakyat

Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto. (Foto: net)
Senin, 22 Agustus 2022, 17:17 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Partai Golkar berada dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bersama dengan PPP dan PAN. Partai Golkar sendiri sepakat memajukan Airlangga sebagai Capres pada 2024. Tetapi elektabilitas Airlangga yang tidak masksimal mesti didongkrak.

“Jika kita bicara Airlangga, sebagai Ketua Umum tentu punya basis pemilih partai yang cukup besar. Dari pemilu sebelumnya kan sekitar 12%. Namun demikian, hal itu belum cukup untuk menjamin elektabilitas Pak Airlangga menjadi kompetitif,” tegas Direktur Riset SMRC Deni Irvani pada Senin (22/8/2022).

Dalam survei yang digelar oleh SMRC, elektabilitas Airlangga disebut masih belum bersaing dengan kandidat lain. Padahal posisi Airlangga sangat strategis sebagai Ketua Umum Partai Golkar dan juga Menko Perekonomian RI.

Baca juga : Program PATEN Milik KIB Bagus, Pengamat: Sepatutnya Dibumikan dan Dibuktikan

Tren positif Airlangga yakni pada aspek kedikenalan yang mengalami peningkatan, dari 26% (Maret 2021) menjadi 38% (Agustus 2022). Dari yang tahu, hanya 61% yang suka. Kedisukaan Airlangga ini meningkat dari 48 persen pada Maret 2022. Dengan aspek keterkenalan tokoh, Airlangga dalam hal ini, disebutkan masih di bawah 50% mesti didongkrak dengan komunikasi politik yang lebih intensif.

“Soal komunikasi politik, sosialisasi, disimpulkan belum efektif untuk menaikan elektabilitas. Awareness masih di bawah 50%. Nah, apa yang harus dilakukan, sangat bervariasi, mulai dari penggunaan medsos harus dievaluasi dan strategi komunikasi,” terang Deni.

Menurutnya, masa pemilih ‘jaman now’ begitu bervariasi, dapat dijangkau dari berbagai outlet mulai dari media massa populer maupun media sosial. Para elite politik bersaing dalam memperebutkan perhatian masyarakat. Tidak ketinggalan, mereka-mereka yang mengincar kursi presiden pada Pemilu 2024.

Baca juga : Bertekad Jaga Stabilitas Politik, Pengamat: KIB Harus Wujudkan dalam Program Kerja

Sementara Pengamat Politik dari Universitas Airlangga (Unair) Suko Widodo menilai, rendahnya elektabilitas dan popularitas ketua parpol lebih disebabkan oleh faktor kekurangdekatan ketua parpol dengan rakyat. Hal itu berdampak pada kesan elitis dari masyarakat pada para ketua parpol.

“Sejauh ini, ketua parpol berlaku elitis dan kurang merakyat,” ujarnya.

Parpol juga dinilai belum berhasil mengubah persepsi negatif publik pada politik menjadi persepsi positif.

Baca juga : Miliki Puluhan Ribu Santri, Airlangga Hartarto Dorong Buntet Pesantren Punya Pabrik Sandal Jepit

Dalam pandangan Suko, pimpinan partai politik juga belum mampu membangun komunikasi politik yang apik dengan masyarakat. "Selama ini komunikasi politik ketua parpol dengan rakyat kurang intensif,” tandasnya. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal