Demi Persatuan, Jokowi dan Prabowo Disarankan Bubarkan Koalisi

Jokowi dan Prabowo. (Foto: net)
Minggu, 9 Juni 2019, 18:39 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Wasekjen Partai Demokrat (PD) Rachland Nashidik menyarankan Prabowo Subianto dan Joko Widodo (Jokowi) membubarkan koalisi masing-masing. Upaya itu sebagai langkah menyelamatkan bangsa.

Menurut Rachland, mempertahankan koalisi seperti mengawetkan permusuhan di antara dua kubu serta memelihara potensi benturan di akar rumput. "Pak @prabowo, Pemilu sudah usai. Gugatan ke MK adalah gugatan pasangan Capres. Tak melibatkan peran Partai. Saya usul, Anda segera bubarkan Koalisi dalam pertemuan resmi yang terakhir. Andalah pemimpin koalisi, yang mengajak bergabung. Datang tampak muka, pulang tampak punggung," tulis Rachland melalui akun Twitter-nya, Minggu (9/6/2019).

Baca juga : Ancam Bunuh Jokowi, Pemuda Bersorban Hijau Dipolisikan

"Anjuran yang sama, bubarkan Koalisi, juga saya sampaikan pada Pak @jokowi. Mempertahankan koalisi berarti mempertahankan perkubuan di akar rumput. Artinya mengawetkan permusuhan dan memelihara potensi benturan dalam masyarakat. Para pemimpin harus mengutamakan keselamatan bangsa," imbuh dia.

Rachland mengatakan, pembubaran koalisi ialah keputusan terbaik guna menyatukan masyarakat yang terpecah karena Pemilu Presiden (Pilpres) 2019. "Sekali lagi, Pak @jokowi dan Pak @prabowo, bertindaklah benar. Dalam situasi ini, perhatian utama perlu diberikan pada upaya menurunkan tensi politik darah tinggi di akar rumput. Membubarkan koalisi lebih cepat adalah resep yang patut dicoba. Gugatan di MK tak perlu peran partai," paparnya.

Baca juga : Demo Ricuh Bikin Tanah Abang Lumpuh, Prasetio Minta Jangan Terulang Lagi

Rachland memandang, membubarkan koalisi bukan berarti melupakan jasa para partai politik (parpol) pendukung. Sebab proses sengketa pemilu di Mahkamah Konstitusi (MK) yang kini tengah berjalan, pada dasarnya tak membutuhkan peran parpol koalisi.

"Siapa pun nanti yang setelah sidang MK menjadi presiden terpilih, dipersilahkan memilih sendiri para pembantunya di Kabinet. Kenangan Partai mana yang setia dan berguna bagi direksi politik presiden terpilih tak akan pupus karena koalisi sudah bubar. Begitulah sistem presidensial," tandasnya. (RIZ)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal