Pengaduan Seniman, PDI Pejuangan akan Kawal Dugaan Pelanggaran Revitalisasi TIM

Selasa, 12 Juli 2022, 21:14 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Polemik proyek revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM) terus bergulir. Forum Seniman Peduli TIM atau lebih dikenal dengan nama #SaveTIM mengeluhkan pembangunan dan pelanggaran-pelanggaram dalam dalam proses revitalisasi Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (TIM), yang telah dilakukan oleh PT Jakarta Propertindo (Jakpro).

Pembangunan yang tidak sesuai blue print dan kesepakatan FGD 1 sampai 8 dianggap seniman sebuah kegagalan PT Jakpro dalam proyek tersebut. Bahkan kegagalan revitalisasi TIM itu diakui sendiri oleh Direktur Utama PT Jakpro Widi Amanasto, saat menghadiri mediasi dengan Forum Seniman Peduli TIM, Dinas Kebudayaan Pemprov DKI Jakarta yang difasilitasi Fraksi PDIP di Gedung DPRD DKI, baru-baru ini.

Baca juga : Viral Pemberitaan BNI Kasih Kredit Tambang PT BG, Pakar: Jangan Asal Terima Permintaan Restrukturisasi

“Bagi kami, ya, ke depannya kita berpikir begini. Sekarang nasi sudah jadi bubur. Bagaimana bubur ini jadi bubur ayam, bubur manado, yang enak, kita makan sama-sama," ujar Dirut PT Jakpro Widi Amanasto.

Pernyataan Dirut PT Jakpro di ruang resmi di lantai 8 gedung DPRD DKI, di Kebon Sirih tentu saja mengejutkan para hadirin. Salah satu koordinator #SaveTIM, Mujib Hermani langsung merespons penyataan Dirut Jakpro. “Kalimat 'nasi sudah menjadi bubur' kita garis bawahi sebagai pengakuan kesalahan PT Jakpro dalam proyek ini," tegas Mujib.

Baca juga : Puan Ajak Anak-Anak Bernyanyi Hingga Gratiskan Lahiran Ibu Hamil di Gebyar Pelayanan Kesehatan PDIP

"Kami Forum Seniman Peduli TIM secara tegas menolak tidak mau makan bubur tersebut,” imbuhnya.

Untuk menindaklanjuti polemik tersebut, sejumlah anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDIP, yang dipimpin Gembong Warsono, melakukan inspeksi mendadak di lokasi proyek revitalisasi TIM.

Baca juga : Peduli Warga Pascapandemi, Pemprov DKI Beri Pemotongan dan Kemudahan Bayar Pajak

Dalam kesempatan tersebut Gembong mengakui ada ketidaksesuain dalam pengerjaan proyek senilai Rp2,1 triliun ini. “Saya merasa kecewa dan tak habis pikir setelah melihat sendiri kondisi fisik hasil revitasisasi TIM," tutur Gembong, Selasa (12/7/2022).

Kekecewaan para wakil rakyat itu memuncak ketika melihat atas gedung pertunjukan ditutup dengan seng, teater arena yang tidak layak, dan properti sound system yang bukan peruntukannya. Gembong berjanji, akan terus mengawal revitalisasi TIM hingga menimbulkan rasa keadilan bagi para seniman khususnya dan masyarakat pada umumnya. (ULI)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal