LampuHijau.co.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penumpang angkutan udara atau pesawat domestik pada April 2019 sebanyak 5,7 juta orang. Jumlah ini turun 6,26% atau 370 ribu orang dari realiasi pada bulan sebelumnya, yang sebanyak 6,03 juta orang.
"Jumlah penumpang domestik angkutan udara domestik turun 6,28% secara bulan, secara tahunan bahkan turun tajam yakni 28,42%," ujar Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (10/6/2019).
Baca juga : Harga Tiket Pesawat Kian Meroket, Maskapai Diminta Lakukan Efesiensi dan Inovasi
Lebih lanjut ia menjelaskan, beberapa hal yang menyebabkan penurunan jumlah penumpang ini didorong mahalnya tarif tiket pesawat. Selain itu, faktor lainnya karena maraknya alternatif moda transportasi lainnya lewat jalur darat.
"Kita tahu apa yang terjadi dengan penerbangan domestik, di satu sisi adanya kenaikan harga tiket dan di sisi lain transportasi darat sudah bagus, sehingga konsumen bisa memilih," jelasnya.
Baca juga : PD Tuding Prabowo Paksakan Sandiaga Jadi Cawapresnya, Makanya Kalah
BPS juga mencatat, ada penurunan jumlah penumpang angkutan udara untuk penerbangan internasional sebesar 3,44% pada April 2019, menjadi 1,5 juta dari 1,55 juta orang pada Maret 2019. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, juga turun 1,54%.
Selain itu, Kecuk menyatakan, penumpang pada moda transportasi lainnya yakni melalui kapal laut tercatat naik 5,30% di April 2019, menjadi 1,81 juta dari 1,71 juta orang di Maret 2019. Peningkatan jumlah penumpang terbesar ada di Pelabuhan Makassar sebesar 16,08%, Tanjung Priok 9,93%, Balikpapan 9,49%, Tanjung Perak 4,91%, dan Belawan 0,93%.
Baca juga : Ada Gerakan Massa Manfaatkan Arus Balik ke Ibu Kota untuk Aksi Pas Sidang MK Nanti?
Sementara, penumpang kereta api tercatat naik 0,16% dibandingkan bulan sebelumnya, menjadi 35,81 juta orang dari sebelumnya 35,75 juta orang. "Untuk moda transportasi kereta api juga mengalami peningkatan, termasuk yang di KRL," pungkasnya. (Asp)