Potensi Serangan Teroris Lone Wolf Masih Ada

Ilustrasi Densus 88. (Foto: net)
Senin, 10 Juni 2019, 19:18 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Aksi teroris lone wolf di Kartasura, Sukoharjo, Jateng pada 3 Juni 2019 menunjukkan eksistensi teroris tanpa kelompok di Tanah Air. Sehingga patut untuk diwaspadai.

Pakar terorisme, Al Chaidar, menyampaikan bahwa penelitian mengenai teroris lone wolf harus dilakukan. Tujuannya tidak lain untuk menemukan solusi. Langkah yang tepat agar mereka tidak terus beraksi menebar teror.

Baca juga : Netizen Serang Video Andre Taulany Minta Maaf

Menurut Al Chaidar, belum ada yang tahu pasti jumlah teroris lone wolf di Indonesia. Yang pasti, dia berani menyampaikan angkanya tidak sedikit. Menyebar di seluruh daerah di Tanah Air.

“Ada di 34 provinsi dan jumlahnya sangat besar,” ungkap dia.

Baca juga : Menelisik Keris yang Dipakai Mahapatih Gajah Mada

Bahayanya, meski sendirian mereka sudah bisa digerakkan untuk menebar teror. Walau belum tentu berhasil seperti RA, mereka sudah terpapar paham teroris. Menurut Al Chaidar, teroris lone wolf tidak bisa dikendalikan pemerintah maupun aparat. RA bisa menjadi contoh. Lantaran tidak masuk kelompok maupun jaringan teroris. Sehingga tidak ada pengawasan terhadap RA.

“Kalau lone wolf itu kan prinsipnya adalah rakyat Indonesia. Tapi, dikuasai bukan orang Indonesia,” beber dia.

Baca juga : Soal Politik, Keluarga Mega dan SBY Dipuji

Karena itu, dia menilai potensi serangan oleh teroris lone wolf masih ada. Untuk itu pula, dia menyampaikan, harus ada kajian mengenai teroris jenis itu. “Penelitian tentang lone wolf ini masih sangat sedikit,” ujarnya.

Dia menyampaikan, komunikasi yang dilakukan oleh lone wolf dengan pihak-pihak yang membuat mereka terpapar juga sulit dibendung. Seperti yang disampaikan oleh aparat kepolisian, RA terpapar paham terorisme dari internet. Ada banyak media yang bisa dipakai oleh RA atau teroris lone wolf lainnya untuk berkomunikasi dengan penyebar paham teroris. Contohnya media sosial dan aplikasi pesan instan. (ASP)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal