PD Tuding Prabowo Paksakan Sandiaga Jadi Cawapresnya, Makanya Kalah

SBY dan Prabowo. (Foto: net)
Senin, 10 Juni 2019, 21:22 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Politisi Partai Demokrat, Andi Arief menyebut, sebenarnya partainya sudah memberi petunjuk jalan kepada Prabowo Subianto agar memenangi Pilpres 2019, menghadapi capres petahana Joko Widodo (Jokowi). Namun, jalan itu ditolak Prabowo.

Dalam cuitannya di akun Twitter, Andi memulai dengan menyebut ada paksaan dari Prabowo sebagai calon presiden nomor urut 02, untuk memilih Sandiaga Uno menjadi cawapresnya. Padahal, kata dia, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketua Kogasma Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sudah memberi jalan kemenangan ke Prabowo. Tetapi, menurut Andi Arief, justru jalan kemenangan yang diklaim Andi itu, ditolak Prabowo yang juga Ketua Umum Partai Gerindra itu.

"Ada hal yang tidak pantas saya kemukakan soal mengapa Pak Prabowo memaksakan wakilnya Sandi Uno. Biarlah itu menjadi rahasia Partai Demokrat, SBY dan AHY. Namun sejarah mencatat bahwa Partai Demokrat, SBY dan AHY sudah menunjukkan jalan menang namun ditolak Pak Prabowo," cuit Andi Arief, dalam akun Twitter pribadinya, @AndiArief_ .

Baca juga : KPU Buka Kotak Suara Untuk Gugatan Prabowo-Sandiaga di MK

Tidak dijelaskan oleh Andi apa yang dimaksud memaksakan Sandiaga Uno sebagai cawapres. Sebelum nama mantan wakil Gubernur DKI itu mencuat, memang publik sempat menilai kalau SBY mengajukan AHY ke Prabowo untuk mendampingi di Pilpres 2019 lalu. Namun, di hari-hari akhir pendaftaran muncul sosok Sandiaga, yang dengan cepat mundur dari posisi wakil gubernur DKI. Sandi juga mundur dari keanggotaan Partai Gerindra.

Seusai memilih Sandi, memang saat itu sempat terjadi ketidakcocokan dengan Partai Demokrat, hingga Prabowo memberi penjelasan ke SBY. Di Pilpres 2019, Partai Demokrat merupakan salah satu partai pengusung pasangan Prabowo-Sandi.

Sementara, Komandan Komando Satuan Tugas Bersama atau Kogasma Partai Demorkat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bermanuver dengan bersilaturahmi ke Presiden Joko Widodo dan sejumlah tokoh lainnya. Namun, AHY yang notabene petinggi Demokrat belum sowan untuk silaturahmi dengan Prabowo Subianto. Elite Demokrat pun memberikan penjelasan terkait hal ini.

Baca juga : Demi Persatuan, Jokowi dan Prabowo Disarankan Bubarkan Koalisi

Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan, AHY memang belum menemui Prabowo. Kata dia, cara AHY yang bersilaturahmi dengan tokoh nasional seperti mendatangi Jokowi, Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, Presiden ke-3 RI BJ Habibie, dan istri Presiden ke-4 RI Abdurahman Wahid, Sinta Nuriyah Wahid.

"AHY dan Ibas atau EBY (Edhie Baskoro Yudhoyono) tidak berlebaran ke Prabowo," kata Ferdinand ketika dikonfirmasi wartawan, baru-baru ini.

Ferdinand menyampaikan, AHY belum perlu sowan ke Prabowo. Ia juga tak menjawab, apakah alasan itu lantaran pernyataan Prabowo saat bertakziah ke keluarganya yang baru ditinggal Ani Yudhoyono.

Baca juga : Jelang Arus Mudik Lebaran, Pemkab Bekasi Tertibkan Bangli di Sepanjang Kalimalang

"Tidak ada alasan khusus, hanya dirasa tidak perlu ke sana saja, terlebih Prabowo juga berlebaran ke Cendana," kata dia.

Sebelumnya diketahui, kunjungan AHY dan adiknya Edhie Baskoro Yudhoyono atau disapa Ibas bersama kedua istri mereka bersilaturahmi ke sejumlah toko pada Hari Raya Lebaran menimbulkan spekulasi dari para elite politik. Silaturahmi AHY ini juga dalam rangka kunjungan balasan karena sejumlah tokoh itu melayat Ani Yudhoyono. Adapun Demokrat merupakan partai pengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019. (DED)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal