LampuHijau.co.id - Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Djarot Saiful Hidayat merespons hasil survei Politika Research and Consulting (PRC), yang menunjukkan elektabilitas Puan Maharani hanya 1,3 persen.
Djarot menegaskan, bagi PDIP hasil survei tidak menjadi patokan untuk pencalonan presiden. Oleh karena itu, pengusungan Puan Maharani sebagai calon presiden tetap akan dilakukan oleh PDIP.
Baca juga : Pernyataan Hasto Soal Sosok Capres PDIP Dinilai Tertuju kepada Puan Maharani
“Survei itu baik, dan survei itu bagi kami bukan jadi patokan, survei itu tidak menjadi patokan dan bukan berjalan secara dinamis,” kata Djarot, Selasa (26/7/2022).
Djarot meyakini, hasil survei akan dipengaruhi bagaimana kerja politik kader partai. Untuk itu, dirinya kembali menegaskan PDIP tak jadikan survei patokan karena sangat dinamis.
Baca juga : Tak Tertarik Tanggapi Hasil Survei, Gus Falah: Mbak Puan Itu Doyan Turun ke Bawah
“Survei itu tergantung kita, bagaimana kerja-kerja politik kita, bagaimana kerja-kerja kader PDIP. Dia bukan menjadi patokan, karena sifatnya sangat dinamis, jadi terima kasih,” tegas Djarot.
Sementara Djarot pun mengungkapkan bahwa Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri telah mengingatkan kader PDIP, jangan terpengaruh survei. Kader PDIP tetap dan harus turun ke masyarakat serta tak terlena dengan hasil survei.
Baca juga : Wakil Ketua DPRD Subang Aceng Kudus Serap Aspirasi Warga Desa Margahayu
“Berbagai macam hasil survei PDIP pasti menang, nomor satu lho. Tapi saya sampaikan, dan diingatkan oleh Ibu Ketum, jangan kemudian terpukau dengan hasil itu, no. Kita harus tetap turun ke bawah,” tandas Djarot. (Asp)